Perdana Menteri Israel Naftali Bennett bertelepon di sela penentualn legalitas pemukiman Yahudi di Tepi Barat di parlemen Israel, Senin (6/6/2022). | AP/Maya Alleruzzo

Internasional

08 Jun 2022, 03:45 WIB

Saudi dan Israel Dilaporkan Mulai Dialog

Arab Saudi dilaporkan telah terlibat pembicaraan dengan Israel

RIYADH – Arab Saudi dilaporkan telah terlibat pembicaraan dengan Israel mengenai peningkatan hubungan ekonomi serta “pengaturan keamanan”. Kabar itu muncul di tengah mencuatnya isu tentang kemungkinan kedua negara melakukan normalisasi diplomatik.

The Wall Street Journal, dalam laporannya pada Senin (6/6) dengan mengutip beberapa pejabat Israel dan Saudi mengatakan, saat ini kedua negara tidak lagi membahas “jika normalisasi terjadi”. Namun, pembahasan adalah kapan mereka secara terbuka meningkatkan hubungan mereka.

Salah seorang sumber mengungkapkan, pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden membantu menengahi kesepakatan agar pesawat komersial Israel dapat memperluas akses ke wilayah udara Saudi. Sementara Saudi ingin menguasai dua pulau strategis di Laut Merah.

Saudi telah berulang kali menegaskan, mereka tidak akan melakukan normalisasi diplomatik dengan Israel sebelum Palestina memperoleh kemerdekaan. Namun, pejabat Saudi menjelaskan kepada the Wall Street Journal bahwa dukungan untuk Palestina tidak lagi merupakan kesimpulan yang sudah pasti.

photo
Anggota milisi Brigade Izzedine al-Qassam yang merupakan sayap militer Hamas berbaris di Jalur gaza pada 2021 lalu. - (AP/Adel Hana)

Menurut sang pejabat, banyak kalangan pemuda di Saudi kecewa dengan Otoritas Palestina. Selain itu, ada kecewaan Saudi atas dukungan Iran terhadap kelompok Hamas yang menguasai Jalur Gaza.

“Jika Hamas membangun hubungan dengan Iran untuk melindungi diri mereka sendiri, lalu mengapa kita tidak menjalin hubungan dengan Israel melawan Iran untuk melindungi diri kita sendiri?” kata seorang pejabat Saudi dalam laporan the Wall Street Journal.

Joe Biden telah mengungkapkan, ada kemungkinan dia melakukan kunjungan ke Israel, Arab Saudi dan beberapa negara Timur Tengah lainnya akhir bulan ini. Jika terlaksana, Biden mengemban misi meningkatkan stabilitas di kawasan tersebut. 

Biden mengatakan, saat ini belum ada agenda pasti untuk mengunjungi Saudi. Tapi kemungkinan itu tetap ada.

“Saya telah terlibat dalam upaya untuk bekerja dengan bagaimana kami dapat meningkatkan stabilitas dan perdamaian di Timur Tengah. Ada kemungkinan bahwa saya akan bertemu dengan Israel dan beberapa negara Arab pada saat itu, termasuk, yang saya harapkan adalah Arab Saudi,” ucapnya kepada awak media di Gedung Putih, Jumat (3/6), dikutip Anadolu Agency.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid mengatakan, Israel berdiskusi dengan AS tentang normalisasi hubungan dengan Saudi. “Kami percaya ada kemungkinan untuk melakukan proses normalisasi dengan Arab Saudi, ini kepentingan kami,” kata Lapid dilaporkan Times of Israel, 30 Mei.

Dia menyebut, jika kesepakatan normalisasi dengan Saudi tercapai, hal itu tidak akan menjadi sesuatu yang mengejutkan. Berbeda ketika Israel mengumumkan normalisasi diplomatik dengan Bahrain dan Uni Emirat Arab (UEA) pada 2020 lalu.

"Ini tidak akan terjadi dengan cara yang sama seperti terakhir kali. Kami tidak akan bangun di suatu pagi tiba-tiba dan itu akan menjadi kejutan," ucapnya.

Lapid mengklaim saat ini upaya normalisasi dengan Saudi tengah didiskusikan Israel bersama AS dan beberapa negara Teluk Arab. “Kami sedang mengerjakannya dengan Amerika (tentang normalisasi hubungan dengan Saudi), dengan beberapa negara Teluk, dalam segala macam cara,” ujarnya. 


Ratusan Pelanggar Ganjil-Genap Ditegur

Ganjil-genap dinilai tidak efektif mengurangi kemacetan untuk jangka panjang.

SELENGKAPNYA

Berenang di Mikroplastik Sungai Ciliwung

Temuan mikroplastik di Sungai Ciliwung perlu disosialisasikan kepada warga.

SELENGKAPNYA

Tak Cukup Lagi Hanya Jual Narasi

Gelombang PHK di usaha rintisan diperkirakan masih akan terus berlangsung.

SELENGKAPNYA
×