Deputi Gubernur Bank Indonesia, Dody Budi Waluyo (tengah) bersama pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh membuka Festival Ekonomi Syariah (FESyar) 2022 di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Kamis (4/8/2022).. Festival Ekonomi Syaria | ANTARA FOTO/Ampelsa

Ekonomi

06 Aug 2022, 05:50 WIB

Fesyar Sumatra Perkuat Integrasi Ekosistem Ekonomi Syariah

Sumatra memiliki berbagai potensi ekonomi dan keuangan berbasis syariah yang dapat dikembangkan.

JAKARTA -- Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Sumatra 2022 akan mendorong optimalisasi integrasi berbagai sektor dalam ekonomi syariah. Kegiatan tahunan ini merupakan wujud implementasi sinergi dan koordinasi Bank Indonesia (BI) dengan berbagai pihak, seperti pemerintah daerah dan kementerian/lembaga, di antaranya Kementerian Agama, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS).  

Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo menyampaikan, kebijakan ekonomi dan keuangan syariah di dalam negeri memerlukan strategi pengembangan yang makin inovatif dan kreatif untuk dapat meningkatkan daya saing global. Hal ini selaras dengan salah satu pilar cetak biru pengembangan ekonomi syariah.

"Akses permodalan harus terbuka bagi para pelaku usaha agar potensi perekonomian syariah tumbuh optimal," kata Dody dalam upacara pembukaan Fesyar Sumatra 2022 di Aceh, Kamis (4/8) malam.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Bank Indonesia (@bank_indonesia)

Dody mengatakan, BI berupaya meningkatkan akses pembiayaan syariah untuk mendukung pengembangan usaha. Cakupan sumber pembiayaan ini tidak terbatas pada keuangan komersial namun juga pada sektor zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ziswaf) maupun upaya integrasi keduanya.

Dia mengatakan, BI sedang mengoptimalkan keuangan sosial Islam dalam mendukung pembangunan ekonomi. Untuk wilayah Sumatra, hal tersebut dilakukan melalui peluncuran platform digital Aceh Sharia Funding Agregator (ASIFA).

"ASIFA sebagai salah satu contoh inisiatif platform digital keuangan sosial syariah hadir menjembatani pemilik dana yang ingin menyalurkan infak, sedekah, dan wakaf (ISWAF) ataupun investasi kepada pelaku usaha dan kegiatan produktif lainnya," katanya.

ASIFA dikembangkan dengan mengintegrasikan hybrid financing untuk memaksimalkan peran keuangan syariah. Selain itu juga untuk mengombinasikan pembiayaan dan sektor komersial.

Platform ini diharapkan dapat menjangkau usaha-usaha produktif di wilayah Sumatra dalam mewujudkan ekosistem keuangan syariah yang inklusif. Optimalisasi ziswaf dapat menjadi sumber pembiayaan kepada komoditas ketahanan pangan, khususnya komoditas penyumbang inflasi di wilayah Sumatra seperti cabai, bawang merah, dan telur ayam.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by KNEKS (@kneks.id)

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan, Sumatra memiliki berbagai potensi ekonomi dan keuangan berbasis syariah yang dapat dikembangkan dan dioptimalkan menjadi daya saing Indonesia. Potensi integrasi tersebut meliputi ziswaf, kemandirian pondok pesantren, serta diversifikasi berbagai produk halal.

"Kementerian Agama terus berkomitmen untuk mendukung sektor industri halal yang salah satunya diwujudkan melalui fasilitasi sertifikasi halal gratis bagi usaha mikro dan kecil (UMK)," katanya.

Pada 2022, kuota sertifikasi halal telah diberikan sebanyak 25 ribu. Yaqut mengatakan, pada semester II 2022 direncanakan kuota tersebut akan ditambah hingga mencapai lebih dari 300 ribu sertifikasi halal.

Kepala Dinas Syariat Islam Provinsi Aceh EMK Alidar yang mewakili Pj Gubernur Provinsi Aceh menyampaikan bahwa Fesyar Sumatra menjadi salah satu langkah konkret untuk memajukan perekonomian syariah.

Menurut dia, perlu ada upaya dari seluruh pemangku kepentingan dalam mengembangkan potensi yang ada di wilayah Sumatra terutama untuk sektor-sektor unggulan syariah. Ke depan, Aceh diharapkan dapat menjadi provinsi yang secara progresif dapat mengembangkan potensi-potensi perekonomian syariah.


Setoran Dividen BUMN Rp 35,5 Triliun 

BUMN berkontribusi sebesar Rp 3.295 triliun ke negara dalam 10 tahun terakhir.

SELENGKAPNYA

Cina Tembakkan Rudal di Selat Taiwan

Taiwan sejauh ini memilih menahan diri dan tidak menginginkan adanya eskalasi.

SELENGKAPNYA

PPATK Duga 176 Filantropi Selewengkan Donasi

Filantropi Indonesia menilai dibutuhkan aturan baru yang lebih detail mengatur ihwal donasi.

SELENGKAPNYA
×