Wakil Ketua Umum MUI KH Marsudi Syuhud (kedua dari kanan) menerima tamu dari Rusia yang dipimpin mufti besar Rusia, Albir Krganov (kedua dari kiri) di kantor MUI Pusat, Jakarta, Jumat (17/6). | tampilan layar Youtube/MUI

Khazanah

21 Jun 2022, 09:44 WIB

MUI Jajaki Kerja Sama dengan Pengusaha Muslim Rusia

Pengusaha Rusia bisa menjalin kerja sama dengan Inkopontren dan Komisi Ekonomi MUI.

JAKARTA — Majelis Ulama Indonesia (MUI) menerima tamu dari Rusia yang dipimpin mufti besar Rusia, Albir Krganov. Dalam pertemuan tersebut, MUI menjajaki peluang kerja sama dalam bidang usaha atau ekonomi dengan para pengusaha Muslim Rusia.

Wakil Ketua Umum MUI KH Marsudi Syuhud mengatakan, tujuan utama kedatangan mufti besar Rusia beserta rombongannya, yakni para pengusaha, adalah silaturahim. “Insya Allah dari silaturahim akan menjadi silatul fikri, kemudian menjadi silatul amal,” kata Kiai Marsudi saat menyambut kedatangan mufti besar Rusia di kantor MUI Pusat, Jakarta, Jumat (17/6).

"Saya sendiri sudah beberapa kali datang ke Rusia. Saya diminta untuk berbicara tentang ekonomi Islam di Rusia. Saya sudah kelilingi Rusia," ujar dia.

Kiai Marsudi mengatakan, pertemuan MUI dan delegasi mufti besar Rusia ini diinisiasi oleh Induk Koperasi Pondok Pesantren (Inkopontren), Diharapkan, pengusaha Rusia bisa menjalin kerja sama dengan Inkopontren dan Komisi Ekonomi MUI.

Kiai Marsudi mengaku sangat bahagia jika usaha dan kerja sama tersebut dapat terwujud. Untuk itu, ia mengucapkan terima kasih kepada mufti besar Rusia dan rombongannya yang telah datang ke MUI dengan maksud baik.

Ulama Nahdlatul Ulama ini menambahkan, MUI adalah tempat atau rumah besar dari seluruh organisasi keislaman di Indonesia. MUI mempunyai kantor dari pusat sampai daerah.

"Itu menurut saya memudahkan untuk bisa kerja sama ekonomi di pusat dan masing-masing daerah," ujar Kiai Marsudi.

 

Di tempat yang sama, Ketua Umum Inkopontren Mohamad Sukri mengatakan, pihaknya ingin membangun komunitas kerja sama dengan pengusaha-pengusaha Muslim di Rusia. Kerja sama tersebut bisa dilakukan di bidang perdagangan, pertambangan, pengembangan sumber daya manusia, dan lain sebagainya.

"Paling penting adalah kita ingin memanfaatkan momentum yang terjadi di sana dari sisi ekonominya. Kita tidak usah terjebak politik dalam negeri mereka Rusia-Ukraina, itu bukan urusan kami. Kita urusannya bisnis," ujar Sukri.

Krganov dalam pertemuannya dengan MUI menjelaskan kondisi umat Islam di Rusia. Ia mengatakan, struktur dari organisasi Islam di Rusia cukup mirip dengan yang ada di Indonesia. Di Indonesia, ada Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama, di Rusia juga ada organisasi Islam seperti itu.

"Mereka semua (organisasi Islam di Rusia) kerja sama melaksanakan kegiatan mengenai pendidikan dan kegiatan keislaman yang lain," kata Krganov.


Presiden: Segera Kendalikan Harga Bahan Pokok

Mendag menargetkan dapat menyelesaikan persoalan minyak goreng dalam waktu satu bulan.

SELENGKAPNYA

WHO Tegaskan Pandemi Belum Usai 

Negara anggota G-20 telah merintis adanya dana perantara keuangan atau financial intermediary fund (FIF) untuk mengantisipasi pandemi pada masa mendatang.

SELENGKAPNYA

Wira-wiri Petugas di Bir Ali

Jamaah laki-laki siap dengan dua lembar kain ihram masing-masing.

SELENGKAPNYA
×