Prajurit Rusia berjalan melintasi reruntuhan pabrik baja di Azovstal, Mariupol, Ukraina, Senin (13/6/2022). | AP/AP

Internasional

15 Jun 2022, 03:45 WIB

Menlu RI: Ukraina adalah Contoh Masalah Dunia

Perang Rusia-Ukraina menimbulkan dampak geopolitik dan geoekonomi ke berbagai negara.

PRAHA -- Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi mengatakan, perang Rusia-Ukraina menimbulkan dampak geopolitik dan geoekonomi ke berbagai negara, termasuk di Indo-Pasifik. Menurutnya, yang terjadi di Ukraina hanya contoh dari masalah serius yang dihadapi dunia.

Maka Retno kembali menekankan pentingnya menjaga stabilitas, perdamaian, dan kemakmuran di kawasan Indo-Pasifik. Hal ini ia katakan dalam pertemuan kedua High Level Dialogue on the Indo-Pacifik di Praha, Republik Ceska, Senin (13/6) waktu setempat.

"Saya sampaikan kembali dua hal penting untuk menjaga stabilitas, perdamaian dan kemakmuran di kawasan Indo-Pasifik, yaitu pentingnya membangun paradigma positif serta pentingnya mendorong sinergi di antara inisiatif-inisiatif konsep Indo-Pasifik yang terbuka," ujar Retno dalam keterangan pers secara virtual, Selasa (14/6).

Menurut Retno, isu Ukraina menunjukkan kelemahan arsitektur kawasan pasca-Perang Dingin yang kental dengan pendekatan pembendungan. Selain itu, perang juga mengingatkan para pihak di negara-negara di dunia dapat mengelola potensi konflik dengan lebih baik di kawasan.

"Di dalam High-Level Dialogue tersebut saya tekankan bahwa perdamaian dan stabilitas tidak dapat tiba-tiba terjadi. Hal ini harus terus diupayakan dan ditumbuhkembangkan," kata Retno.

Untuk itu, Retno menawarkan tiga formula untuk mewujudkan keamanan dan stabilitas di kawasan Indo-Pasifik. Pertama, lanjutnya, semua pihak harus menegakkan Piagam PBB dan hukum internasional.

Kedua, yakni pentingnya menciptakan arsitektur kawasan yang inklusif. Semisal di ASEAN, negara-negaranya terus berusaha membangun paradigma kolaborasi sebagai pemandu dalam pembentukan arsitektur kawasan. Organisasi PBB kawasan Asia Tenggara ini membuka kerja sama dengan semua negara.

Ketiga, Retno menyampaikan bahwa kerja sama nyata harus dikedepankan. Retno kembali mencontohkan bahwa ASEAN Outlook on the Indo-Pacific menawarkan kerja sama konkret. Kerja sama itu meliputi empat bidang, yaitu maritim, konektivitas, Agenda Pembangunan Berkelanjutan, dan kerja sama ekonomi terutama perdagangan dan investasi.

"Saya garis bawahi bahwa empat bidang kerja sama tersebut mewakili kepentingan semua negara di kawasan yang dapat menyatukan dan tidak memecah belah kepentingan bersama," katanya.

Gudang senjata

Sementara, kantor berita RIA melaporkan senjata artileri Rusia menghancurkan gudang senjata di wilayah Chernihiv, Ukraina dengan rudal jelajah Kalibr. Media Rusia itu mengutip Kementerian Pertahanan Rusia. Pada Selasa (14/6) kantor berita TASS melaporkan pasukan pertahanan udara Rusia menembak jatuh pesawat tempur MiG-29 dan helikopter Mi-24 Ukraina.

Sebelumnya dilaporkan Ukraina membutuhkan persediaan Howitzer, pesawat nirawak, tank, dan persenjataan berat lainnya "untuk mengakhiri perang," kata seorang penasihat Presiden Volodymyr Zelenskyy pada Senin (13/6).

photo
Tentara Ukraina mencoba senjata antitank NLAW dalam latihan perang di Donetsk beberapa waktu lalu. - (AP/Vadim Ghirda)

“Bersikap lugas – untuk mengakhiri perang kita membutuhkan peralatan senjata berat: 1.000 Howitzer kaliber 155 mm; 300 MLRS; 500 tank; 2000 kendaraan lapis baja; 1.000 drone. Pertemuan Menteri Pertahanan Grup Kontak diadakan di Brussels pada 15 Juni. Kami menunggu keputusan," tulis Mykhailo Podolyak di Twitter.

Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Lloyd Austin akan menjadi tuan rumah pertemuan langsung Kelompok Kontak Pertahanan Ukraina di markas NATO di Belgia pada Rabu. Ukraina telah berulang kali menyatakan kebutuhannya akan persenjataan berat untuk mempertahankan negaranya.

Lebih dari 4.390 warga sipil telah tewas di Ukraina, termasuk setidaknya 1.120 wanita dan 102 anak perempuan, sementara lebih dari 14 juta orang terpaksa meninggalkan rumah mereka, termasuk lebih dari 7,3 juta yang telah melarikan diri ke negara lain. 


'Investasi Telkomsel ke GoTo tak Langgar Kode Etik'

Tak ada catatan kerugian dari nilai investasi Telkomsel di GoTo jika mengacu pada harga saham.

SELENGKAPNYA

Meliput di Masa tak Mudah

Di pasar-pasar, harga cabai, bawang, teluar ayam, daging, dan sejumlah komoditas lainnya melonjak tajam.

SELENGKAPNYA
×