Adiwarman A Karim | Daan Yahya | Republika

Analisis

09 May 2022, 04:00 WIB

Indonesia Setelah Oktober 2022

Enam besar ekonomi dunia akan didominasi oleh kekuatan Asia yaitu Cina, Jepang, India, Indonesia.

OLEH ADIWARMAN A KARIM

Ada lima kejadian penting setelah Oktober 2022 yang dapat mewarnai perjalanan bangsa Indonesia. Pertama, selesainya presidensi Indonesia dalam kancah G-20.

Tantangan kepemimpinan yang sangat besar karena dalam masa presidensi Indonesia-lah terjadi kemelut Rusia–Ukraina segera setelah meredanya wabah Covid-19. Perekonomian dunia yang tadinya diperkirakan akan segera pulih akibat meredanya Covid-19, tetiba harus menghadapi keadaan sulit lainnya.

Pandemi Covid-19 menimbulkan tekanan ekonomi dengan akar permasalahan gangguan kesehatan. Pencegahan penyebaran wabah menimbulkan adanya suppressed demand dan suppressed supply. Kekuatan demand dan supply yang tertahan. Daya beli hilang dan barangpun hilang. Output menurun dan hargapun melemah.

Kemelut Rusia–Ukraina menimbulkan tekanan ekonomi dengan akar permasalahan perang dan sanksi ekonomi. Perang tanpa diikuti sanksi ekonomi memiliki dampak ekonomi yang berbeda yaitu meningkatnya kegiatan ekonomi. Sedangkan perang yang diikuti dengan sanksi ekonomi akan menekan ekonomi dengan turunnya suplai dan naiknya harga-harga komoditi. 

 
Kemelut Rusia–Ukraina menimbulkan tekanan ekonomi dengan akar permasalahan perang dan sanksi ekonomi.
 
 

Christopher Blattman and Edward Miguel, profesor University of California Berkeley, dalam risetnya “Civil War” menjelaskan Perang Dunia II menciptakan permintaan yang besar untuk alat-alat perang, perekonomian berjalan dalam kapasitas penuh, semua orang mendapat pekerjaan bahkan dengan tambahan kerja lembur.

Imad Moosa, professor Kuwait University, dalam bukunya The Economics of War menjelaskan motif ekonomi selama 100 tahun konflik internasional dan pihak-pihak yang mengambil keuntungan ekonomi dari perang.

Nicholas Mulder, professor Cornell University, dalam bukunya The Economic Weapon: The Rise of Sanctions as a Tool of Modern War menjelaskan sanksi ekonomi menjadi alat perang yang efektif namun menimbulkan konsekuensi liar yang luar biasa. 

David Painter, professor Georgetown University, dalam risetnya "Oil and Geopolitics: The Oil Crises of the 1970s and the Cold War" menjelaskan dampak embargo minyak OPEC tahun 1973 menyebabkan krisis energi dunia, harga minyak naik 300 persen.

 
Kedua, selesainya agenda internasional G-20 akan mengalihkan fokus pada agenda politik nasional yaitu telah bergulirnya tahapan Pilpres 2024 dan pergantian 101 kepala daerah.
 
 

Bukan saja presidensi Indonesia diuji pada Oktober 2022 ini, dampak kenaikan harga minyak sawit mentah (CPO) dunia telah membuat ekspor CPO jauh lebih menarik daripada menjual di pasar domestik sehingga sempat menimbulkan kelangkaan minyak goreng di Indonesia.

Kedua, selesainya agenda internasional G-20 akan mengalihkan fokus pada agenda politik nasional yaitu telah bergulirnya tahapan Pilpres 2024 dan pergantian 101 kepala daerah. Pendaftaran bakal pasangan capres dan cawapres memang baru terjadi pada September 2023, tapi proses politik penjaringan bakal calon capres dan cawapres akan semakin intensif setelah Oktober 2022 ini.

Ketiga, pergeseran kekuatan geopolitik dunia terutama setelah polarisasi kekuatan akibat krisis Rusia–Ukraina. India yang diprediksi sebagai kekuatan baru dunia, akan menjadi presiden G-20 pada tahun 2023.

Enam besar ekonomi dunia akan didominasi oleh kekuatan Asia, yaitu Cina, Jepang, India, Indonesia. Dua negara lainnya adalah Rusia dan AS. Walaupun tidak sepenuhnya tepat, tapi merujuk pada hasil pemungutan suara di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang Rusia–Ukraina, maka dari enam besar ekonomi dunia ini, monopoli kekuatan AS dan Eropa tampak memudar.

Technology crash yang terjadi pada banyak start-up di Cina karena ledakan pengguna yang luar biasa di pasar Cina telah mendorong pemerintah Cina mengetatkan regulasi mereka. Satu start-up saja bahkan memiliki ratusan juta pengguna.

Pengetatan regulasi fintek di Cina akan mendorong investor teknologi mengalihkan invetasinya ke India dan Indonesia. India akan melejit mengejar Cina, diikuti Indonesia dalam skala yang lebih kecil.

 
Enam besar ekonomi dunia akan didominasi oleh kekuatan Asia yaitu Cina, Jepang, India, Indonesia. 
 
 

Keempat, Undang-Undang  Ibu Kota Negara (IKN) telah diikuti dengan terbitnya lima regulasi baru turunannya berupa satu peraturan pemerintah (PP) dan empat peraturan presiden (perpres). Jangka waktu yang tersedia untuk pembangunan fisik saja sangat pendek.

Sampai dengan pendaftaran calon pasangan capres cawapres, dari selesainya G-20 di Oktober 2022 ke September 2023, yaitu satu tahun atau sampai dengan pelantikan presiden dan wapres baru pada Oktober 2024, yaitu dua tahun.

Tantangan pelaksanaan UU IKN diduga akan mengalami berbagai dinamika dengan semakin dekatnya berbagai agenda nasional. Adanya tantangan inilah yang perlu disiapkan legacy lain selain IKN, yaitu peninggalan monumental yang baik untuk bangsa, yang akan dikenang oleh generasi bangsa di masa yang akan datang.

Kelima, dengan perubahan kekuatan geopolitik dunia, Indonesia harus dapat memposisikan diri secara unik yang tidak dapat ditiru oleh lima kekuatan ekonomi besar lainnya. Keunikan yang sekaligus dapat menjadi legacy selain IKN adalah posisi Indonesia sebagai kekuatan ekonomi baru dunia yang mengusung nilai-nilai luhur bangsa yang berakhlak mulia.

Ekosistem ekonomi syariah dengan bank syariah sebagai kunci mata rantainya dapat menjadi pilihan rasional untuk menjadi peninggalan monumental pemerintah saat ini. Menggabungkan kekuatan ekonomi komersil dengan ekonomi sosial akan menghasilkan dua hal signifikan.

Pertama, adanya sumber baru pendanaan pembangunan. Kedermawanan bangsa Indonesia telah diakui. Kedua, hubungan harmonis antar kelas ekonomi, antar latar belakang etnografis, antar latar belakang religi. Semua terhubung indah dalam satu bangsa, satu bahasa, satu Tanah Air.

 
Bank syariah harus segera dikembangkan untuk mencapai skala ekonomi yang dapat dibanggakan sesuai dengan posisi baru Indonesia dalam liga enam besar ekonomi dunia.
 
 

Bank syariah harus segera dikembangkan untuk mencapai skala ekonomi yang dapat dibanggakan sesuai dengan posisi baru Indonesia dalam liga enam besar ekonomi dunia.

Dengan beberapa aksi korporasi konversi, akuisisi saham, konsolidasi neraca, investor baru, dan share swap, diperkirakan bank syariah di Indonesia dapat mencapai skala lima besar dunia. Bahkan diperkirakan ada dua bank syariah di Indonesia yang masuk ke liga sepuluh besar dunia. 

Diperkirakan pada 2030 Indonesia akan menjadi salah satu pemimpin dunia. Di 2030 itu akan terjadi dua kali Ramadhan dalam satu tahun, yang biasanya membawa perubahan baik yang signifikan. Dua kali Ramadan dalam satu tahun pernah terjadi pada tahun 1965 dan 1997.

Inilah legacy terindah yang akan dikenang baik selama puluhan tahun ke depan, yang akan memperkokoh posisi Indonesia Emas pada tahun 2045 sebagai kekuatan utama dunia, tepat seratus tahun kemerdekaan Indonesia.

Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang membuat contoh yang baik, maka ia mendapatkan pahalanya dan pahala orang yang mengamalkannya setelahnya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun.”       


Arus Balik Melandai

Masih ada sekitar 46 persen kendaraan yang belum kembali pada arus balik.

SELENGKAPNYA

Kemenkes Pantau Kasus Covid-19 

Dampak mudik Lebaran terhadap kasus Covid-19 baru dapat dilihat dalam waktu sebulan.

SELENGKAPNYA

Siapa Mengawal Kasus Minyak Goreng?

KPK, Polri, dan Kejakgung terlihat berjalan sendiri merespons kasus minyak goreng. 

SELENGKAPNYA
×