Menteri BUMN Erick Thohir berbicara tentang knowledge based economy. | ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

Ekonomi

17 Jan 2022, 08:30 WIB

Knowledge Based Economy: Menggapai Mimpi Besar Indonesia

Dalam knowledge based economy, manusia harus menciptakan pertumbuhan ekonomi sendiri

 

Indonesia memiliki mimpi yang cukup besar untuk dicapai pada 2045. Ekonomi negeri berjuluk Zamrud Khatulistiwa ini ditargetkan bisa masuk empat besar dunia. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, cita-cita tersebut sudah menjadi kesepakatan bersama meski penuh tantangan.

“Sama dengan Indonesia, untuk mencapai mimpi ini tantangannya luar biasa berat,” kata Erick saat menjadi pembicara dalam Student Day Talkshow di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Malang, Jawa Timur.

Erick menilai, saat ini Indonesia sudah tidak lagi mengusung perekonomian berbasis sumber daya alam (SDA). Sekitar 10 sampai 15 tahun mendatang, pertumbuhan ekonomi akan berdasarkan pada knowledge based economy. Hal ini berarti manusia harus memiliki kemampuan untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi sendiri termasuk menyediakan lapangan pekerjaan.

Selain itu, Erick juga mengungkapkan, Indonesia sedang menghadapi bonus demografi. Mayoritas penduduknya merupakan anak muda dan kelas menengahnya juga besar. Akan tetapi, apabila melihat target 2045, era 2038 akan menjadi lampu kuning untuk Indonesia.

Kenapa lampu kuning? Piramidanya (demografi) akan terbalik seperti banyak negara. Contohnya, Jepang di mana mayoritas penduduknya tua sehingga ekonominya sudah mulai minus. Ini yang harus dipersiapkan,” ucapnya.

 

 

Indonesia harus mempersiapkan kemampuan tenaga kerjanya sesuai yang dibutuhkan di masa depan.

 

ERICK THOHIR, Menteri BUMN
 

Ada 17,5 juta tenaga kerja yang diperlukan Indonesia sampai 2035. Tenaga kerja ini harus memahami teknologi termasuk dari unsur pengusahanya.

Melihat situasi tersebut, maka infrastruktur yang akan dibangun ke depan juga sangat penting. Pembangunan infrastruktur tidak hanya berupa jalan tol, bandara, ataupun pelabuhan, tapi infrastruktur untuk digitalisasi juga harus dipersiapkan, seperti data center, cloud, dan sebagainya. Di sisi lain, Erick juga menilai, Indonesia harus dapat menciptakan ekosistem sendiri.

“Punya roadmap sendiri, dunia Indonesia, bukan dunia orang lain. Ini momentum yang luar biasa, ekonomi Indonesia ini akan terus tumbuh sampai 2045. Jadi, artinya apa? Potensinya luar biasa," ungkapnya.

BUMN pun terus berupaya memberikan dukungan kepada terobosan-terobosan kreatif. Beberapa di antaranya, yakni inisiasi Sembrani dan Kiqani Fund sebagai platform pendanaan bagi usaha rintisan yang bergerak di bidang fashion, makanan, dan minuman, serta kecantikan. Semuanya dikembangkan dengan harapan mencetak generasi muda yang produktif.

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo turut menyinggung masalah pentingnya keberadaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam pertumbuhan ekonomi. Ganjar mengingatkan, saat ini hanya 13 persen UMKM yang sudah mendapatkan fasilitas digital.

“Kita mencoba dorong supaya lebih besar. Itu sesuatu yang perlu difasilitasi,” ujarnya. 

Kegiatan talkshow yang menghadirkan Erick Thohir dan Ganjar Pranowo merupakan bagian dari acara Student Day UMM. Rektor UMM Fauzan mengatakan, slogan Student Today Leader Tomorrow membuat pihaknya memfokuskan proses pendidikan dalam dua hal, yakni kompetensi akademis dan kepemimpinan. Agenda Student Day menjadi salah satu upaya untuk membangun kepemimpinan yang kuat, khususnya melalui berbagai kegiatan mahasiswa, organisasi, serta agenda-agenda menarik. 


×