Karyawati Bank Syariah Indonesia (BSI) menghitung uang rupiah di Kantor Cabang Pembantu (KCP) Daud Beureueh, Banda Aceh, Aceh, Jumat (21/1/2022). | ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas

Ekonomi

29 Jun 2022, 07:05 WIB

BSI Pimpin Sindikasi Pembiayaan Proyek Tol Semarang-Demak

Pembiayaan sindikasi merupakan salah satu strategi BSI dalam meningkatkan pembiayaan wholesale.

JAKARTA -- PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) memimpin pembiayaan sindikasi syariah senilai Rp 1,34 triliun dalam proyek Jalan Tol Semarang-Demak dengan total investasi mencapai Rp 5,44 triliun. Langkah tersebut merupakan komitmen BSI dalam mendukung pengembangan infrastruktur di Indonesia.

Direktur Wholesale Transaction Banking BSI Zaidan Novari mengatakan, proyek tersebut diharapkan membawa multiplier effect pada perekonomian nasional dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Partisipasi BSI tersebut dalam rangka membangun negara melalui pengembangan infrastruktur yang menghubungkan wilayah.

photo
Foto udara proyek pembangunan Jalan Tol Semarang - Demak seksi II di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Rabu (19/1/2022).
 

"Kepercayaan memimpin sindikasi pembiayaan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi BSI karena dilakukan dengan sistem syariah," kata Zaidan dalam keterangan pers, Selasa (28/6).

BSI berperan sebagai joint mandated lead arranger (JMLA) bersama Bank Mandiri. Porsi pembiayaan yang terbentuk adalah Rp 3,80 triliun, terdiri atas porsi syariah Rp 1,34 triliun dan porsi konvensional Rp 2,46 triliun. Partisipan pemberi fasilitas syariah adalah BSI, BPD Sumatra Utara (UUS), Bank Aceh, Bank Jatim (UUS), Bank Riau Kepri Syariah, Bank Jateng (UUS), dan PT SMI (UUS).

Pembiayaan ini digunakan oleh PT PP Semarang Demak untuk pembangunan jalan tol dengan panjang ruas 27 kilometer yang terbagi dalam dua seksi. Terdapat dukungan dari pemerintah untuk membangun seksi 1 sepanjang  10,69 km. Dengan demikian, porsi PT PP Semarang Demak adalah seksi 2 sepanjang 16,31 km.

Jalan Tol Semarang-Demak akan memiliki dua simpang susun (SS), yakni SS Sayung dan SS Demak yang akan semakin melengkapi konektivitas jaringan jalan tol dan ruas utama di sisi utara Jawa. BSI berharap jalan tersebut dapat meningkatkan keberkahan untuk masyarakat Jawa Tengah melalui pertumbuhan ekonomi dan menghubungkan ekonomi wilayah.

Jalan tol tersebut juga akan difungsikan sebagai penahan banjir rob, mengatasi banjir, dan genangan air yang selama ini menjadi permasalahan yang sering terjadi di sekitar Semarang.

"Pembiayaan ini juga merupakan upaya BSI dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur yang menjadi proyek strategis nasional," katanya.

Zaidan menyampaikan, pembiayaan sindikasi merupakan salah satu strategi BSI dalam meningkatkan pembiayaan wholesale. Hingga Maret 2022, BSI telah menyalurkan pembiayaan wholesale hingga Rp 49,6 triliun.

Pada semester II 2022, BSI akan berfokus pada beberapa sektor industri, seperti infrastruktur, energi, agrobisnis, dan telekomunikasi, terutama proyek-proyek kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) sebagai wujud dukungan kepada program pemerintah.


Jokowi Ajak G-7 Atasi Krisis Pangan

Rantai pasok global yang terimbas perang Ukraina-Rusia harus segera dipulihkan. 

SELENGKAPNYA

Polisi Bidik Pihak Manajemen Holywings

Polisi mengincar tersangka di pihak manajemen.

SELENGKAPNYA

MyPertamina Jadi Syarat Beli Pertalite dan Solar

Kebijakan syarat MyPertamina ini mendapatkan ragam komentar dari masyarakat.

SELENGKAPNYA
×