Produk Halal diperlihatkan saat konferensi pers Indonesia Industrial Moslem Exhibition (ii-motion) di Jakarta, Selasa (25/5/2021). | Tahta Aidilla/ Republika

Kabar Utama

17 Jun 2022, 03:05 WIB

Kongres Halal Hasilkan Sembilan Resolusi 

Resolusi pertama yang dihasilkan KHI 2022 adalah meningkatkan percepatan pengembangan industri halal dan pariwisata halal.

JAKARTA -- Kongres Halal Internasional (KHI) 2022 yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada 14-15 Juni menghasilkan sembilan resolusi halal. Resolusi yang dihasilkan bukan hanya untuk memajukan sektor halal di dalam negeri, tapi juga di dunia. 

KHI 2022 diikuti para pemangku kepentingan dari puluhan negara. Pada Rabu (15/6), Wakil Presiden Kiai Ma'ruf Amin, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno juga hadir menyampaikan pidato terkait pengembangan industri dan pariwisata halal. 

Resolusi pertama yang dihasilkan KHI 2022 adalah meningkatkan percepatan pengembangan industri halal dan pariwisata halal. "Industri halal dan pariwisata halal jadi pilar penting pertumbuhan ekonomi nasional dan global pasca-pandemi," kata Sekretaris Steering Comittee KHI 2022 Rofiqul Umam Ahmad dalam penutupan Kongres Halal Internasional 2022, Rabu (15/6) malam. 

Langkah tersebut dilakukan melalui gerakan bersama untuk menjadikan Indonesia sebagai produsen halal terkemuka dunia mulai 2024. Indonesia juga diharapkan dapat menempati peringkat pertama sektor makanan halal di Global Islamic Economic Index pada 2023, menempati rangking pertama Global Muslim Travel Index pada 2023, serta mencapai peringkat 10 besar dalam wisata ramah Muslim di Global Islamic Economy Report 2023.

Resolusi selanjutnya, mewujudkan proses sertifikasi halal yang mudah, murah, profesional, berintegritas, termasuk menjunjung etika. Seluruh peserta kongres disebut mendukung sertifikasi halal sesuai standar Syariah Governance, yaitu fatwa MUI.

Fatwa MUI disebut telah memiliki standar mutu internasional bagi lembaga sertifikasi halal, sehingga bisa meningkatkan keterterimaan produk halal dalam perdagangan global.

Ketiga, peserta kongres bersepakat melakukan gerakan bersama antara pemerintah dan masyarakat dalam peningkatan pembinaan, penilaian dan pengawasan terhadap kompetensi dan profesionalisme tata kelola sertifikasi halal tingkat nasional dan internasional.

"Resolusi keempat yaitu meningkatkan kompetensi sumber daya manusia melalui pengembangan kurikulum berorientasi pasar industri halal dan pariwisata halal di semua jenjang pendidikan," katanya. 

Penguatan kolaborasi dan sinergi anatr unsur supply dalam ekosistem halal juga menjadi salah satu resolusi KHI 2022. Kolaborasi terdiri atas partisipasi masyarakat, industri halal, commercial finance, dan social finance.

Rofiqul mengatakan, tujuan sinergi tersebut untuk memperoleh konektivitas dan dependency yang kuat, peningkatan nilai tambah dan mengaakselerasi tumbuhnya produk halal yang kompetitif, berorientasi pasar nasional dan ekspor.

Selanjutnya, mendorong inovasi dan tumbuhnya sektor ekonomi kreatif yang adaptif terhadap teknologi digital di setiap tahapan halal value chain. Langkah ini diambil untuk mempercepat dan menguatkan integritas unsur ekosistem industri halal dan ekonomi keuangan syariah.

Ketujuh, mendorong adanya insentif yang memadai bagi pelaku usaha industri halal, termasuk UMKM dan kawasan industri halal. Tujuannya, untuk merangsang pertumbuhan produk berorientasi ekspor dan pelaku industri pariwisata halal.

"Delapan, mendorong percepatan perkembangan wisata halal dengan mempertahankan inklusifitas sebagai arus utama tujuan wisata, untuk berbagai wisatawan melalui aksi strategis dan komprehensif oleh pemangku kepentingan (akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah dan media)," ucap Rofiqul Umam.

Upaya itu dilakukan dengan menggunakan tolok ukur global dan praktik unggulan dalam industri pariwisata, khususnya industri pariwisata halal. Tujuannya agar tercipta pariwisata halal yang berkelanjutan secara nasional dan global.

Resolusi terakhir,  mendorong fatwa MUI sebagai rujukan standar halal global dalam rangka harmonisasi standar. Sehingga, peningkatan pertumbuhan perdagangan produk halal dan pariwisata halal dapat terus meningkat.

photo
Pengunjung melihat produk-produk yang dijual disalah satu stand pada acara Muslim Life Fair 2022 di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (25/3/2022). - (Prayogi/Republika.)

Ketua MUI Bidang Fatwa KH Asrorun Ni'am Sholeh berpendapat, produk halal mampu memberikan kekuatan di dalam kehidupan masyarakat karena memberikan perlindungan keagamaan dan memberikan nilai tambah secara ekonomi. Penilaian tersebut disampaikan Asrorun Niam di Sungailiat, Bangka Belitung, Kamis (16/6) saat membuka rapat koordinasi Lembaga Pengkajian Pangan Obat-Obatan dan dan Kosmetika (LPPOM) MUI tahun 2022.

Ia mengatakan, Indonesia dengan penduduk mayoritas Muslim dan memiliki banyak tujuan objek wisata, perlu mengembangkan destinasi wisata halal agar secara teknis layak dikunjungi bagi wisatawan Muslim yang patuh kepada aturan keagamaan. "Wisata halal menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung karena memberikan ruang alternatif jenis-jenis layanan wisatawan," kata dia.

Sebagai gambaran, di Italia yang mayoritas penduduknya beragama Katolik, pemerintah negara itu justru menyerap dan menyesuaikan prinsip wisata dan mendorong produk halal, termasuk restoran halal. "Produk halal menjadi gaya hidup dan menjadi tuntutan hidup masyarakat Muslim khususnya, sehingga perlu dilakukan dakwah halal lebih luas," jelasnya.

Dakwah halal bertujuan membangun kesadaran masyarakat atau pengusaha karena di dalamnya ada sisi ekonomi yang berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan. Negara lainnya seperti Malaysia, saat ini gencar memfasilitasi turis Muslim dengan wisata halal. 

Dia menekankan, pengarusutamaan produk dan jasa halal bukan hanya untuk kepentingan sektoral umat Islam, melainkan kepentingan pemberian nilai tambah ekonomi yang memperluas spektrum layanan calon pengguna.

Wakil Ketua Umum MUI  KH Marsyudi Syuhud berharap sembilan resolusi Kongres Halal Internasional 2022 bisa membumi dan berjalan sesuai harapan. "Saya yakin, yang membumikan produk-produk halal, jasa-jasa halal adalah orang-orang yang berkumpul di area ini. 30 tahun yang lalu telah dibahas semacam ini, dan hari ini sudah ada bank syariah," ujarnya.

Kiai Marsyudi mengatakan, produk-produk yang masuk ke MUI untuk meminta sertifikat halal mencapai ratusan setiap hari. Artinya, kepedulian pelaku usaha dan masyarakat akan produk halal terus berkembang.

Ia juga meyakini, resolusi yang telah disepakati bersama tersebut akan terlaksana. "Karena halal adalah kebutuhan bersama, tidak hanya kebutuhan umat Islam," katanya.


Dilema Moral Penyimpangan Seksual

Dalam konteks moral, ada dua argumen utama, yang dijadikan kelompok pro LGBT.

SELENGKAPNYA

Nafs Muthma’innah

Manusia memiliki struktur jiwa yang kompleks dan berlapis-lapis.

SELENGKAPNYA

Peruri kembali Cetak 1 Juta Paspor Sri Lanka

Peruri juga mencetak uang kertas Nepal, prangko Nepal, pita cukai Nepal, prangko Filipina, dan uang kertas Peru.

SELENGKAPNYA
×