Petugas membantu jamaah haji mengaktivasi paket operator telepon mereka di konter provider asli Indonesia di Amjaad Al Garaa Hotel, Madinah, Arab Saudi, Ahad (19/6/2022). | Republika/A Syalaby Ichsan

Jurnal Haji

25 Jun 2022, 03:52 WIB

1.001 Cara Menghubungi Keluarga di Tanah Air

Jamaah seperti Sofyan membutuhkan perangkat komunikasi untuk melepas kerinduan kepada keluarga.

OLEH A SYALABY ICHSAN

Sofyan Mangunsong (55) terlihat sibuk di depan konter provider asli Indonesia di Amjaad Al Garaa Hotel, Madinah, Arab Saudi, Ahad (19/6). Dia mengotak-atik layar ponselnya di depan petugas konter untuk membuktikan bahwa telepon tersebut belum bisa menghubungi keluarga di Tanah Air.

Padahal, Sofyan sudah membeli paket layanan data lanjutan (roaming) internasional sejak berada di Indonesia. Jamaah asal Kloter Medan (MES/KNO-6) ini meminta petugas provider pelat merah itu bisa mengatur agar paket data miliknya bisa segera digunakan. 

Telepon genggam jamaah asal Sumatra Utara yang sudah tiga hari berada di Madinah itu belum berhasil menghubungi sanak familinya. Dia pun terpaksa meminjam telepon rekan serombongannya untuk berkomunikasi ke keluarga di Tanah Air. Cara lainnya, Sofyan menggunakan jaringan Wi-Fi di hotel tempatnya menginap.

“Saya kemudian disuruh datang ke petugas yang ada di Sektor 2 ini. Lumayan harus jalan jauh,” ujanya saat diwawancara Tim MCH di Madinah, Ahad.

photo
Sejumlah jemaah haji yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) pertama debarkasi Surabaya, menghubungi kerabatnya saat tiba di Bandara Internasional Juanda, Surabaya, Senin (22/11). Sebanyak 449 jemaah haji asal Jawa Timur yang berasal dari kota Mojokerto, Madiun dan Surabaya menggunakan pesawat Garuda Indonesia Airlines. - (ANTARA/M Risyal Hidayat)

Beruntung, petugas di konter tersebut segera mengaktivasi paket Sofyan sehingga kedatangannya ke konter tersebut tidak sia-sia.

Berdasarkan pantauan Republika, cukup banyak jamaah mengeluhkan sulitnya mengaktivasi kuota roaming internasional saat tiba di Tanah Suci. Ada juga jamaah yang memang baru memegang telepon seluler. 

Sebagian jamaah kerap gagal dalam melakukan aktivasi. Tak jarang, petugas PPIH Arab Saudi harus melayani permintaan jamaah tersebut. Ada yang berhasil, terkadang gagal. 

Jamaah seperti Sofyan membutuhkan perangkat komunikasi untuk melepas kerinduan kepada keluarga. Apalagi, mereka akan berada di Tanah Suci selama 42 hari. Meski ada beberapa provider lokal yang menawarkan kartu perdana gratis dan paket lebih murah, Sofyan lebih memilih tetap menggunakan nomor dari Indonesia. 

Selain lebih mudah, Sofyan mengaku, tak mengerti cara membeli nomor baru di Arab Saudi. “Kebetulan saya sudah dibelikan paket oleh keluarga di Indonesia. Mudah-mudahan cukup sampai akhir haji nanti,” ujarnya.

photo
Seorang calon haji (calhaj) menelpon keluarganya sebelum diberangkatkan ke Bandara Haluoleo Sultra di asrama haji Kendari, Rabu (19/7). Sebanyak 1852 calhaj pemberangkatan pertama asal Sulawesi Tenggara, yang tergabung dalam kloter 25 Embarkasi Hasanuddin itu selanjutnya akan menjalani pemeriksaan dan pembenahan lebih lanjut di Makassar, Sulsel. ANTARA/Zabur Karuru - (ANTARA/Zabur Karuru)

Opsi berbeda diambil Muhammad Alfian. Jamaah asal Pontianak, Kalimantan Barat, ini mengaku hendak menambah kartu SIM ponselnya dengan provider lokal dari Saudi. Selain harganya murah, Alfian tergiur dengan tawaran gratis kartu perdana dari provider tersebut. 

Menurut dia, menggunakan kartu lokal lebih murah dan mudah untuk menelepon jika dibandingkan pakai kartu Indonesia. “Saya beli untuk berkomunikasi selama di Arab saja. Untuk paketnya juga bisa memilih. Saya beli yang 75 riyal (Rp 300 ribu). Mudah mudahan bisa cukup selama di sini,” kata Alfian.

Namun, Alfian tidak bisa menikmati beberapa layanan layaknya yang tersedia di provider Tanah Air, seperti Whatsapp Call dan Whatsaap Video Call. Dia harus menempuh cara lebih rumit ketimbang membeli provider Tanah Air. 

Sidik jarinya harus dipindai petugas provider tersebut. Tak hanya itu, Alfian juga mesti memperlihatkan identitas diri berupa nomor paspor untuk diinput ke dalam data provider. 

Menurut Suseno Hadi, salah seorang mitra kerja sebuah operator Tanah Air di Madinah, banyak jamaah yang belum mengerti teknis penggunaan telepon di luar negeri. Untuk itu, dia menyarankan, sebelum keberangkatan, bisa menghubungi operator selulernya untuk membuka roaming sehingga jamaah bisa langsung menggunakan paketnya di Saudi.

Untuk itu, dia menempatkan petugas di Sektor 2 yang bisa membantu melayani jamaah dalam aktivasi paket data tersebut. “Biasanya setelah di-refresh semuanya normal,” kata dia. 

Menurut dia, jamaah tidak perlu khawatir komunikasi akan terganggu. Sebab, jika jaringan tidak bagus maka otomatis akan mencari jaringan lain yang lebih baik.


Puluhan Paspampres Bersenjata Lengkap Kawal Jokowi di Kiev

Paspampres menyiapkan tim penyelamatan yang biasanya saat kegiatan tertentu tidak diikutsertakan.

SELENGKAPNYA

Gempita Holding Industri Pertahanan

Industri pertahanan nasional mampu menopang dimensi ekonomi satu negara.

SELENGKAPNYA

Selamat Datang, Ronaldinho!

Ronaldinho dijadwalkan akan mendarat di Indonesia pada Jumat (24/6) hari ini.

SELENGKAPNYA
×