Dessi (53) pengelola rumah kelahiran sang Plokamator RI, Muhammad Hatta berada di ruangan peninggalan di Jalan Muhammad Soekarno Hatta, Kota Bukittinggi, Sumbar. | ANTARA

Kisah Ramadhan

07 Apr 2022, 09:49 WIB

Menanti Kumandang Azan di Rumah Kecil Bung Hatta

Terlihat foto-foto Bung Hatta dari masa sekolah hingga menjadi wakil presiden mendampingi Soekarno.

OLEH FEBRIAN FACHRI 

Saksi bisu perjalanan Mohammad Hatta hingga akhirnya menjadi wakil presiden pertama RI masih tersimpan rapi di sebuah rumah sederhana di Jalan Soekarno Hatta, Bukittinggi, Sumatra Barat. Di bangunan yang kini diberi nama Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta, ada banyak kenangan tentang Bung Hatta kecil.

Saat melangkahkan kaki ke dalam, terlihat foto-foto Bung Hatta dari masa sekolah hingga dia menjadi wakil presiden mendampingi Soekarno. Di museum ini, juga ada foto keluarga Bung Hatta, mulai dari ibu, paman, serta anak dan istrinya. 

Secara fisik, Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta bukanlah rumah asli tokoh kemerdekaan tersebut, melainkan sebuah replika. Sebab, rumah asli Bung Hatta ambruk, nyaris rata dengan tanah. Pemerintah daerah setempat lantas membangun ulang rumah tersebut pada 1994 hingga 1995 dan langsung menjadikannya museum.

photo
Tampak samping kediaman bung Hatta, Bukittinggi, Sumatera Barat, Kamis 922/2). - (Republika/ Tahta Aidilla)

Meski replika, bangunan dibentuk mirip dengan bentuk aslinya, baik dari ukuran bangunan, arsitektur, tata letak, hingga setiap komponen yang ada di dalamnya. Yang masih asli ada di sana adalah sumurnya.

"Bangunan ini masih berada di lokasi yang sama dengan bangunan sebelumnya," kata edukator museum, Yossy Rumiyuli (25 tahun), Selasa (5/4).

Di dalam rumah itu, ada kamar-kamar. Selain kamar Bung Hatta, terdapat pula dua kamar pamannya, yakni Haji Idris dan Saleh St Sinaro.

Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta banyak didatangi pengunjung saat ngabuburit menunggu azan untuk berbuka puasa. Di sana, pengunjung dapat mengenali silsilah keluarga Bung Hatta, baik dari garis keturunan ibu maupun ayah. 

Para pengunjung yang datang akan dipandu oleh seorang edukator yang akan menjelaskan seisi rumah kecil Bung Hatta tersebut. Alhasil, pengunjung bukan sekadar berkunjung dan melihat-lihat saja, tapi juga sambil belajar dan wisata sejarah.

Salah seorang pengunjung asal Jakarta, Rahmat, terkesan dengan Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta yang hingga kini masih terjaga dengan baik. Dia yang baru saja menamatkan studi sarjananya itu takjub dengan komponen di dalam rumah yang juga masih terjaga dan asri. "Memang serasa masih berada pada zaman dahulu, tempo dulu," kata Rahmat.

photo
Ruang TidurRuangan kamar tidur Bung Hatta, Bukittinggi, Sumatera Barat, Kamis (22/2). - (Republika/ Tahta Aidilla)

Rahmat adalah pengagum H Agus Salim. Kini, dengan berkunjung ke Museum Kelahiran Bung Hatta, ia dapat memperoleh cukup banyak pengetahuan tentang Bung Hatta dari museum ini, mulai dari riwayat hidupnya, hingga silsilah keluarga. Rahmat berharap, museum ini terus terawat sampai kapan pun sehingga dapat menjadi ruang pendidikan bagi siapa pun yang berkunjung. 

Pengunjung yang sudah menyelesaikan eksplorasinya ke Museum Kelahiran Bung Hatta bisa melanjutkan wisata kuliner ke Pasar Atas Bukittinggi. Sebab, jarak antara Pasar Atas Bukittinggi dengan Museum Kelahiran Bung Hatta hanya beberapa ratus meter saja atau dapat ditempuh dengan jalan kaki selama beberapa menit. Wisatawan pun dapat pulang membawa aneka jajanan takjil berbuka.

Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta buka setiap hari dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB. Museum ini tidak memungut uang registrasi terhadap pengunjungnya yang datang. Bahkan, setiap pengunjung bakal mendapatkan cendera mata menarik dari museum.

photo
Taman belakang kediaman bung Hatta, Bukittinggi, Sumatera Barat, Kamis 922/2). - (Republika/ Tahta Aidilla)


Pesan Antirasialis Kisah Bilal bin Rabah

Kemuliaan Bilal pun sampai kepada surga. Nabi SAW bahkan mendengar suara langkah sandal Bilal di sana.

SELENGKAPNYA

Pertamina: Konsumsi Pertalite Naik

Pertamina mengeklaim stok Solar dan Pertalite berstatus aman di SPBU.

SELENGKAPNYA

Asal-usul di Balik Semaraknya Lentera Ramadhan di Mesir

Lentera Ramadhan menjadi tradisi kebanggaan masyarakat Muslim Mesir.

SELENGKAPNYA
×