Pemain PSG Lionel Messi (tengah), merayakan kemenangan mencetak gol bersama Neymar (kanan) dan Idrissa Gueye (kiri). | AP/Christophe Ena

Olahraga

20 May 2022, 10:35 WIB

Idrissa Gueye, 'Pria Sejati' yang Tolak Dukung LGBT

Idrissa Gueye punya alasan pribadi menolak bermain melawan Montpellier.

OLEH RAHMAT FAJAR 

Gelandang Paris Saint-Germain (PSG) Idrissa Gueye menjadi sorotan di Prancis dan Eropa. Penyebabnya, pemain Muslim asal Senegal itu mengambil langkah berani melawan langkah pemberian dukungan kepada LGBT. Ia mendapatkan kecaman dari kelompok LGBT, tapi tetap kokoh dengan pendiriannya.

Gueye sudah tahu bahwa seluruh pemain akan mengenakan jersi dengan nomor punggung berwarna pelangi ketika menghadapi Montpellier dalam lanjutan Ligue 1, Ahad (15/5), dilansir dari BBC. Warna pelangi adalah simbol yang menjadi representasi kelompok LGBT.

Sebagai Muslim, sikap Gueye tegas. Ia menolak bermain dalam pertandingan yang dimenangkan PSG 4-0. Gueye bahkan tak ikut rekan-rekannya berkunjung ke markas Montpellier di Stadion Mosson.

Pelatih PSG Mauricio Pochettino mengatakan, Gueye punya alasan pribadi menolak bermain melawan Montpellier. Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) dilaporkan menulis surat kepada Gueye untuk meminta klarifikasi alasannya absen.

Gueye berasal dari Senegal. Di negaranya, LGBT dilarang dan akan mendapatkan hukuman penjara hingga lima tahun. Pun, dengan Qatar, tempat penyelenggaraan Piala Dunia 2022, tempat asal pemilik PSG, Nasser al-Kheilafi.

Sangat wajar jika sikap Gueye langsung mendapatkan sorotan di seluruh Prancis karena negara ini cukup terbuka kepada kelompok LGBT.

Eric Arassus sebagai presiden Federasi Olahraga LGBT, meminta Gueye diberikan sanksi. Sebab, ia beranggapan keyakinan agama tidak bisa dibawa-bawa ke olahraga.

Untuk musim kedua berturut-turut, klub-klub Prancis memperingati hari Internasional Homofobia, Bifobia, dan Transfobia pada 17 Mei dengan mendesain nomor punggung belakang pemain berwarna pelangi.

Gueye yang didatangkan PSG seharga 30 juta poundsterling pada Juli 2019 lalu juga absen merayakan solidaritas kepada kelompk LGBT, tahun lalu. Waktu itu ia beralasan menderita gastroenteritis, menurut surat kabar Le Parisien.

Menurut AFP, surat dari Dewan Etik Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) mendesak Gueye meminta maaf atas sikapnya menolak bermain melawan Montpellier. Dalam surat tersebut juga disebutkan bahwa jika memang benar Gueye absen bermain karena alasan menolak LGBT, ia dipandang diskriminatif.

Namun, Gueye mendapatkan banyak dukungan atas sikapnya. Cheikhou Kouyate dari Crystal Palace dan pemain Watford Ismaila Sarr memberikan dukungan kepada Gueye melalui unggahan di media sosialnya masing-masing.

Kouyate mengunggah foto dirinya bersama Gueye di Instagram dengan menulis caption “Pria Sejati”. Adapun Sarr mengunggah foto dirinya dengan Gueye yang disertai dengan tiga emoji hati ditambah keterangan “100%”. Pada Rabu, dukungan terharap Gueye menjadi tren teratas dunia Twitter dengan hastag #WeareallIdrissa.

Presiden Senegal Macky Sall pun turut memberikan dukungan kepada warganya itu melalui akun Twitter resminya. Ia mengatakan, keyakinan Gueye terhadap LGBT, yang dilarang dalam agama Islam, harus dihormati. Menteri Olahraga Senegal Matar Ba juga mengatakan Gueye didukung oleh seluruh rakyat negara tersebut.

Meski mendapatkan banyak dukungan, selama masih berseragam PSG dan tinggal di Prancis, sikapnya mungkin akan selalu menjadi sorotan. Sikapnya akan diuji karena PSG pada Rabu mengeluarkan pernyataan bahwa mereka sangat bangga mengenakan jersi bernomor punggung warna pelangi.

"Bintang terbesar sepak bola dunia berada di lapangan pada Sabtu dan menyatakan komitmen klub untuk memerangi homofobia dan segala bentuk diskriminasi,” kata PSG.


Menkeu Pastikan Harga Pertalite tak Naik

Menkeu mengusulkan tambahan anggaran subsidi energi ke Banggar DPR.

SELENGKAPNYA

Polisi Musnahkan Satu Ton Sabu Senilai Rp 1 Triliun

Vonis mati layak diberikan lantaran sindikat ini mengancam genarasi muda dari bahaya narkotika.

SELENGKAPNYA

Indonesia Juara Umum Panahan SEA Games

Karate Indonesia berhasil mencapai target tiga medali emas yang ditetapkan Kementerian Pemuda dan Olahraga pada SEA Games 2021.

SELENGKAPNYA
×