Menlu Israel Minister Yair Lapid selepas KTT Negev di Sde Boker, Israel, Senin (28/3/2022). | AP/Jacquelyn Martin/Pool AP

Internasional

17 Jun 2022, 03:45 WIB

Israel Bidik Saudi dan Indonesia

Saat ini Saudi sudah mengizinkan udaranya dilalui penerbangan Israel ke UEA dan Bahrain.

TEL AVIV -- Menteri Luar Negeri Israel, Yair Lapid, pada Rabu (15/6) kembali mengatakan, dia melakukan kontak dengan rekan-rekannya dari tiga negara yang akan membuka hubungan diplomatik dengan Tel Aviv. Dia menyebutkan, Arab Saudi dan Indonesia ada dalam daftar target Israel tersebut.

“Ada beberapa daftar negara yang menjadi target, Saudi adalah yang pertama, bersama dengan negara lain seperti Indonesia," kata Lapid, dilansir Middle East Monitor, Kamis (16/6).

Gedung Putih mengumumkan rencana kunjungan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden ke Israel, Tepi Barat, dan Arab Saudi pada Juli mendatang. Lapid berharap kunjungan Biden ke Timur Tengah untuk membantu menormalkan hubungan Tel Aviv dengan Arab Saudi.

“Fakta bahwa Presiden (Biden) akan terbang langsung dari sini (Israel) ke Arab Saudi mungkin menandakan bahwa ada keterkaitan antara kunjungan dan upaya meningkatkan hubungan,” kata Lapid.

Ketika ditanya apakah akan ada pejabat Israel yang ikut dalam pesawat ketika Biden bertolak ke Saudi, Lapid mengatakan, dia tidak mengetahui hal tersebut. Tapi dia berkelakar dengan mengatakan, "Air Force One adalah pesawat besar, mungkin kita akan menyembunyikan seseorang di kamar mandi."

Israel dan Arab Saudi tidak memiliki hubungan diplomatik resmi. Tetapi keduanya telah berbagi hubungan keamanan rahasia dalam hal perseteruan dengan Iran. Saudi telah lama dikabarkan menjadi salah satu negara Arab yang mempertimbangkan untuk membuka hubungan diplomatik dengan Israel.

Para pemimpin Israel telah lama mengatakan bahwa mereka ingin memperluas hubungan diplomatik dengan negara-negara Arab. Sebelumnya, empat negara Arab yaitu Bahrain, Sudan, Maroko, dan Uni Emirat Arab (UEA) telah menormalisasi hubungan dengan Israel di bawah Kesepakatan Abraham yang diinisiasi oleh pemerintahan mantan presiden AS, Donald Trump. Pada 2020, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan terbang ke Arab Saudi untuk bertemu dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Raja Salman telah lama mendukung Palestina untuk mendirikan negara merdeka yang mencakup wilayah Tepi Barat, Jalur Gaza, dan Yerusalem timur. Berdasarkan konsensus internasional, batas negara ini mengacu pada sebelum perang 1967. Kerajaan Saudi mendukung solusi dua negara untuk mengakhiri konflik Israel dengan Palestina.

Pada sisi lain, Arab Saudi telah mengizinkan penerbangan antara Israel dan sejumlah negara Teluk untuk melintasi wilayah udaranya. Izin penerbangan ini memotong jarak tempuh penerbangan dari dan ke Israel di kawasan tersebut.

Wilayah udara Saudi saat ini hanya terbuka untuk perusahaan Israel, ketika terbang dari dan ke UEA serta Bahrain. Hal ini sesuai dengan Kesepakatan Abraham, yang menjadi landasan bagi normalisasi sejumlah negara Arab dengan Israel. Perusahaan India Air India juga memiliki izin khusus untuk penerbangan dari dan ke Israel dengan melewati wilayah udara Saudi.

Pekan lalu, Menteri Transportasi Israel Merav Michaeli mengungkapkan, ada upaya pembicaraan yang sedang dikerjakan untuk menormalkan hubungan dengan Arab Saudi. Salah satunya mengenai penerbangan pesawat Israel di atas wilayah Saudi.

photo
(Dari kiri ke kanan) Menteri Luar Negeri BahrainAbdullatif bin Rashid al-Zayani, Menlu Mesir Sameh Shoukry, Menlu Israel Minister Yair Lapid, Menlu Amerika Serikat Antony Blinken, Menlu Maroko Nasser Bourita, dan Menlu Uni Emirat Arab Sheikh Abdullah bin Zayed Al Nahyan, berpose selepas KTT Negev di Sde Boker, Israel, Senin (28/3/2022). - (AP/Jacquelyn Martin/Pool AP)

"Pekerjaan sedang berlangsung dengan Arab Saudi mengenai penerbangan pesawat Israel di atas wilayahnya, yang dapat mengurangi waktu penerbangan sebagai bagian dari proses normalisasi," ujar Michaeli, dilansir Middle East Monitor.

Harian Israel Hayom mengungkapkan bahwa, Arab Saudi akan membuka wilayah udaranya untuk maskapai penerbangan Israel. Hal ini merupakan "kabar baik" bagi ribuan orang Israel dan industri penerbangan lokal. "Semuanya diperkirakan akan segera berubah," kata laporan Israel Hayom.

Indonesia

Israel berulang kali menyebut keinginannya untuk normalisasi dengan Indonesia. Niatan ini juga pernah diungkap Lapid pada akhir Januari. Sebaliknya, Indonesia juga terus menekankan dukungan pada kemerdekaan Palestina.

“Dukungan Indonesia untuk keadilan dan kemerdekaan Palestina tidak berubah,” kata Teuku kepada Republika, 26 Januari lalu.

Soal normalisasi hubungan dengan Israel, menurut Teuku sikap dan posisi Indonesia sudah jelas. Sebelum hal itu terjadi, Palestina harus terlebih dulu memperoleh kemerdekaan berdasarkan kesepakatan solusi dua negara dan merujuk pada beragam resolusi PBB berikut parameternya. “Hal ini yang terlebih dahulu ingin dipastikan Indonesia sebelum membicarakan hal-hal lainnya,” ujar Teuku saat itu. 

Sumber : Reuters/Associated Press


Mitsubishi Gelar Roadshow di 12 Kota

Mitsubishi Motors dan Nissan Motor meluncurkan kendaraan listrik ringan pertama mereka yang dikembangkan bersama.

SELENGKAPNYA

Dilema Moral Penyimpangan Seksual

Dalam konteks moral, ada dua argumen utama, yang dijadikan kelompok pro LGBT.

SELENGKAPNYA

Nafs Muthma’innah

Manusia memiliki struktur jiwa yang kompleks dan berlapis-lapis.

SELENGKAPNYA
×