Santri TPQ Insan Karim mengikuti Tahrib Ramadhan di Aloon-Aloon Masjid Agung Semarang, Jawa Tengah, Rabu (30/3/2022). Santri TPQ sambil membawa tongkat berhias pita berjalan menuju Aloon-Aloon Masjid Agung Semarang untuk menyambut Ramadhan. | Wihdan Hidayat / Republika

Kisah Ramadhan

31 Mar 2022, 11:34 WIB

Sukacita Sambut Ramadhan dari Belahan Dunia

Ramadhan menjadi bulan suci yang dikhususkan untuk beribadah.

OLEH ROSSI HANDAYANI

Kehadiran bulan suci Ramadhan tinggal hitungan hari. Antusiasme Muslim menyambut bulan suci sudah terasa di berbagai belahan dunia. Di Palestina, Suriah, Irak, dan Lebanon; warganya sibuk mempersiapkan Ramadhan dengan menggantung lentera untuk mendekorasi rumah. Mereka juga membeli aneka camilan, seperti permen, kacang-kacangan, dan makanan tradisional untuk hidangan berbuka puasa. 

Di Mesir, kerumunan orang sudah memadati pusat pameran di Kairo untuk membeli komoditas makanan dengan diskon yang disponsori oleh pemerintah. Sementara itu, di Arab Saudi, Kepresidenan Umum Urusan Dua Masjid Suci melaksanakan pemeliharaan kiswah Ka'bah secara berkala untuk persiapan menyambut Ramadhan.

Menurut Direktur Departemen Pemeliharaan Ka'bah Kiswah di Masjid al-Haram, Fahd al-Jabiri, pekerjaan pemeliharaan termasuk mengencangkan sabuk Ka'bah untuk melestarikan keindahannya dan mengencangkan sisi-sisinya. Dilansir dari Saudi Gazette, Selasa (29/3), Al-Jabiri menyebut, Kepresidenan menggunakan teknologi dan bahan paling mutakhir dengan standar internasional saat melakukan pemeliharaan Ka'bah Kiswah.

Pergantian kiswah Ka’bah rutin dilakukan setiap menjelang datangnya Ramadhan. Pekerjaan pemeliharaan umumnya berlangsung selama lima hari.

Wakil Kepala Jenderal Kepresidenan Urusan Masjid al-Haram, Saad Bin Mohammad al-Mohammed, menjelaskan, kiswah terbuat dari 670 kilogram sutra berkualitas tinggi, 120 kilogram benang emas, dan 100 kilogram benang perak.

"Sebanyak 200 pengrajin Saudi terlibat dalam memproduksi tirai hitam di Kompleks Raja Abdulaziz untuk Kiswah Ka'bah Suci," kata al-Mohammed.

Kiswah juga dianggap sebagai salah satu karya seni Islam yang paling indah, dengan tinggi 14 meter, sesuai dengan ketinggian Ka'bah, dan lebar 47 meter, cukup untuk menutupi empat sisi situs paling suci Islam.

Bagian atasnya dihiasi dengan strip lebar 95 sentimeter yang menampilkan ayat-ayat Alquran, tertulis dengan benang perak berlapis emas, yang beratnya 120 kilogram. Hampir 650 kilogram sutera alam dibutuhkan untuk membuat kiswah.

Euforia menyambut Ramadhan juga dirasakan penduduk Anchorage, Alaska, Amerika Serikat (AS). Salah satu warga Anchorage, Maleika Jones, menunggu datangnya paket dekorasi Ramadhan. Dia memesan lampu dan hiasan pesta untuk digantung dalam perayaan keluarganya saat mereka berbuka puasa 

“Tentu saja, meskipun itu pesanan Amazon, butuh beberapa pekan untuk sampai ke sini,” kata dia dilansir di laman New York times (30/3).

Jones tinggal di Anchorage, di mana itu merupakan rumah bagi satu-satunya masjid di Alaska. Lokasinya sekitar 6.700 mil sebelah barat Makkah, dengan pemandangan Pegunungan Chugach.

Masjid yang paling utara di negara itu juga merupakan jantung dari komunitas Muslim yang sedang berkembang. Ini menjadi momen Ramadhan untuk berkumpul pertama kalinya semenjak pandemi Covid-19.  

Sekitar 2.500 Muslim di wilayah Anchorage berasal dari seluruh dunia. Mereka adalah imigran, pengungsi, penduduk lokal, veteran, pelajar, dan lain-lain, semua berbagi iman dan cinta makanan.

“(Komunitas Muslim) adalah populasi yang cukup beragam, tetapi kemudian kami semua dapat bersatu atas dasar keyakinan dan tradisi yang sama, tradisi inti,” kata suami Jones, Gregory Shuaib Jones.

Anchorage merupakan salah satu kota yang paling beragam secara etnis, dengan lebih dari 100 bahasa terwakili dalam sistem sekolah umum. Orang sering pindah ke daerah itu sebagai bagian dari militer, sebagai imigran baru atau sebagai pengungsi. Banyak yang berasal dari Republik Demokratik Kongo, Somalia, Sudan, Kuba, Irak, dan Bhutan. Baru-baru ini, 100 pengungsi dari Afghanistan telah menetap di daerah tersebut.

Pusat Komunitas Islam Anchorage Alaska memiliki anggota dari 40 hingga 50 negara. “Saya menyukai fakta ada begitu banyak budaya dan orang yang berbeda dari seluruh dunia, dan saya pikir itu membuat Anchorage menjadi kota yang sangat kaya,” kata Barbour.

Tahun ini, Ramadhan jatuh pada musim semi di belahan bumi utara. Artinya, di Alaska itu berarti puasa dimulai dari pukul 05.00 pagi hingga sekitar 18.30.

Akan tetapi, ketika jatuh pada bulan-bulan musim panas atau musim dingin, kota-kota utara dunia harus mengakomodasi waktu puasa yang berbeda. Anchorage mengalami sekitar 22 jam siang hari selama titik balik matahari musim panas, sementara titik balik matahari musim dingin membawa sangat sedikit cahaya, hanya sekitar lima jam. 

Untuk mengatasinya, Muslim di negara-negara jauh utara diberikan izin khusus untuk mengadopsi jadwal Makkah. Sementara itu, beberapa Muslim Alaska memilih untuk mengikuti matahari terbit dan terbenam setempat.

“Ini adalah tantangan unik di sini di Alaska. Ketika kami pertama kali tiba di sini itu pukul 23.30, dan matahari belum terbenam dan saya seperti, 'Apa yang terjadi di sini’,” kata Jones. 


Bantai Adat, Tradisi Sembelih Kerbau Sambut Ramadhan

Ratusan juta orang menyambut kedatangan Ramadhan dengan suka cita

SELENGKAPNYA

Giatkan Ibadah Sambut Ramadhan

Berpuasa pada bulan Sya’ban merupakan bagian dari menyambut hadirnya Ramadhan.

SELENGKAPNYA

Meneguhkan Road Map Kehidupan

Langkah pertama meneguhkan road map kehidupan ialah ketegasan menentukan visi hidup.

SELENGKAPNYA
×