Presiden AS Joe Biden saat menggelar konferensi pers usai bertemu PM Jepang Kishida di Griya Tawang Akasaka di Tokyo, Jepang, Senin (23/5/2022). | EPA-EFE/NICOLAS DATICHE

Internasional

24 May 2022, 03:45 WIB

Indonesia Ikut Kesepakatan IPEF

Perekonomian 13 negara IPEF mencapai 40 persen PDB dunia.

TOKYO -- Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden meresmikan perjanjian dagang baru dengan 12 negara Indo-Pasifik yang bertujuan memperkuat perekonomian negara-negara kawasan. Indonesia termasuk dalam Indo-Pacific Economic Framework (IPEF) for Prosperity ini.

"Masa depan perekonomian abad ke-21 sebagian besar akan digoreskan di Indo-Pasifik, kawasan kita," kata Biden dalam peluncuran IPEF, Senin (23/5). "Kita menuliskan sejarah baru," ujarnya menambahkan.

Negara-negara yang bergabung dalam IPEF adalah Amerika Serikat, Australia, Brunei, India, Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Selandia Baru, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Bila digabung dengan AS maka perekonomian negara-negara itu 40 persen Produk Domestik Bruto (PDB) dunia.

Dalam pernyataan bersama, negara-negara itu mengatakan perjanjian tersebut akan membantu mereka bersama-sama "mempersiapkan ekonomi untuk masa depan" setelah sempat mundur oleh pandemi dan perang di Ukraina.

Biden dan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida ikut meresmikan perjanjian itu bersama Perdana Menteri India Narendra Modi. Sementara perwakilan dari negara lain bergabung melalui video. Modi berada di Tokyo untuk pertemuan the quad yang terdiri dari Australia, AS, India dan Jepang.

"Akses menuju sumber keuangan dan teknologi akan meningkat," kata Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha, yang hadir secara virtual. "Ini masih pekerjaan sambil jalan, seiring dengan konsultasi mendalam direncanakan dalam waktu dekat."

Pemerintah AS mengatakan, IPEF dirancang untuk menunjukkan dedikasi AS pada lanskap perekonomian yang diperebutkan. AS juga ingin menstabilkan kembali perdagangan yang terganggu oleh pandemi dan invasi Rusia ke Ukraina. 

photo
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) berbincang dengan Presiden Amerika Serikat Joe Biden (tengah) saat foto bersama dalam rangkaian KTT Khusus ASEAN-AS di Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat, Jumat (13/5/2022). Pertemuan khusus tersebut dalam rangka memperkuat kemitraan ASEAN-AS. - (ANTARA FOTO/HO/ Setpres/Laily Rachev)

Gedung Putih mengatakan IPEF akan membantu AS dan perekonomian di Asia untuk bekerja lebih erat dalam berbagai isu seperti rantai pasokan, perdagangan digital, energi bersih, perlindungan pekerja, dan upaya anti-korupsi.

Detail perjanjian itu masih perlu dinegosiasikan di antara negara anggota. Sehingga akan sulit bagi Pemerintah AS untuk mengatakan bagaimana perjanjian ini akan memenuhi janji-janji mereka untuk dunia usaha AS sekaligus memenuhi kebutuhan global.

Kritikus menilai kerangka kerja itu banyak kekurangan. Seperti perjanjian dagang itu tidak menawarkan insentif bagi calon mitra seperti menurunkan tarif atau memberi negara anggota akses pasar yang lebih luas ke AS.

Keterbatasan ini mungkin membuat IPEF tidak menarik untuk menjadi alternatif bagi Trans-Pacific Partnership (TPP) yang digagas mantan presiden AS Barack Obama. TPP tetap berjalan meski mantan presiden AS Donald Trump mengeluarkan AS dari perjanjian itu. Cina yang merupakan mitra dagang terbesar bagi banyak negara, juga telah mengajukan permintaan untuk bergabung dengan TPP.

Disambut protokol militer

Biden disambut di Istana Akasaka oleh Kishida termasuk dengan protokol militer. Ia berdiri sebentar di hadapan pasukan kemudian meletakkan tangannya di dada saat melewati bendera Amerika dan sedikit membungkuk, sesuai dengan tata krama Jepang.

Kishida menjamu Presiden AS di sebuah restoran untuk makan malam. Kishida mengaku "sangat senang" bertemu dengan Biden di Tokyo. Ini kunjungan pertama  Biden ke Asia sebagai presiden AS.

Di Jepang, Biden menyatakan dukungan kuat pada tekad Kishida yang ingin memperkuat kemampuan pertahanan Jepang. Sedangkan televisi NHK melaporkan, Biden bahkan mendukung Jepang untuk menjadi anggota tetap Dewan Keamanan PBB. Sejak berdiri pada 1945, DK PBB hanya memiliki lima anggota tetap yang dibekali dengan hak veto.

Kishida menyambut baik perjanjian dagang Biden yang baru. Tapi ia masih berharap AS akan kembali bergabung dengan TPP. "Kami kira Amerika Serikat masih diinginkan untuk kembali ke TPP," katanya. 

Sumber : Reuters/Associated Press


Perang Masih Lama

Kita sebagai negara yang tidak terlibat langsung sangat memiliki kepentingan agar perang segera bisa diakhiri.

SELENGKAPNYA

WHO Prediksi Kasus Cacar Monyet Bertambah

Kasus dugaan cacar monyet ditemukan di 12 negara anggota WHO.

SELENGKAPNYA
×