Warga Palestina mengarak jenazah Bilal Kabaha dalam prosesi pemakaman di Tepi Barat, Kamis (2/6/2022). Kabaha dibunuh saat menghalangi pasukan Israel mengancurkan rumah warga Palestina di wilayah Yabed. | AP/Majdi Mohammed

Internasional

09 Jun 2022, 03:45 WIB

Komisi PBB: Israel tak Berniat Akhiri Pendudukan Palestina

Kemlu Israel memprotes laporan yang dirilis komisi penyelidikan Dewan HAM PBB.

OLEH KAMRAN DIKARMA

Sebuah komisi penyelidik yang ditunjuk Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB tahun lalu untuk menyelidiki penyebab siklus kekerasan di wilayah Israel-Palestina telah merilis penemuannya. Komisi tersebut adalah Commission of Inquiry (COI).

Dalam laporannya, mereka mengungkapkan, pendudukan Israel dan diskriminasi terhadap warga Palestina menjadi pemicu utama kekerasan tak berkesudahan di wilayah tersebut. Israel pun disebut tak memiliki niat mengakhiri pendudukan.

“Mengakhiri pendudukan tanah oleh Israel tetap penting dalam mengakhiri siklus kekerasan yang terus menerus,” kata tim penyelidik tersebut dalam laporannya yang dirilis pada Selasa (7/6), dikutip laman the Globe Post.

Laporan setebal 18 halaman itu terutama berfokus pada evaluasi panjang investigasi, laporan, dan keputusan PBB di masa lalu tentang situasi tersebut serta bagaimana dan jika temuan itu diimplementasikan.

Navi Pillay, mantan kepala hak asasi PBB asal Afrika Selatan yang menjadi ketua tim penyelidik mengungkapkan, rekomendasi dalam laporan-laporan sebelumnya “sangat diarahkan ke Israel”.

“Ini adalah indikator sifat konflik yang asimetris dan realitas satu negara menduduki negara lain,” ucap Pillay.

Menurut Pillay, para penyelidik menyatakan, rekomendasi yang telah dirilis sebelumnya diabaikan atau sangat tidak dilaksanakan. Hal itu merujuk pada seruan untuk memastikan pertanggungjawaban atas pelanggaran Israel terhadap hukum internasional, termasuk penembakan roket oleh kelompok bersenjata Palestina.

“Kurangnya implementasi ini ditambah dengan rasa impunitas, bukti jelas bahwa Israel tidak memiliki niat untuk mengakhiri pendudukan, dan diskriminasi yang terus-menerus terhadap warga Palestina yang terletak di jantung berulangnya pelanggaran sistematis di Wilayah Pendudukan Palestina, termasuk Yerusalem Timur, dan Israel,” kata Pillay.

Kementerian Luar Negeri Israel telah mengkritik dan memprotes laporan yang dirilis komisi penyelidikan Dewan HAM PBB. Tel Aviv menilai laporan itu bersifat sepihak dan dinodai dengan kebencian terhadap negara Israel. Mereka pun berpendapat, laporan komisi tersebut turut disusun berdasarkan bias ekstrem anti-Israel di Dewan HAM PBB.

COI dibentuk Dewan HAM PBB tahun lalu, tepatnya setelah Israel terlibat pertempuran selama 11 hari dengan Hamas di Gaza pada Mei 2021. Pertempuran itu menyebabkan 260 warga Palestina di Jalur Gaza meninggal. Sementara Israel melaporkan 13 kematian akibat serangan Hamas.

COI merupakan investigasi tingkat tertinggi yang dapat diperintahkan Dewan HAM PBB. COI yang dibentuk pasca pertempuran Israel-Hamas tahun lalu merupakan penyelidikan kesembilan yang telah diperintahkan ke dalam pelanggaran hak di wilayah Palestina.

Namun COI terbaru menjadi yang pertama ditugaskan untuk mengkaji pelanggaran sistematis oleh Israel. Ia pun menjadi yang pertama ditugaskan memeriksa akar penyebab konflik Israel-Palestina. 

Sumber : Reuters


Kurban Atas Nama Perusahaan, Bagaimana Hukumnya?

Apakah kurban atas nama perusahaan hanya sebagai sedekah atau ibadah kurban?

SELENGKAPNYA

Energi Bersih Kepentingan Bersama Australia dan Indonesia

Wawancara khusus dengan Menteri Industri dan Sains Australia Ed Husic

SELENGKAPNYA

Erick Thohir Targetkan Dividen BUMN Rp 50 Triliun

Kementerian BUMN juga berhasil menekan utang dan modal BUMN hingga ke 35 persen .

SELENGKAPNYA
×