ILUSTRASI Memakan makanan yang halal dan baik merupakan salah satu wujud hubungan-baik dengan diri sendiri | DOK PXHERE

Khazanah

24 Jun 2022, 23:43 WIB

Riset: Milenial Sangat Peduli Terhadap Produk Halal

Ada temuan penting yang perlu menjadi catatan soal kebutuhan produk halal bagi milenial

 

 

JAKARTA — Indonesia Halal Training and Education Center (Ihatec) Marketing Research meluncurkan Top Halal Indeks 2022 yang mengangkat tema besar “Persepsi Milenial Indonesia Terhadap Produk Halal”.

Ada temuan penting yang perlu menjadi catatan soal kebutuhan produk halal bagi milenial sebagai generasi dengan jumlah besar dan daya beli yang kuat.

Kepala Divisi Riset Ihatec Marketing Research Fachruddin Putra menyampaikan, riset ini di antaranya menggambarkan tingkat kepentingan label halal dari masing-masing kategori produk yang ada di pasaran. Dalam riset tersebut diketahui, kafe dan restoran memiliki tingkat kepentingan label halal tertinggi, yakni dengan nilai 93 persen.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by IHATEC (infoihatec)

"Kemudian yang kedua adalah makanan dan minuman dengan nilai 92 persen. Artinya, dari angka-angka ini menunjukkan bahwa konsumen milenial kita itu concern sekali terhadap produk halal, terutama yang langsung ready to drink atau ready to eat," ujar dia dalam agenda yang disiarkan secara daring, Rabu (22/6).

Fachruddin mengatakan, kafe dan restoran termasuk kategori produk yang langsung diminum dan dimakan. Sedangkan, makanan dan minuman itu juga masuk kategori yang langsung dikonsumsi. Namun, menurut dia, yang juga perlu diperhatikan ialah pertumbuhan produk fashion dan jasa.

"Fashion dan jasa ternyata juga memiliki tingkat kepentingan label halal di atas rata-rata, yaitu 78 persen dan jasa 76 persen. Ini menjadi peluang yang cukup besar," katanya.

Dalam hal ini, dia melanjutkan, kaum milenial sebagai pemegang keputusan dalam berbelanja sudah mulai memperhatikan pakaian atau produk fashion yang berlabel halal atau terbuat dari bahan halal. Begitu juga produk jasa.

Produk jasa, yaitu berupa perbankan, jasa keuangan seperti leasing atau financing, dan travel halal. Kepentingan label halal pada berbagai produk jasa juga dipertimbangkan oleh kaum milenial dalam memilih produk dan jasa tersebut. "Jadi, ini menjadi pertimbangan yang penting bagi milenial," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Ihatec Evrin Lutfika menyampaikan, kesadaran gaya hidup halal akan terus meningkat. Bahkan, estimasi pertumbuhan sektor halal hingga 2023 juga akan terus mengalami pertumbuhan. Produk pangan diperkirakan tumbuh 43 persen, obat 51 persen, kosmetik 48 persen, fashion 34 persen, dan travel tumbuh 55 persen.

photo
Sejumlah pengunjung menyantap sajian Restoran Batavia di kawasan Ba Dinh, Hanoi, Vietnam, Jumat (13/5/2022). Restoran milik salah satu staf KBRI, Azhar Rizal, yang didirikan sejak 2017 tersebut menjadi satu-satunya tempat makan masakan Indonesia dan menjadi satu rujukan dari beberapa tempat makanan halal di Hanoi bagi para kontingen dan media pers selama SEA Games 2021 Vietnam. - (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

"Hal ini karena populasi Muslim di dunia besar, yaitu 24,9 persen atau 1,9 miliar dari total penduduk dunia. Sedangkan, populasi Muslim di Indonesia sebanyak 87 persen," kata dia.

Evrin menjelaskan, sumber daya manusia (SDM) tentu tidak cukup sebagai pilar ekosistem halal. Sebab, juga ada konsumen yang berpengaruh terhadap besarnya pertumbuhan produk pangan halal, terutama dari generasi milenial yang memiliki jumlah besar dengan daya beli yang kuat.

Karena itu, Evrin menuturkan, untuk mendukung ekosistem halal dan mewujudkan Indonesia sebagai pusat industri halal dunia pada 2024, Ihatec mengembangkan unit bisnis baru, yaitu Ihatec Marketing Research.

Unit ini merupakan perusahaan marketing research di bidang halal pertama di Indonesia. Sebelumnya, memang sudah banyak perusahaan marketing research, tapi belum ada yang spesifik di bidang halal.


Peta Dunia Karya Monumental Al-Idrisi

Dalam membuat peta dunia, sang ilmuwan Muslim didukung Raja Roger II.

SELENGKAPNYA

Al-Idrisi Sang Perintis Peta Dunia

Muhammad al-Idrisi membuat peta dunia pertama yang begitu informatif yang sudah selesai dikerjakan pada 1154.

SELENGKAPNYA

Islam di Negeri Alpen

Komunitas Muslim menjadi bagian dari dinamika dan masyarakat Swiss.

SELENGKAPNYA
×