Petugas saat melakukan ramp check pada pesawat yang akan membawa calon jamaah di Terminal 2F Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (4/6/2022). Garuda Indonesia menyiapkan 7 pesawat berbadan lebar sebagai armada haji yang akan mengangkut 47.915 | Republika/Thoudy Badai

Ekonomi

28 Jun 2022, 09:18 WIB

Garuda Akselerasi Pemulihan Bisnis

Garuda Indonesia akan memaksimalkan pangsa pasar kargo dan ancillary revenue.

 

 

JAKARTA — PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mencoba mengakselerasi pemulihan kinerja bisnisnya. Hal tersebut sejalan dengan disahkannya persetujuan terhadap rencana perdamaian dengan kreditur oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin, (27/6). 

“Momentum ini yang terus kami optimalkan untuk terus memacu pertumbuhan kinerja usaha yang positif, khususnya melalui fokus akselerasi basis kinerja operasional, penyelarasan cost structure perusahaan yang semakin solid terhadap tantangan kinerja ke depannya,” kata Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra, Senin (27/6). 

Irfan menjelaskan, disahkannya persetujuan terhadap rencana perdamaian tersebut menjadi tonggak sejarah baru bagi langkah fundamental Garuda Indonesia dalam menjalankan misi restrukturisasi. Khususnya menjadi entitas bisnis yang semakin sustain dan berdaya saing.

photo
Pekerja Garuda Maintenance Facility (GMF) melakukan pengecekan mesin di Pesawat Garuda Indonesia yang akan digunakan untuk armada haji 1443 H/2022 di Hanggar GMF Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (2/6/2022). - (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/hp.)

“Disahkannya rencana perdamaian ini tentunya menjadi refleksi tersendiri atas optimisme seluruh stakeholder, khususnya kreditur terhadap kiprah kinerja Garuda Indonesia pada masa yang akan datang,” kata Irfan. 

Irfan menambahkan, upaya tersebut sejalan dengan komitmen kami untuk terus bertransformasi menjadi entitas bisnis yang lebih kuat, sehat, dan resilient. Selain itu, juga melakukan akselerasi pemulihan dalam dua sampai tiga tahun ke depan. 

“Bertepatan dengan momentum pemulihan ekonomi nasional serta relaksasi mobilitas masyarakat yang menjadi aspek esensial dalam pemulihan industri aviasi," ujar Irfan. 

Irfan menyebutkan, terdapat sejumlah penyelesaian kewajiban usaha yang tertuang dalam rencana perdamaian dalam proposal perdamaian yang diajukan dalam proses penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU). Ia mengatakan, kewajiban tersebut terkait penyelesaian kewajiban usaha melalui arus kas operasional. 

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Garuda Indonesia (garuda.indonesia)

Selain itu, juga konversi nilai utang menjadi ekuitas, modifikasi ketentuan pembayaran baru jangka panjang dengan periode tenor tertentu. Begitu juga penawaran instrumen restrukturisasi, baik dalam bentuk surat utang baru maupun ekuitas. 

“Skema restrukturisasi yang dijalankan akan menyesuaikan dengan kelompok kreditur yang telah diklasifikasikan berdasarkan nilai kewajiban usaha maupun jenis entitas bisnis masing-masing kreditur," kata Irfan. 

Irfan mengatakan, apa yang sudah dicapai Garuda Indonesia saat ini dengan disetujuinya status PKPU dikarenakan fondasi kepercayaan yang kuat dari kreditur. Begitu juga dengan seluruh pemangku kepentingan lainnya terhadap upaya bersama untuk mencapai solusi terbaik dalam pemenuhan kewajiban usaha Garuda Indonesia terhadap seluruh mitra usahanya. 

“Dengan tercapainya homologasi pada proses PKPU ini, kami terus mengintensifkan langkah melalui sejumlah agenda strategis korporasi untuk mempercepat pemulihan kinerja usaha,” ujar Irfan.

 
Kami terus mengintensifkan langkah melalui sejumlah agenda strategis korporasi untuk mempercepat pemulihan kinerja usaha.
 
 

Termasuk dalam rencana kerja tersebut, kata Irfan, penambahan armada sesuai dengan rencana bisnis yang telah disampaikan dengan berfokus pada aspek profitabilitas kinerja usaha. Hal tersebut juga diselaraskan dengan mengoptimalkan rute penerbangan dengan kinerja positif. 

Irfan menambahakan, Garuda Indonesia juga akan memaksimalkan pangsa pasar kargo dan ancillary revenue. Serta mengintensifkan diskusi bersama pemerintah terkait dukungan penyertaan modal negara (PMN) senilai Rp 7,5 triliun yang akan menjadi bagian dari skema rights issue perusahaan dalam upaya memulihkan operasional penerbangan.

Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Rionald Silaban mengatakan, pencairan PMN usai Garuda Indonesia dinyatakan tidak pailit akan menunggu laporan dari Kementerian BUMN terlebih dahulu. "Itu nanti tinggal Kementerian BUMN menyampaikan ke Ibu Menteri Keuangan dan tim privatisasi," ujar Rionald.

Rionald menjelaskan, penetapan putusan homologasi Garuda Indonesia pada hari ini menunjukkan kreditur telah menyepakati penyelesaian utang perseroan dan disahkan pengadilan. "Itu langkah maju, artinya proposal restrukturisasi atau negosiasinya sudah tetap,” kata Rionald.

photo
Pekerja Garuda Maintenance Facility (GMF) memasangkan nomer kursi di Pesawat Garuda Indonesia yang akan digunakan untuk armada haji 1443 H/2022 di Hanggar GMF Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (2/6/2022). - (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/hp.)

Meski begitu, Rionald belum memastikan berapa besaran PMN yang akan diberikan pemerintah kepada perusahaan pelat merah tersebut karena bergantung pada keputusan bersama DPR. Sebelumnya, Kementerian BUMN menyatakan maskapai penerbangan pelat merah Garuda Indonesia akan melakukan rights issue sebanyak dua tahap untuk memperkuat modal perusahaan tersebut bila proses PKPU bisa mencapai situasi damai.

Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) II Kartika Wirjoatmodjo menilai, dengan disahkannya persetujuan rencana perdamaian PKPU oleh kreditur tersebut diharapkan dapat menjadi basis akselerasi kinerja Garuda Indonesia. Khususnya, untuk terus bergerak adaptif dan agile dalam menjalankan langkah restrukturisasinya.

“Dengan basis cost operasional yang lebih lean serta dukungan dan kepercayaan seluruh stakeholder, utamanya kreditur, kiranya dapat terus mendorong Garuda untuk mengoptimalkan upaya business revival dengan target pemulihan yang terukur,” ujar Kartika. 

Tiko, sapaan akrab Kartika Wirjoatmodjo, memastikan Kementerian BUMN tentunya akan terus mengawal langkah transformasi kinerja yang saat ini terus dioptimalkan manajemen Garuda Indonesia. Khususnya, untuk menjadi entitas bisnis yang semakin sehat dan profitable.

“Dengan outlook industri penerbangan yang akan semakin kompetitif, kami meyakini business plan yang telah disusun Garuda Indonesia dapat terus mendorong langkah penguatan kinerja dengan fokus utama menjadi maskapai penerbangan yang berdaya saing," kata Tiko.


Mahaka Perkuat Transformasi Digital

MCAS Group dan Mahaka Luncurkan Aplikasi Inaya.

SELENGKAPNYA

Bung Karno, Pemuda, dan Islam

Pandangan Bung Karno melihat dan menempatkan Islam sebagai pusat daya juang bagi kemajuan Indonesia.

SELENGKAPNYA

Habibie dan Ekonomi RI

Presiden BJ Habibie menorehkan tinta emas perubahan struktural pemerintah saat situasi sulit.

SELENGKAPNYA
×