Ustaz Dr Amir Faishol Fath | Republika

Khazanah

04 Jun 2022, 12:00 WIB

Ancaman Bagi Anak Durhaka

Bagi anak durhaka akan dicabut keberkahan hidup, rezeki, dan ditolak doanya.

DIASUH OLEH USTAZ DR AMIR FAISHOL FATH; Pakar Tafsir Alquran, Dai Nasional, CEO Fath Institute

Seburuk apa pun orang tua Anda, janganlah sekali-kali berbuat durhaka terhadap mereka. Bahkan, sekalipun mereka tidak satu agama dengan Anda, Allah SWT masih memerintahkan agar Anda sebagai anak harus tetap memperlakukannya dengan baik dan penuh hormat: “wa shaahib humaa fid dunyaa ma’ruufaa”(QS Luqman: 15).

Kata “shaahib” adalah bentuk perintah dari kata “shaahaba-yushaahibu” artinya menemaninya dengan kasih sayang dan lemah lembut. Ditambah dengan kata “ma’ruufaa” satu akar kata dengan “arafa-ya’rifu” artinya mengenal dan memahami kondisi orang tuanya dengan benar sehingga tidak mudah mengeluh dan berlaku kasar karena kekurangannya.

Tidak ada perbedaan pendapat antarulama bahwa durhaka kepada kedua orang tua adalah dosa besar. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW pernah menyebutkan beberapa dosa besar di antaranya adalah berbuat syirik dan durhaka kepada kedua orang tua (HR Bukhari).

Imam an-Nawawi mengatakan bahwa durhaka kepada kedua orang tua adalah haram dan termasuk dosa besar. Sebagian ulama lain mengatakan bahwa berbakti kepada kedua orang tua adalah fardhu ain, tidak bisa diwakilkan.

Di antara ancaman terberat bagi para pendurhaka kepada kedua orang tua adalah datangnya laknat atas mereka. Ibn Abbas meriwayatkan sabda Nabi Muhammad SAW: “Mal’uunun man sabba abaahu, mal’uunun man sabba ummahu (Dilaknat orang yang mengejek ayahnya juga dilaknat orang yang mengejek ibunya) (HR Ahmad).”

Ancaman lainnya disebutkan dalam sebuah hadis dengan istilah “uquudul waa lidain” bahwa hukumannya bisa jadi diberikan di dunia (HR Abu Daud). Lebih dari itu, Nabi Muhammad SAW menegaskan bahwa kelak mereka akan dimasukkan neraka bersama para peminum khamar: “Laa yadkhulul jannata ‘aaqun, wa laa mannaan wa laa mudminun khamrin” (HR Nasaa’i).

Abu Hurairah pernah menyebutkan suatu riwayat di mana Nabi sedang naik ke atas mimbar seraya mengucapkan tiga kali “amin”. Ketika ditanya, Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahwa “amin’’ yang pertama atas perintah Malaikat Jibril saat mengatakan bahwa siapa yang masuk Ramadhan tetapi ia tidak mendapatkan ampunan maka ia masuk neraka.

“Amin” yang kedua saat Jibril mengatakan bahwa siapa yang mendapatkan kesempatan berbuat baik kepada kedua orang tuanya tetapi ia tidak melakukannya maka ia masuk neraka. Adapun “amin” yang ketiga bagi orang yang ketika namaku disebut ia tidak membacakan shalawat kepadaku maka ia masuk neraka (HR Ibn Hibban).

Ada lagi, ancaman berupa doa orang tua atas anak durhaka yang sangat mustajab. Nabi Muhammad menyebutkan tiga doa yang tidak pernah Allah SWT tolak: “da’watul mazhluum, wa da’watul musaafir wa da’watul waalidi ‘alaa waladihii (doa orang yang dizalimi, doa musafir, dan doa buruk orang tua atas anaknya) (HR Abu Daud).

Selain itu, bagi anak durhaka akan dicabut keberkahan hidup, rezeki, dan ditolak doanya.


Saudi tak Wajibkan Masker

Jamaah yang hasil PCR positif, pemberangkatannya diikutkan pada kloter berikutnya.

SELENGKAPNYA

Metaverse untuk Pertanian

Metaverse merupakan alternatif bagi peningkatan produktivitas hasil pertanian.

SELENGKAPNYA

Generasi Menulis

Umat Islam harusnya mampu melahirkan generasi penulis.

SELENGKAPNYA
×