Menteri BUMN Erick Thohir (tengah) bersama Mendag Muhammad Lutfi (kanan) dan Dirut Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) Arief Prasetyo Adi (dua kiri) berjalan menuju lokasi grand Launching Holding BUMN Pangan ID FOOD di Museum Fatahilah, Jakarta, Rabu ( | Prayogi/Republika.

Ekonomi

17 Jan 2022, 08:49 WIB

Digitalisasi Kerek Saham Emiten BUMN 

Saham emiten bank BUMN turut berkontribusi ke IHSG tahun lalu. 

JAKARTA—Sejumlah emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor perbankan gencar melakukan inovasi dan transformasi digital. Langkah bank pelat merah tersebut diprediksi akan mengerek pertumbuhan kredit pada 2022 sehingga menjadi sentimen positif bagi pergerakan saham masing-masing emiten bank BUMN.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk telah mengembangkan sejumlah aplikasi super-app untuk meningkatkan produktivitas pinjaman, salah satunya BRISpot. Selain itu, integrasi holding Ultramikro (UMi) dengan platform digitalnya, UMi Corner, juga berpotensi mendongkrak pertumbuhan kredit emiten berkode saham BBRI itu sebagai induk holding

"Kami percaya holding dapat memanfaatkan dan mengoptimalkan database yang ada. Dengan dukungan dari perbankan digital, ekosistem ultramikro akan terbangun dengan baik,” kata Equity Analist Sinarmas Sekuritas Aryana Paramita dalam risetnya seperti dikutip Republika, Ahad (16/1).

Tercatat, penyaluran kredit BBRI hingga kuartal III 2021 mencapai target yang ditetapkan perseroan yaitu tumbuh 6,1 persen. Dengan konsolidasi holding UMi yang terdiri atas BBRI, PT Pegadaian (Persero), dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero), Aryana memperkirakan, penyaluran kredit BBRI bisa tumbuh menjadi 10,2 persen pada 2022. 

Selain itu, Aryana menilai, prospek BBRI akan tetap positif didukung pertumbuhan laba yang kuat. Aryana memperkirakan, laba bersih BBRI akan tumbuh 21 persen pada tahun ini dengan angka NPL stabil di level 3,2 persen. Meski demikian, penerapan sistem pembayaran BI Fast dinilai akan berdampak terhadap kinerja pendapatan BBRI.

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BBTN juga telah menyusun Rencana Peta Jalan Digital. Eksosistem perumahan atau KPR berbasis digital yang dikembangkan perseroan dinilai akan mendukung posisi perseroan sebagai pemain terdepan dalam menyalurkan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP).

"BBTN juga mulai menyalurkan kredit terkait perumahan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui portal web BTN Properti. Hal ini didukung oleh Digital Kredit UMKM (digiKu), program pemerintah yang melibatkan bank BUMN untuk mendukung aplikasi pinjaman online,” ujar Aryana.

Transformasi digital juga akan berdampak positif terhadap kinerja PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Kepala Riset Henan Putihrai Sekuritas Robertus Yanuar Hardi mengatakan, upaya emiten bersandi saham BMRI untuk mengintegrasikan ekosistemnya dengan digitalisasi merupakan langkah yang tepat.

"Kami berpendapat, upaya digitalisasi yang agresif yang ditandai dengan penurunan beban operasional bersih, berpotensi meningkatkan profitabilitas dan skalabilitas perseroan di masa depan," kata Robertus melalui risetnya. 

Sementara itu, ketika bank digital lain masih berupaya memperoleh satu juta sampai lima juta pelanggan dalam satu sampai lima tahun ke depan, emiten dengan kode saham BMRI ini telah mengakuisisi 30 juta pelanggan individu per September 2021. Langkah ini akan mendukung perseroan menangkap peluang yang lebih besar di segmen perbankan ritel.

BMRI baru-baru ini juga meluncurkan aplikasi Kopra by Mandiri dan Livin' by Mandiri baru untuk sepenuhnya mendigitalisasi layanan yang tersedia untuk masing-masing pelanggan korporat dan ritelnya. Kehadiran dua platform digital ini diyakini dapat mendukung kinerja perseroan. 

Robertus melihat, BMRI akan memainkan peran kunci dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi digital Indonesia karena perseroan aktif berinvestasi di beberapa startup teknologi melalui anak perusahaannya, Mandiri Capital. Selain Bukalapak Tbk, beberapa portofolio investasi terkenalnya adalah GOTO, LinkAja, Amartha, Investree, dan Koinworks. 

Langkah transformasi digital juga akan ditempuh oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Emiten bersandi saham BBNI ini akan mengakuisisi bank kecil dengan modal maksimal sebesar Rp 3 triliun untuk ditransformasi menjadi bank digital serta bermitra dengan ekosistem digital lebih kuat dan berpengalaman dalam meningkatkan skalabilitas. 

Selain itu, Robertus mengatakan, kinerja BBNI juga akan didukung oleh kehadiran BNI Xpora. Solusi digital untuk UKM ini dinilai akan mendukung perseroan dalam memainkan peran kunci dalam mengakselerasi pertumbuhan nilai ekspor Indonesia. Dalam tiga bulan sejak diluncurkan, BNI Xpora yang telah menyalurkan pinjaman hingga Rp 1,06 triliun kepada eksportir UKM. 

Kepala Riset Praus Kapital Alfred Nainggolan mengatakan, salah satu emiten BUMN yang paling berkontribusi terhadap kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 2021 adalah BMRI. Ia menyebutkan, BMRI juga mampu berkontribusi dengan kenaikan sebesar 11 persen. 

Selain BMRI, emiten bank BUMN lainnya yang mencatatkan kenaikan sepanjang 2021, yaitu BBNI sebesar sembilan persen dan BBTN sebesar 0,3 persen. Menurut Alfred, kenaikan kinerja saham emiten BUMN ini utamanya didukung performa keuangan yang positif.

Sementara itu, perolehan laba bersih bank BUMN juga terus meningkat per 30 September 2021 meskipun belum bisa pulih seperti kondisi sebelum pandemi Covid-19. Laba bersih empat emiten bank BUMN mencatatkan kenaikan hingga 42 persen secara tahunan.


×