Ustaz Dr Amir Faishol Fath | Republika

Khazanah

29 Jan 2022, 10:19 WIB

Lemahnya Iblis

Iblis tidak punya kekuatan untuk menyesatkan, tapi hanya mampu menawarkan berbagai macam godaan.

 

DIASUH OLEH USTAZ DR AMIR FAISHOL FATH; Pakar Tafsir Alquran, Dai Nasional, CEO Fath Institute

Mengapa kita diajarkan agar membaca “Audzu billaahi minsyaithaanirrajim (Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk)”? Di sini ada kata audzu billah bahwa hanya Allah tempat berlindung. Sementara setan hanya makhluk-Nya yang lemah dan tidak berdaya.

Kata arrajim menunjukkan bahwa iblis atau setan itu terkutuk. Sayangnya, masih banyak orang yang terpedaya oleh godaan setan sehingga tergelincir dalam dosa. Padahal, setan hanya mampu menggoda, tidak mampu memaksa.

Allah berfirman: “Qaala fabizzatika laughwiyannahum ajma’iin (Iblis berkata, dengan keperkasaan-Mu aku akan sesatkan mereka semuanya).” (QS Sad: 82).

Kata laughwiyannahum menunjukkan bahwa iblis tidak mampunyai kekuatan untuk menyesatkan, melainkan hanya mampu menawarkan berbagai macam godaan melalui bisikan dan iklan-iklan maksiat.

Pengakuannya fabiizzatika (dengan keperkasaan-Mu), menunjukkan bahwa iblis tidak akan berhasil menggoda tanpa izin Allah. Di sini manusia diberi kesempatan untuk berikhtiar, mau patuh kepada Allah atau terlena dengan godaan iblis.

Siang dan malam iblis berusaha menggencarkan godaan dan tipu daya. Dalam surah al-A’raf ayat 16, Allah menyebutkan bahwa iblis akan beroperasi di wilayah orang-orang baik. Artinya, di tempat-tempat maksiat tidak perlu kehadiran iblis, sebab mereka memang sudah sesat, maka tidak perlu disesatkan lagi. Namun, ia akan beroperasi di tempat-tempat yang lurus supaya menjadi bengkok.

 
Ketika sang hamba menghadap ke langit, dengan cara tunduk ke bawah, bersujud di atas bumi, iblis tidak akan berdaya untuk menggodanya.
 
 

Sangat gencar memang, perjuangan iblis dalam menggoda manusia. Iklan-iklan dosa itu bisa datang dari berbagai arah, depan, belakang, kanan, dan kiri. Apalagi, di era media sosial ini, iblis merasa semakin mudah sebab sarana berbuat dosa tidak perlu di tempat khusus, melainkan cukup dengan sarana gawai yang sudah berada di tangan-tangan banyak orang dari level dewasa sampai anak.

Allah menceritakan ini dalam Alquran: “Tsumma laatiyannahum min baini aidiihim wa min khalfihim wa ‘an aimaanihim wa ‘an syamaailihim (Kemudian pasti aku (iblis) akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, darai kanan dan dari kiri mereka).” (QS al-A’raf: 17).

Perhatikan berbagai arah yang disebutkan iblis dalam menggoda. Ada dua arah yang tidak bisa dimasuki iblis yaitu dari atas dan bawah.

Mengapa? Sebab, bagi iblis arah ke atas dan ke bawah adalah wilayah Allah. Ketika sang hamba menghadap ke langit, dengan cara tunduk ke bawah, bersujud di atas bumi, iblis tidak akan berdaya untuk menggodanya. Inilah yang disebut dengan orang-orang ikhlas.


×