Kerumunan masyarakat di Gaza pada Ramadhan 2022. | AP/Adel Hana

Kisah Ramadhan

05 Apr 2022, 10:46 WIB

Gelegar Meriam dan Kembalinya Ramadhan di Gaza

Gaza menjadi tempat yang ramai pada Ramadhan.

Sejak 1960-an, suara ledakan meriam terdengar saat matahari terbenam di Dubai selama Ramadhan. Suara meriam yang dapat didengar hingga jarak 10 kilometer ini telah menjadi tradisi di Uni Emirat Arab (UEA).

Biasanya, meriam akan diledakkan dua kali dalam sehari oleh polisi Dubai, yakni saat mengumumkan dimulai dan berakhirnya puasa. Pada Ramadhan 1443 Hijriyah, meriam akan ditembakkan di 11 lokasi di Dubai. 

Menurut protokol, empat petugas hadir di setiap penembakan. Dua orang menjaga meriam. Satu petugas memberikan kartrid kosong dan yang lain memuatnya. 

Dua petugas tetap di belakang sebagai penjaga meriam dan memberi perintah. Saat waktu buka puasa, petugas memberi perintah dan meriam ditembakkan.

Polisi setempat berusaha menjaga tradisi itu agar tetap hidup. “Karena penembakan meriam mengingatkan orang-orang tentang waktu mereka bisa mengakhiri puasa,” kata Komandan Unit Artileri di Departemen Umum Keamanan dan Darurat Perlindungan, Mayor Abdullah Al Amimi, seperti dikuti dari laman The National News, Senin (4/4).

Ada lima posisi tetap tahun ini, yakni di Atlantis the Palm, Burj Khalifa, Al Seef, Al Waheda di Century Mall Dubai, dan Hatta di depan Emirates Co-operative Society serta Hatta Hill Park. Polisi Dubai akan memiliki meriam bergerak yang ditempatkan di 11 lokasi area di emirat, bergantian antarlokasi.

Selama tiga hari, meriam buka puasa akan ditempatkan di Al Satwa (dekat Masjid Agung), Al Quoz (dekat dengan Masjid Al Anbiya’a), Al Lisaili (dekat Sekolah Nasional Al Nahda), Lahbab (dekat Lahbab Community Park 1), Al Aweer (dekat Masjid Sheikh Hamdan), Al Khawaneej (dekat Masjid Ahmed Al Habbai), dan Muhaisnah (dekat Masjid Abdul Rahim Mohammed Kti). Pada dua hari berikutnya, meriam akan ditempatkan di Al Warqa, Jebel Ali, Nad Al Sheba, dan Al Barsha.

Sementara itu, di Gaza, warga lokal menantikan perayaan Ramadhan dengan sukacita. “Orang-orang Gaza tahun lalu melewatkan kenikmatan Ramadhan dan Idul Fitri, jadi mereka mencoba untuk mengimbangi tahun ini dan menikmati persiapannya,” kata seorang penjaga toko di pasar Zawya yang ramai, Osama Al Helu, dikutip dari The National News, pada akhir pekan lalu.

Menurut dia, Ramadhan tahun ini jauh lebih baik. Pada tahun sebelumnya, Muslim Gaza dibayang-bayangi perang dan penyebaran virus korona.

Peningkatan infeksi yang terjadi pada musim semi lalu mendorong pihak berwenang memberlakukan serangkaian tindakan selama Ramadhan, termasuk jam malam dan pembatasan pertemuan. Menjelang akhir Ramadhan lalu, konflik antara militan Gaza dan Israel meletus. 

Pada Ramadhan kali ini, Gaza telah dihiasi dengan dekorasi berwarna cerah. Seorang pengunjung pasar, Arej Al Aousi, menyebut, tahun ini dia merasa seolah kehidupan telah kembali ke jalanan.

“Kami merasa senang begitu melihat lampu dan dekorasi di mana-mana,” kata siswa berusia 21 tahun itu. 


Dahsyatnya Tabungan Spiritual

Di dunia saja, tabungan spiritual bisa memberikan manfaat, terlebih lagi nanti di hari akhirat, tentu akan mendapatkan limpahan balasan lebih besar lagi.

SELENGKAPNYA

Asah Kepekaan Terhadap Dhuafa

Bulan Ramadhan jadi momentum untuk meningkatkan kepekaan sosial.

SELENGKAPNYA

Kecerdasan Mush’ab, Duta Pertama Islam

Sejak Mush'ab memilih Islam, ibunya tak lagi memberikan kemewahan kepadanya.

SELENGKAPNYA
×