Petugas keamanan menutup pintu masuk di SMA Negeri 1 Denpasar, Bali, Rabu (26/1/2022). Pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah tersebut sementara dihentikan menyusul adanya 15 siswa terpapar Covid-19 sehingga dialihkan dengan melakukan pembelajaran secar | ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/aww.

Nasional

29 Jan 2022, 03:45 WIB

IDI Nilai Positivity Rate 12 Persen tak Aman Bagi Anak

Evaluasi PPKM setiap daerah dilakukan setiap pekan.

JAKARTA -- Ketua Satgas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Zubairi Djoerban meminta agar pemerintah kembali mengevaluasi kembali level dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ke level yang lebih tinggi agar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen bisa kembali ditunda. Pasalnya, kenaikan harian kasus Covid-19 terus meningkat dan dinilai sudah tidak aman terutama untuk para anak.

"Untuk sekian kali. Tolong pertimbangkan pelaksanaan PTM 100 persen. Positivity rate Indonesia sudah mencapai 12 persen. Bahkan peringkat jumlah kasus baru mingguan kita sudah mengalahkan Afrika Selatan dan mendekati Malaysia di Worldometers. Terapkan mode sekolah virtual—untuk sementara dan menaikkan PPKM ke level lebih tinggi,"kata Zubairi dalam keterangannya, Jumat (28/1).

Ia menambahkan, alangkah baiknya di daerah-daerah merah Covid-19 juga kembali menerapkan sekolah virtual. Sedangkan yang positivity rate-nya rendah, masih dimungkinkan untuk tetap PTM. "Ingat, keterisian rumah sakit telah naik lebih dari 30 persen saat ini," tegasnya.

Perihal keterisian rumah sakit pun diamini Ketua Pokja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) sekaligus Dokter Spesialis Paru RSUP Persahabatan Erlina Burhan mengatakan, pasien Covid-19 yang dirujuk ke RSUP Persahabatan mengalami peningkatan seiring dengan meningkatnya kasus positif Covid-19 dalam beberapa hari terakhir. Ia mengatakan, tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di RSUP Persahabatan hampir 70 persen.

"Di RS Persahabatan terlihat tren peningkatan kasus, kasus yang dirawat dari kapasitas yang kami kami alokasikan saat ini, itu hampir 70 persen sudah terisi," kata Erlina Kamis (27/1).

Sementara Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin menyatakan untuk evaluasi PPKM setiap daerah dilakukan setiap pekan. Dengan meningkatnya kasus Covid-19 beberapa hari terakhir, lanjut Budi, penerapan level PPKM akan tetap berbasis standar WHO.

"Assesemen level PPKM kita akan tetap menggunakan itu, assesemen level disusun berbasis standar WHO, ada mengenai transmisi, dan kesiapan dari daerahnya, dari transmisi yang kita ukur jumlah kasus per 100 ribu, hospitalisasi per 100 ribu dan kematian per 100 ribu.

Level 1 itu 20 per 100 ribu, hospitalisasi 5 per 100 ribu, dan kematian 1 per 100 ribu. Kami akan pertahankan definisi ini karena berlaku internasional," ujar Budi dalam keterangannya dikutip, Jumat (28/1).

photo
Karyawan SMA Warga Solo melakukan penyemprotan cairan disinfektan di halaman kelas setelah temuan kasus positif COVID-19 di sekolah setempat, Solo, Jawa Tengah, Kamis (27/1/2022). Setelah adanya 12 orang dari guru, siswa dan karyawan sekolah SMA Warga Solo yang terkonfirmasi positif Covid-19, pihak sekolah setempat mulai meniadakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dengan mengganti sistem pembelajaran daring guna mencegah penyebaran Virus Covid-19. - (ANTARA FOTO/Maulana Surya)

"Untuk review, kami lakukan tiap hari senin, kalau ditanya ada perubahan tiap hari? ada, akan lebih baik rutin perubahan kecuali ada benar-benar emergency sehingga masyarakat tidak bingung kalau terlampau sering perubahan," sambungnya.

Strategi pemerintah dalam menghadapi gelombang Omicron pun menurut Budi sedikit berbeda dengan menghadapi gelombang Delta. Meskipun gelombang Omicron penularannya sangat cepat, namun tingkat keparahannya rendah.

“Sebagian besar kasus Omicron adalah OTG atau asimtomatik atau gejala sakitnya ringan. Jadi hanya gejala pilek, batuk, atau demam yang sebenarnya bisa sembuh tanpa perlu dibawa ke rumah sakit,” ucap Budi. Pemerintah pun menyiapkan tempat tidur perawatan di rumah sakit sebanyak 70.641. Kapasitas tempat tidur secara nasional berjumlah 120 ribu hingga 130 ribu.

Kantor Staf Presiden tetap meminta masyarakat menyikapi PTM 100 persen dan kaitannya dengan penutupan sejumlah sekolah di Tanah Air dengan bijak. "Waspada harus proporsional, jangan panik berlebih. Kita ribut dengan penutupan 90 sekolah, padahal di Jakarta ada 6.421 sekolah," kata Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Abraham Wirotomo.


×