Sejumlah siswa mengikuti kampanye | ANTARA FOTO

Bodetabek

20 May 2022, 10:54 WIB

Empat Anak Pelaku Perundungan Ditangkap

Keluarga dan lingkungan harus memperkuat perlindungan anak, sehingga mereka terhindar dari perundungan.

TANGERANG SELATAN — Polres Tangerang Selatan (Tangsel) menangkap empat orang pelaku berusia anak dalam kasus perundungan terhadap seorang remaja, MZA, (16 tahun) di kawasan Serpong, Tangsel. Keempatnya teridentifikasi sebagai pelaku seusai polisi melakukan pemeriksaan alat bukti serta keterangan korban.

“Pelaku sudah diamankan empat orang dari delapan orang yang telah diidentifikasi dalam video dan berdasarkan kesaksian korban. Usianya (para pelaku) di bawah umur 16 tahun,” ujar Kapolres Tangsel AKBP Sarly Sollu saat dikonfirmasi, Kamis (19/5).

Sarly menuturkan, pihaknya menangkap keempat pelaku di kediaman masing-masing pada Rabu (18/5). Tanpa ada perlawanan, para pelaku lalu digiring ke Mapolres Tangsel untuk diperiksa lebih lanjut.

Sarly memastikan akan menindaklanjuti kasus tersebut. Kasus itu termasuk perlakuan buruk atau penganiayaan secara sistematis oleh kelompok terhadap individu. “Kasusnya masuk dalam persekusi,” ujarnya.

Kasus perundungan dengan kekerasan terhadap seorang remaja berinisial MZA di Kota Tangsel terkuak dari sebuah video yang beredar. Korban mendapatkan perlakuan perundungan yang dilakukan oleh sejumlah orang yang diduga teman sebayanya. Aksi itu diketahui terjadi pada Ahad (15/5) sekitar pukul 22.00 WIB di kawasan Serpong, Tangsel.

Berdasarkan video yang beredar, aksi perundungan dilakukan oleh sekelompok orang yang mengerubungi MZA di sebuah ruangan. Di salah video adegan tampak korban dipaksa menjulurkan lidahnya, lalu pelaku menyundutkan puntung rokok ke lidah MZA.

Selain itu, terlihat para terduga pelaku melakukan pemukulan terhadap MZA dengan benda keras. Sementara MZA terlihat hanya menuruti dan memelas saat dirundung oleh orang-orang tersebut. Berdasarkan video tersebut, terdapat setidaknya empat orang yang mengerubungi korban dan melakukan aksi perundungan. 

Hindari istilah anak nakal

Permaisuri Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X yang juga Ketua Tim Penggerak PKK DIY Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas berharap semua pihak menghindari penggunaan istilah anak nakal atau anak bermasalah."Kami sekarang dan seterusnya akan menggunakan istilah anak dengan pergaulan berisiko. Ini agar anak tidak 'di-bully'," kata GKR Hemas di Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Rabu.

Banyak kasus-kasus anak yang harus diperhatikan sehingga diperlukan koordinasi berbagai pihak, khususnya untuk mengurai masalah sosial, pendidikan, sampai masalah penyalahgunaan narkoba. Diperlukan kerja sama semua pemangku kepentingan, mulai dari OPD terkait, LSM hingga TP PKK untuk bersinergi merumuskan dan membuat strategi dan kebijakan penanganan masalah sosial yang melibatkan anak.

Tim Penggerak PKK DIY akan menunggu Pemda DIY menyiapkan tempat rehabilitasi dan pendampingan bagi anak dengan pergaulan berisiko. Penyiapan tempat tersebut, menurut dia, sebetulnya sudah dilakukan sebelumnya, namun masih belum maksimal untuk kerja sama antar lembaga terkait.

"Intinya, kita bersinergi membantu Pemda DIY karena jangan sampai Yogyakarta menjadi sasaran untuk mengekspose hal-hal yang negatif saja," ujar dia.

Sekretaris Daerah DIY Kadarmanta Baskara Aji mengatakan Pemda DIY saat ini tengah membangun tempat khusus sebagai pusat rehabilitasi dan pendampingan anak dengan pergaulan berisiko di Pundong, Bantul.Pembangunan itu merupakan tindak lanjut dari kesepakatan Pemda DIY untuk melakukan pembinaan bagi anak-anak yang terlibat masalah sosial, utamanya yang melakukan tindak kriminal jalanan.

"Sambil menunggu pembangunan selesai, tempat yang bisa digunakan sementara ialah di Balai Rehabilitasi dan Pengasuhan Anak milik Dinas Sosial DIY. Kalau masih kurang nanti kita dapat menggunakan Youth Center milik Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY," ujar Baskara Aji.


Jokowi Buka Keran Ekspor CPO 

Jokowi mengakui harga minyak goreng di beberapa daerah masih relatif tinggi.

SELENGKAPNYA

Kontrak Pelayanan Calhaj Hampir Rampung

Menag meminta jajarannya memastikan layakan terhadap calhaj berkualitas.

SELENGKAPNYA

Menkeu Pastikan Harga Pertalite tak Naik

Menkeu mengusulkan tambahan anggaran subsidi energi ke Banggar DPR.

SELENGKAPNYA
×