Petugas Polisi Sri Lanka berjaga-jaga di sebuah pompa bensin di tengah kekurangan bahan bakar di Kolombo, Sri Lanka, 7 Juni 2022. | EPA-EFE/CHAMILA KARUNARATHNE

Internasional

28 Jun 2022, 17:44 WIB

Kolombo Tutup Sekolah untuk Hemat Energi

Dua menteri Sri Lanka dikirim ke Rusia untuk mendapatkan bahan bakar.

KOLOMBO -- Personel militer Sri Lanka membagikan token kepada orang yang mengantre bahan bakar, Senin (27/6). Krisis ekonomi terburuk di Sri Lanka dalam tujuh dekade ini membuat ibu kota Kolombo menutup sekolah-sekolah dan meminta aparatur negara bekerja dari rumah untuk menghemat listrik.

"Saya sudah empat hari mengantre, saya belum tidur atau makan layak selama ini,” kata pengemudi becak, WD Shelton (67 tahun).

Shelton adalah salah satu warga yang menerima token antrean. Dia harus mempertahankan tempatnya dalam antrean untuk mendapatkan bahan bakar. Hal ini membuat Shelton tidak dapat beraktivitas untuk mencari nafkah bagi keluarganya. 

"Kami tidak bisa mencari nafkah, kami tidak bisa memberi makan keluarga kami," ujar Shelton.

photo
Orang-orang menunggu untuk membeli minyak tanah di sebuah pompa bensin di tengah kelangkaan bahan bakar di Kolombo, Sri Lanka, 7 Juni 2022. - (EPA-EFE/CHAMILA KARUNARATHNE)

Shelton mengantre di sebuah pompa bensin di pusat Kota Kolombo. Dia tetap tinggal di sana karena tidak punya bensin untuk perjalanan kembali ke rumahnya yang berjarak lima kilometer.  

Menteri Tenaga dan Energi Kanchana Wijesekera mengatakan, Sri Lanka memiliki stok sekitar 9.000 ton solar dan 6.000 ton bensin. Sejauh ini, tidak ada kedatangan pasokan tambahan bahan bakar yang dijadwalkan.  

Pemerintah telah meminta karyawan untuk bekerja dari rumah sampai pemberitahuan lebih lanjut. Sementara, sekolah telah ditutup selama sepekan di Kolombo dan sekitarnya. Antrean di pompa bensin meningkat pesat sejak pekan lalu.

"Ini tragedi, kami tidak tahu hingga kapan ini akan berakhir," kata Shelton.

 
Ini tragedi, kami tidak tahu hingga kapan ini akan berakhir
 
 

Angkutan umum, pembangkit listrik, dan layanan medis akan mendapatkan prioritas dalam distribusi bahan bakar. Bahan bakar ke pelabuhan dan bandara juga dijatah.

Sebuah tim dari Dana Moneter Internasional (IMF) mengunjungi Sri Lanka untuk mengadakan pembicaraan tentang paket bailout senilai 3 miliar dolar AS. Sri Lanka berharap, dapat mencapai kesepakatan dengan IMF.

Jumlah cadangan devisa Sri Lanka mencapai rekor terendah. Negara itu berjuang untuk membayar impor penting, seperti makanan, obat-obatan, dan bahan bakar. 

Sri Lanka juga mengirimkan dua menterinya ke Rusia untuk bernegosiasi demi mendapatkan bahan bakar. Langkah ini diambil di tengah embargo Amerika Serikat dan sekutunya untuk tidak membeli minyak mentah dari Rusia sebagai bentuk sanksi atas invasinya kepada Ukraina sejak 24 Februari. Apalagi, Rusia menawarkan potongan harga untuk minyaknya. 

Menteri Energi Sri Lanka Kanchana Wijesekera mengatakan, negaranya sedang berjuang mengamankan pasokan bahan bakar minyak (BBM). Saat ini, negara yang sudah terpuruk akibat krisis tersebut hanya memiliki 15 ribu ton bensin dan solar untuk menjaga layanan penting tetap berjalan dalam beberapa hari mendatang.

photo
Warga mengantre untuk membeli minyak tanah di sebuah pompa bensin di tengah kelangkaan bahan bakar di Kolombo, Sri Lanka, 7 Juni 2022. - (EPA-EFE/CHAMILA KARUNARATHNE)

“Kami berjuang untuk menemukan pemasok (BBM). Mereka enggan menerima surat kredit dari bank kami. Ada lebih dari 700 juta dolar AS dalam pembayaran yang sudah jatuh tempo, sehingga sekarang pemasok menginginkan pembayaran di muka,” kata Wijesekera, Senin.

Dia mengungkapkan, selama dua bulan terakhir, Sri Lanka menerima suplai BBM lewat jalur kredit India senilai 500 juta dolar AS. Pasokan itu telah habis pada pertengahan bulan ini.

Kini, Sri Lanka hanya memiliki sekitar 9.000 metrik ton solar dan 6.000 metrik ton bensin yang tersisa. Negeri itu sudah memutuskan menaikkan harga BBM sebesar 12-22 persen pada Ahad (26/6) dini hari lalu. Kenaikan harga pada Mei telah mendorong inflasi di negara tersebut ke 45,3 persen atau tertinggi sejak 2015. 

Meskipun pasokan menipis dan harga telah naik, warga tetap mengantre di pom-pom bensin. Antrean mengular hingga berkilo-kilometer.

Menurut Wijesekera, tak mungkin warga bisa memperoleh BBM. Sebab, stok yang tersisa akan digunakan untuk keperluan transportasi umum, pembangkit listrik, dan layanan medis.

Sumber : Reuters/AP


Bung Karno, Pemuda, dan Islam

Pandangan Bung Karno melihat dan menempatkan Islam sebagai pusat daya juang bagi kemajuan Indonesia.

SELENGKAPNYA

Mengelola Pujian

Tergila-gila dengan pujian, sungguh kita telah kehilangan kesadaran diri.

SELENGKAPNYA
×