Petugas mengusir seekor kambing yang memasuki kawasan gerbang jalan tol Sigli-Banda Aceh Seksi 2 (Seulimum-Jantho) pada hari pertama beroperasi di Aceh Besar, Aceh, Rabu (27/4/4). PT Hutama Karya menyatakan jalan tol Sigli-Banda Aceh terdiri 6 Seksi se | ANTARA FOTO/Ampelsa

Ekonomi

25 May 2022, 10:32 WIB

Hutama Karya Garap Proyek Jalur KA Medan-Binjai

Terdapat beberapa tantangan yang dihadapi Hutama Karya dalam proyek tersebut

JAKARTA — PT Hutama Karya (Persero) mendapatkan kontrak kerja sama operasi (KSO) senilai Rp 172 miliar. Proyek KSO tersebut merupakan pembangunan jalur kereta api (KA) lintas Medan-Binjai seiring meningkatnya kebutuhan transportasi umum di Sumatra Utara setelah sebelumnya berhasil merampungkan beberapa proyek sistem transportasi rel angkutan cepat.

“Proyek pembangunan jalur lintas KA yang menghubungkan antara Kota Medan dan Binjau bertujuan untuk mempercepat waktu tempuh,” kata Direktur Operasi I Hutama Karya Novias Nurendra dalam pernyataan tertulisnya, Selasa (24/5). 

Novias menjelaskan, proyek jalur KA tersebut juga untuk memperlancar persilangan KA dari Medan Ke Binjai. Selain itu, jalur tersebut juga dapat mengurangi penumpukan di beberapa stasiun. 

photo
Sejumlah kendaraan melintasi di gerbang pintu tol Sigli-Banda Aceh Seksi 2 (Seulimum-Jantho) pada hari pertama resmi beroperasi di Aceh Besar, Aceh, Rabu (27/4/4). PT Hutama Karya menyatakan jalan tol Sigli-Banda Aceh terdiri 6 Seksi sepanjang 71 kiloemetr dan untuk Seksi 2 sepanjang 6 kilometer resmi beroperasi tanpa uji coba dan langsung diberlakukan pengenaan tarif. - (ANTARA FOTO/Ampelsa)

Saat ini, KA sudah menjadi primadona untuk angkutan orang dan barang. “Pembangunan jalur rel KA dibutuhkan sejalan dengan percepatan penyelesaian pembangunan Sumatra,” ujar Novias. 

Novias mengatakan, pembangunan jalur lintas KA Medan-Binjai dilakukan dari kilometer (km) 1 + 745 hingga km 2 + 300 (P9 – P23). Sementara, lingkup pekerjaan yang digarap oleh Hutama Karya bersama KSO dalam proyek tersebut meliputi pekerjaan persiapan, pekerjaan pendukung teknis, pekerjaan pier, dan pemasangan trek. 

“Proyek ini membutuhkan waktu pengerjaan selama 900 hari di mana pelaksanaan pembangunan tersebut sudah berjalan sejak 9 Mei lalu,” kata Novias menambahkan. 

Novias menyebutkan, terdapat beberapa tantangan yang dihadapi dalam proyek tersebut, salah satunya pekerjaan pengembangan dilakukan selama stasiun masih aktif beroperasi. Ia memastikan Hutama Karya selaku kontraktor telah menyiapkan sejumlah strategi agar proyek dapat selesai tepat waktu dan tepat mutu.

Novias menegaskan, Hutama Karya terus berkoordinasi aktif dengan pihak pengelola KA secara intensif. “Pekerjaan dapat dilakukan pada saat window time atau KA tidak dalam posisi melayani penumpang dalam menaikkan atau menurunkan penumpang di stasiun tersebut atau pada titik tertentu,” kata Novias. 

Terlebih, jalur tersebut akan meningkatkan  mobilitas barang dan jasa antardua wilayah itu serta menunjang pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar. Di tengah pembangunan proyek yang masih dalam kondisi pandemi Covid-19, Novias memastikan, Hutama Karya selalu melakukan pengawasan dan pencegahan penyebaran virus tersebut.

Novias mengatakan, pembangunan ini diharapkan akan membangun konektivitas antarmoda di Sumatra sekaligus mengurai kemacetan di sekitar daerah tersebut serta meningkatkan wisatawan yang ingin ke Sumatra Utara. 

Sebelumnya, Hutama Karya, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, dan Indonesia Investment Authority (INA) juga mengumumkan kerja sama investasi untuk mempercepat pengembangan jalan tol di Indonesia.

"Sejalan dengan misi INA untuk berkontribusi pada pembangunan ekonomi berkelanjutan di Indonesia, investasi untuk percepatan pembangunan dan pengembangan jalan tol, khususnya Trans-Sumatra dan Trans-Jawa, akan menciptakan efek multiplikasi pada pertumbuhan ekonomi dan mengoptimalkan potensi ekonomi di Pulau Sumatra dan Jawa," kata CEO INA Ridha Wirakusumah.

Menurut Ridha, investasi ini menunjukkan sinyal positif bagi iklim investasi di Indonesia, terutama minat investasi infrastruktur jalan tol Indonesia. INA akan terus menggalang investasi untuk sektor-sektor lain yang mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia dan memberikan dampak positif pada pembangunan berkelanjutan.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by PT Waskita Karya (Persero) Tbk (@waskita_karya)


Si Anak Perang yang Kembali Pimpin WHO

Tedros adalah kepala WHO pertama yang berasal dari Afrika.

SELENGKAPNYA

WWA: Risiko Gelombang Panas 30 Kali Lipat

India mengalami paparan yang paling terik pada Maret sejak 1901.

SELENGKAPNYA

Menunggu Pencabutan PPKM

Kondisi menurunnya kasus terus terjadi sehingga pencabutan PPKM bisa diwujudkan.

SELENGKAPNYA
×