Santri TPQ Insan Karim mengikuti Tahrib Ramadhan di Aloon-Aloon Masjid Agung Semarang, Jawa Tengah, Rabu (30/3/2022). Santri TPQ sambil membawa tongkat berhias pita berjalan menuju Aloon-Aloon Masjid Agung Semarang untuk menyambut Ramadhan. | Wihdan Hidayat / Republika

Kisah Ramadhan

31 Mar 2022, 11:08 WIB

Bantai Adat, Tradisi Sembelih Kerbau Sambut Ramadhan

Ratusan juta orang menyambut kedatangan Ramadhan dengan suka cita

Tradisi unik muncul di banyak daerah di Indonesia menyambut bulan suci Ramadhan. Setiap tradisi memiliki arti tersendiri bagi warga setempat.

Di Provinsi Jambi, misalnya, ada Bantai Adat, yaitu tradisi menyembelih kerbau yang biasa dilakukan sebelum bulan puasa. Pada tahun ini ada 120 ekor kerbau dewasa yang disembelih.

Rangkaian tradisi Bantai Adat mendapat sambutan luar biasa dari warga Tabir dan Merangin. Mereka ramai mendatangi lokasi Bantai Adat. Mereka berdatangan dengan menggunakan berbagai kendaraan. Yang khas, para wanita yang hadir hampir semuanya mengenakan sarung kain batik yang merupakan pakaian wajib kaum perempuan ke lokasi Bantai Adat.

Ratusan tiang untuk tambatan kerbau dibuat kokoh. Suasana di lokasi Bantai Adat yang berada di areal kebun sawit di tanah adat itu berlangsung cukup ramai.

Semua kerbau disiapkan dan disembelih secara serempak mulai Rabu (30/3) pukul 04.00 WIB. Dagingnya kemudian dijual dengan harga lebih murah untuk masyarakat. Tahun ini, harga daging Rp 150 ribu per kilogram.

 

Daging-daging tersebut habis terjual dalam waktu empat jam. “Pada pukul 08.00 WIB, daging terjual habis, tinggal sebagian jeroan yang masih dijual," kata Awi, salah seorang warga peserta Bantai Adat, Rabu (30/3).

Warga lainnya, Jusuf, baru pertama kali membawa kerbaunya ke ajang Bantai Adat. “Saya siapkan kerbaunya sejak dua bulan lalu untuk acara ini," kata dia.

Kerbaunya menghasilkan sekitar 140 kilogram daging, belum termasuk jeroan dan tulang. Selain itu banyak juga warga yang membeli kepala kerbau termasuk tanduknya. "Ada yang beli kepala kerbau juga, semuanya terjual," ujarnya.

Menurut Gubernur Jambi H Al Haris, Pemerintah Provinsi Jambi berkomitmen mengangkat kearifan dan budaya lokal menjadi kekuatan daerah. Tujuannya, untuk meningkatkan perekonomian dan bangkit dari pandemi Covid-19.

Pemerintah setempat akan mendorong agar tradisi Bantai Adat menjadi agenda nasional. ‘Warga diharapkan bisa memasak daging pada Ramadhan nanti, ini perpaduan tradisi dengan kegiatan keagamaan yang kami pupuk terus di masyarakat," kata Al Haris.

Selain menyembelih ratusan kerbau, ada juga kegiatan memanggang 1.000 batang lemang, pertandingan silek, dan kegiatan lainnya di Rumah Tuo Rantau Panjang. Sebelumnya, juga digelar pawai anak-anak dan khataman Alquran secara massal yang mengelilingi Pasar Rantau Panjang.

Menurut Al Haris, sangat banyak budaya Islam di Provinsi Jambi yang bisa diangkat menjadi agenda kegiatan nasional. “Di sini, ada simbol budaya dan kegiatan agama yang disatukan," kata dia.

Bupati Merangin H Mashuri menyebut, anak-anak muda patut dilibatkan dalam tradisi-tradisi tersebut. “Jika generasi muda milenial kita paham dan tahu budaya Bantai Adat ini, insya Allah akan terus lestari," kata Mashuri. 

Sumber : Antara


Giatkan Ibadah Sambut Ramadhan

Berpuasa pada bulan Sya’ban merupakan bagian dari menyambut hadirnya Ramadhan.

SELENGKAPNYA

Meneguhkan Road Map Kehidupan

Langkah pertama meneguhkan road map kehidupan ialah ketegasan menentukan visi hidup.

SELENGKAPNYA
×