Cover Dialog Jumat edisi Jumat 20 Mei 2022. Jangan Berhenti Mencintai Palestina. | Republika/Thoudy Badai

Laporan Utama

26 May 2022, 07:10 WIB

Jangan Berhenti Mencintai Palestina

Palestina tak juga menjadi isu prioritas bagi warga dunia yang lebih tegas saat Perang Ukraina.

OLEH ANDRIAN SAPUTRA

15 Mei menjadi momentum menyakitkan dalam sejarah bangsa Palestina. Hari yang dikenal sebagai peristiwa Nakba atau pengusiran itu menjadi awal pendudukan penjajah Israel di bumi Palestina. Sayangnya, Palestina tak juga menjadi isu prioritas bagi warga dunia yang lebih tegas saat Perang Ukraina. Karena itu, cinta umat kepada Palestina dibutuhkan lewat beragam bentuknya.

Warisan Perjuangan dari Peristiwa Nakba

Bulan ini menjadi pengingat bagi dunia akan diusirnya warga Palestina dari tanahnya. Pada 14-15 Mei 1948 menjadi hari di mana Israel mengusir bangsa ini dari bumi para nabi yang dikenal sebagai Peristiwa Nakba atau pengusiran.

Israel melakukan penjajahan dengan menghancurkan ratusan desa dan kota di Palestina. Mereka pun tak segan membunuh belasan ribu warga Palestina. Ratusan ribu warga diusir dari tanahnya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (republikaonline)

Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair Al Shun mengatakan, peristiwa yang terjadi pada 74 tahun lalu tak lepas dari legitimasi yang diberikan Inggris kepada zionis Israel untuk menduduki Palestina. Menurut dia, Israel bertujuan untuk mengumpulkan bangsa Yahudi di seluruh dunia dalam satu negara. Zionis menyeru mereka untuk bermigrasi ke tanah Palestina.

Perlahan-lahan, orang-orang Yahudi Israel semakin banyak menempati tanah-tanah milik rakyat Palestina. Mereka menempati dan merampasnya dengan paksa. 

"Inggris seharusnya meminta maaf kepada Palestina atas deklarasi Balfour yang berisi pemberian tanah kepada zionis Yahudi, yang mana itu adalah tanah Palestina. Sebagai negara berdaulat seharusnya dia meminta maaf atas kesalahan fatal itu," kata Zuhair dalam sebuah webinar forum peringatan 74 tahun hari nakba beberapa hari lalu.

 
Inggris seharusnya meminta maaf kepada Palestina atas deklarasi Balfour yang berisi pemberian tanah kepada zionis Yahudi, yang mana itu adalah tanah Palestina.
ZUHAIR AL SHUN, Duta Besar Palestina untuk Indonesia
 

Zuhair menegaskan, perjuangan bangsa Palestina untuk meraih kemerdekaan akan terus berlanjut. Setiap orang tua Palestina mewariskan semangat perjuangan kepada generasi berikutnya untuk meraih kembali hak-hak mereka atas tanah Palestina yang diduduki Israel.

Menurut Zuhair, setiap warga Palestina di manapun berada selalu percaya bisa kembali ke tanah yang diwariskan dari nenek moyang mereka yang kini justru yang dirampas zionis Israel. 

Lebih lanjut, Zuhair mengatakan, sejatinya Israel tak berdaya tanpa adaya dukungan militer dan keuangan dari Amerika Serikat dan sekutunya. Pada sisi lain, Zuhair menyayangkan sejumlah negara kini justru terang-terangan menjadikan Israel sebagai teman. Hal tersebut dinilai telah melukai Palestina.

Dukungan yang konsisten dari negara-negara sahabat, seperti Indonesia, ungkap Zuhair, menumbuhkan semangat yang semakin kuat untuk mencapai kemerdekaan Palestina. “Dukungan negara-negara sahabat terutama Indonesia memberikan optimisme dalam menghadapi hari-hari yang sulit yang dihadapi Palestina," kata dia.

Warga Al Quds sekaligus aktivis kemerdekaan Palestina yang juga Murabbitah (perempuan penjaga) Al Aqsha, Ustazah Hanadi Halawani mengatakan, tanah Palestina khsusunya masjid Al Aqsha bukan saja milik Muslim Palestina. Tanah itu milik bersama kaum Muslimin.

Menurut Halawani, peristiwa nakbah sejatinya masih terus dirasakan bangsa Palestina hingga saat ini. Ia menggambarkan betapa banyak warga Palestina, baik perempuan, pemuda dan anak-anak yang syahid melawan kezaliman Israel. "74 tahun rakyat Palestina mengajari dunia, mengajari umat Islam tentang kegigihan, keteguhan, kekuatan, untuk melawan kezaliman dan mendapatkan hak hak mereka," kata dia.

 
74 tahun rakyat Palestina mengajari dunia, mengajari umat Islam tentang kegigihan, keteguhan, kekuatan, untuk melawan kezaliman dan mendapatkan hak hak mereka
HANADI HALAWANI, Warga Al Quds
 

Sebagai penjaga al-Aqsha, ujar dia, semestinya dapat dengan mudah mengakses masjid tersebut. Namun, tentara Israel melakukan penjagaan yang ketat terhadap dirinya dan melarangnya memasuki al-Aqsha bahkan sekadar ke halamannya. Justru, menurut Halawani, beberapa waktu lalu, orang-orang Yahudi dibebaskan memasuki al-Aqsha melalui pintu magharibah untuk merayakan paskah Yahudi di Masjid al-Aqsha.

Dilansir Aljazirah sedikitnya 750 warga Palestina diusir paksa pada 1948. Israel juga menghancurkan sekitar 530 desa dan kota dan membunuh sekitar 15 ribu warga Palestina dalam serangkaian kekejaman massal, termasuk lebih dari 70 pembantaian.

Peringatan hari nakba tahun ini begitu sangat emosional dirasakan setiap orang. Terlebih dengan tewasnya Shireen Abu Akleh, seorang jurnalis senior  Aljazirah berkebangsaan Palestina yang ditembak oleh tentara Israel ketika melaksanakan tugasnya melakukan peliputan pada Rabu (11/5) lalu.

republikaonline Adegan kekerasan yang berlangsung beberapa menit itu menambah kemarahan banyak pihak atas pembunuhan Abu Akleh. #Pembunuhan #SavePalestine Sad piano ballad (BGM / sad)(936782) - TrickSTAR MUSIC

Aljazirah melaporkan peringatan Hari Nakba di sejumlah negara yang penuh duka dengan meninggalnya Shireen Abu Akleh. Komunitas Palestina dan para jurnalis berkumpul di Doha, Qatar untuk memperingati 74 tahun Hari Nakba dan berduka untuk Shireen Abu Akleh.

Seorang wartawan Aljazirah, Jamal Elshayyal mengatakan banyak orang percaya bahwa dengan pembunuhan Shireen Abu Akleh, suara Palestina menjadi jauh lebih bersatu. 

Ratusan warga Palestina di Jalur Gaza juga memperingati Hari Nakba dengan memberikan penghormatan kepada Shireen Abu Akleh. Mereka melakukan pawai dari Al Katibah Square Kota Gaza ke markas PBB. Para demonstran Palestina mengangkat poster Abu Akleh.

photo
Mural bergambar jurnalis Aljazirah Shireen Abu Akleh di Gaza City, Ahad (15/5/2022). Shireen Abu Akleh ditembak mati pasukan militer Israel di wilayah jajahan, Kota Jenin, Tepi Barat, Palestina, 11 Mei 2022. - (AP/Adel Hana)

Sementara itu, Peringatan Nakba di Tepi Barat diwarnai bentrokan antara rakyat Palestina dengan militer Israel. Kantor berita Palestina, WAFA, melaporkan sedikitnya 16 warga Palestina terluka dalam bentrokan yang pecah dengan pasukan Israel di pintu masuk utara ke al-Bireh, sebuah kota Tepi Barat yang terletak 15 kilometer dari Yerusalem.

Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS) mengatakan, korban luka termasuk tujuh orang terkena peluru tajam dan tiga orang terkena peluru baja berlapis karet. Pasukan Israel menyerang para pengunjuk rasa di pintu masuk utara ke kota al-Bireh yang tengah memperingati 74 tahun Nakba.


Mengenali Sifat Dengki

Orang yang mendengki tak akan mendapatkan apa-apa kecuali cela dan hina

SELENGKAPNYA

Habis Presiden Tiga Periode, Terbitlah Koalisi Kaki Tiga

Manuver koalisi kaki tiga memberi peluang munculnya tiga pasang capres-cawapres dalam Pemilu 2024.

SELENGKAPNYA

135 Tahun Sherloc Holmes

Publikasi tahun 1949 menyatakan warga London begitu putus asa setelah mendengar berita kematian Holmes.

SELENGKAPNYA
×