Foto mikroskopiklansiran Central Disease Control (CDC) Amerika Serikat yang menunjukkna virion cacar monyet. | Cynthia S. Goldsmith, Russell Regner/CDC via

Internasional

25 May 2022, 03:45 WIB

AS Siap Distribusikan Vaksin Cegah Cacar Monyet

Amerika sedang bersiap mendistribusikan dan memberikan vaksin cacar monyet.

WASHINGTON – Otoritas Amerika Serikat (AS) sedang bersiap mendistribusikan dan memberikan vaksin cacar monyet kepada orang-orang yang menjalin kontak dekat dengan individu terinfeksi. Hal itu diharapkan dapat mencegah penyebaran lebih lanjut dari penyakit tersebut.

“Saat ini kami berharap untuk memaksimalkan distribusi vaksin kepada mereka yang kami tahu akan mendapat manfaat darinya. Mereka adalah orang-orang yang pernah melakukan kontak dengan pasien cacar monyet yang diketahui, petugas kesehatan, kontak pribadi yang sangat dekat, dan mereka yang mungkin berisiko tinggi terkena penyakit parah,” kata wakil direktur divisi patogen-patologi konsekuensi tinggi di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) Jennifer McQuiston, Senin (23/5).

Ia mengungkapkan, dalam hal pasokan, AS memiliki sekitar 1.000 dosis JYNNEOS, vaksin yang disetujui Food and Drug Administration (FDA) untuk cacar dan cacar monyet. “Anda dapat mengharapkan tingkat itu meningkat dengan sangat cepat dalam beberapa pekan mendatang karena perusahaan menyediakan lebih banyak dosis untuk kami," ucap McQuiston.

Selain itu, AS juga memiliki 100 juta dosis vaksin generasi tua, ACAM2000. Baik JYNNEOS dan ACAM2000 sama-sama menggunakan virus hidup. Namun hanya JYNNEOS yang tidak bereplikasi. Hal itu menjadikannya lebih aman.

Saat ini AS sudah melaporkan lima kasus cacar monyet terkonfirmasi. Kasus itu tersebar di New York, Florida, Utah, dan Massachusetts. AS pun tengah melakukan pengujian pada semua kasus yang dicurigai sebagai cacar monyet.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memprediksi akan ada lebih banyak kasus cacar monyet muncul di negara-negara yang biasanya tak menemukan penyakit tersebut. Epidemiolog WHO David Heymann mengungkapkan, penemuan puluhan kasus cacar monyet di sejumlah negara yang tidak endemik virus tersebut merupakan hal tak biasa.

Kendati demikian, Heymann yakin, cacar monyet tidak akan berubah menjadi pandemi berikutnya. “Ini tidak akan menjadi pandemi seperti yang kita ketahui pandemi, tapi tentu saja mungkin penyakit ini telah menyebar di berbagai belahan dunia dan kami baru mulai mengidentifikasinya,” kata Heymann kepada PA pada 22 Mei lalu.

Dia pun yakin, cacar monyet tidak menular lewat udara. “Jadi ini bukan infeksi pernapasan seperti SARS-Cov-2 (penyebab Covid-19). Jadi tidak akan menyebar dengan cara yang sama,” ucapnya.

photo
Petugas menggunakan mesin thermal scanner untuk memantau suhu tubuh penumpang dari Kuala Lumpur yang telah mendarat di Bandara Internasional Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, Jumat (17/5/2019). Bandara Husein Sastranegara mulai memasang alat thermal scanner di pintu kedatangan penumpang internasional guna memantau penumpang dari Singapura dan Malaysia yang berpotensi terjangkit virus cacar monyet (monkeypox). - (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)

Heymann mengatakan, cacar monyet merupakan sebuah endemi pada hewan-hewan di Afrika. Di masa lalu, cacar monyet belum pernah memicu terjadinya wabah yang meluas di luar Afrika.

Menurut Heymann, cacar monyet bisa menular antarmanusia lewat kontak erat dengan lesi di kulit penderita cacar monyet. Hubungan seksual turut mendorong terjadinya kontak erat tersebut. "Tampaknya, kontak seksual saat ini telah memperkuat transmisi itu," ungkap Heymann, seperti dilansir AP.

Dilansir LiveScience, ada dua pesta yang disinyalir menjadi titik panas penyebaran cacar monyet di Eropa. Kedua pesta tersebut adalah Darklands Festival di Belgia dan The Canaria Pride di Spanyol.

Darklands Festival merupakan festival fetish yang mendorong para pengunjungnya untuk mengeksplorasi seksualitas mereka dan mengembangkan minat terhadap beragam fetish. Sedangkan The Canaria Pride merupakan acara gay pride atau parade perayaan homoseksual dan identitas LGBT lain yang digelar di Pulau Canary dan diramaikan oleh sekitar 80 ribu pengunjung.

The Sun melansirada tiga kasus cacar monyet di Belgia yang berkaitan dengan Darklands Festival. Jerman juga mengidentifikasi empat kasus cacar monyet yang berkaitan dengan The Canaria Pride.

Pejabat kesehatan senior di Madrid, Enrique Ruiz Escudero, mengungkapkan bahwa 30 kasus cacar monyet juga terkonfirmasi di ibu kota Spanyol tersebut. Escudero mengungkapkan saat ini otoritas kesehatan sedang menginvestigasi hubungan antara kasus tersebut dengan The Canary Pride dan juga sebuah sauna Madrid.

Sumber : Reuters


Tiga Besar Tercapai

Peringkat tiga besar SEA Games dicapai dengan kontingen yang lebih ramping.

SELENGKAPNYA

Saudi Larang Warganya ke Indonesia

Larangan itu diklaim berkaitan dengan peningkatan jumlah penularan Covid-19.

SELENGKAPNYA

Isyarat Pencabutan PPKM Menguat

Pencabutan PPKM bisa dilakukan jika indikator penanganan pandemi terus membaik.

SELENGKAPNYA
×