Ilustrasi sampah | ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko

Bodetabek

18 May 2022, 10:15 WIB

Resah Akibat Limbah Sampah Cemari Lingkungan

Tempat pembuangan sampah itu berdampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan.

Tempat pembuangan sampah (TPS) di Kampung Kobak Rante, Desa Karang Reja Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, semula merupakan areal persawahan. Asfullah, seorang warga Kecamatan Pebayuran, mengingat areal persawahan itu sebelumnya diapit permukiman warga sebelum dijadikan TPS seperti saat ini.

"Saya tahu pas awal digarap, dibabat padinya. Saya kira mau dibuat pabrik, tahu-tahunya malah jadi TPS," katanya, Selasa (17/5).

Keberadaan TPS itu meresahkan warga setempat. Menurut Asfullah, TPS itu berdampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan. Sebenarnya, kata Asfullah, warga sudah kerap mengadukan persoalan itu kepada aparatur desa setempat. Namun, keluhan mereka tidak diindahkan sehingga mengakibatkan volume sampah kian menumpuk.

"Sering mengadu ke desa, tapi tidak ada respons. Kami maunya lokasi ini ditutup permanen," katanya.

Warga lain Rina (49) mengatakan, TPS ilegal itu sudah beroperasi selama lima tahun lebih tanpa ada pemberitahuan resmi ataupun izin dari warga sekitar. "Kami tidak diberi tahu pengelola ketika TPS pertama kali didirikan. Tidak ada sosialisasi bahkan izin begitu ke warga, tidak ada," katanya.

Rina mengaku keberadaan TPS ilegal itu berdampak buruk bagi kesehatan lingkungan warga sekitar. Air yang dihasilkan dari limbah sampah itu mencemari lingkungan hingga menyebabkan puluhan hektare lahan persawahan gagal panen.

"Kalau hujan, airnya mengalir ke sawah-sawah kami karena lokasinya memang di sebelah persawahan. Jadi, pada gagal panen. Air lindi itu juga meresap hingga menyebabkan kualitas air tanah warga menjadi buruk, warnanya menghitam dan kulit jadi gatal-gatal," katanya.

Polusi udara dari bau tidak sedap juga selalu muncul dari TPS tersebut. Rina khawatir kesehatan masyarakat terganggu akibat pencemaran itu. Ia berharap Pemerintah Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat, dapat segera menindaklanjuti keluhan masyarakat yang telah dirasakan selama lebih dari lima tahun ini.

"Ini kan berdampak buat kesehatan kami juga. Kalau bisa tolong ditutup permanen. Kami sering mengadu ke desa, tapi tidak ada yang menanggapi," kata Rina.

Dikonfirmasi mengenai TPS ilegal di wilayahnya, Camat Pebayuran Hanief Zulkifli mengatakan, pemerintah daerah akan menutup permanen setelah melakukan sosialisasi, peringatan kepada pengelola, serta pengajuan penutupan kepada aparat Satpol PP dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi.

"Iya betul, akan kami tutup permanen. Kami sudah sosialisasi ke pengelola dan sudah dipasang garis polisi, tidak boleh ada aktivitas lagi. Segera kami tutup bersama unsur pimpinan daerah, Satpol PP dan Dinas LH," kata Hanief di Bekasi, Selasa (17/5).

Sudah sering memperingatkan pengelola TPS yang merupakan warga di sekitar lokasi. Bahkan, ia mengeklaim pernah melakukan penutupan pada akhir 2021.

"Pada prinsipnya kami sudah kasih peringatan beberapa kali. Bahkan, bulan Oktober 2021 sudah kami lakukan penutupan juga. Terus membandel dan sampai sekarang buka lagi. Jadi, bukan hanya hari ini kami respons. Ketika kami lengah, dia buka lagi. Bukan kami biarkan," ucapnya.

Hanief menjelaskan, sampah-sampah yang diangkut oleh pengelola merupakan jenis limbah rumah tangga yang berasal dari permukiman warga di luar wilayah Kecamatan Pebayuran. Setelah beroperasi selama lebih dari lima tahun, sampah telah memenuhi lahan seluas 9.000 meter persegi itu.

"Itu lahan milik pengelola, bukan TKD (Tanah Kas Desa)," katanya.

Dia juga membenarkan, keberadaan TPS tersebut telah mengakibatkan pencemaran lingkungan sehingga berdampak buruk bagi kesehatan dan perekonomian warga sekitar karena sawah gagal panen. "Walau bagaimanapun, pengelolanya sudah menyalahi aturan karena yang namanya sampah harusnya dibuang ke TPA, ini dibuangnya ke lahannya sendiri," kata dia.

Sumber : Antara


Malam Spesial Glasgow Rangers di Sevilla

Glasgow Rangers dan Eintracht Frankfurt akan berduel pada partai final Liga Europa.

SELENGKAPNYA

Pelatih Arsenal Arteta Tolak Menyerah

Peluang Arsenal lolos ke Liga Champions musim depan berubah mengecil.

SELENGKAPNYA

Jalan Terjal Transformasi Energi Jerman

Ketergantungan pasokan gas dari Rusia menjadi kendala rencana transformasi produksi energi listrik di Jerman.

SELENGKAPNYA
×