Mahasiswa IAIN Bukit Tinggi memperagakan cara kerja karya inovasi teknologi berupa robot protokol kesehatan (robokes) pada pameran dan grand final Olimpiade Agama, Sains dan Riset (OASE) I tahun 2021 di kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Ban | ANTARA FOTO / Irwansyah Putra

Khazanah

29 Nov 2021, 07:38 WIB

OASE PTKI Sukses Digelar

Tim UIN ar-Raniry Banda Aceh menjadi juara umum ajang kompetisi ini.

BANDA ACEH – Kementerian Agama (Kemenag) untuk pertama kalinya menggelar Olimpiade Agama Sains dan Riset Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (OASE PTKI).

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Muhammad Ali Ramdhani mengaku bersyukur karena ajang selama empat hari itu telah sukses diselenggarakan. Ia berharap seluruh mahasiswa PTKI yang mengikuti rangkaian kegiatan tersebut dapat mengambil inspirasi kemajuan. 

“Semoga OASE melahirkan bibit-bibit unggul dan sang juara di dalam olah pikir pada bidang agama, sains dan riset. Tiga hal yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan agar manusia mencapai kejayaan,” ujar Ali Ramdhani saat menyampaikan pidato penutupan OASE PTKI 2021 di kampus Universitas Islam Negeri (UIN) ar-Raniry, Banda Aceh, Sabtu (27/11) malam. 

Ia juga berpesan kepada seluruh PTKI yang mengikuti olimpiade tersebut agar terus meningkatkan kualitas akademik. Sebab, kata dia, mahasiswa dan mahasiswi perguruan Islam akan turut berperan dalam membentuk masa depan bangsa. Mereka diharapkan siap menyongsong Indonesia Emas 2045. 

“Insya Allah, hal itu bisa dicapai jika saja 1,2 juta mahasiswa PTKI yang kita miliki menunjukkan kualitas dan karakter yang unggul,” ucapnya.

Sebanyak 2.955 peserta dari 184 PTKI negeri dan swasta se-Indonesia mengikuti OASE PTKI 2021. Mereka telah melalui tahap penyisihan pada 23-29 Oktober 2021. Selanjutnya, tahap semifinal dilakukan pada 6-13 November 2021. Adapun grand final OASE PTKI-1 digelar secara daring dan luring sejak Kamis (25/11) hingga Ahad (28/11) di UIN ar-Raniry, Banda Aceh, Aceh. 

photo
Peserta lomba cabang inovasi teknologi dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara mempersiapkan miniatur hasil inovasi astronomi pesawat angkasa luar berkecepatan melebihi kecepatan cahaya dengan konsep teknologi Warp Speed sebelum dipresentasikan pada grand final Olimpiade Agama, Sains dan Riset (OASE) I tahun 2021 di gedung fakultas Saintek UIN Ar-Raniry, Banda Aceh, Aceh, Jumat (26/11/2021). OASE I tahun 2021 diikuti 184 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri dan Swasta dari seluruh Indonesia yang mempertandingkan 23 cabang lomba dengan jumlah peserta sebanyak 2.955 orang. - (ANTARA FOTO / Irwansyah Putra)

Terdapat 11 cabang yang dilombakan secara luring dalam OASE PTKI-1, yakni literasi dan inovasi teknologi; nanoteknologi; produk halal dan ketahanan pangan; iklim; serta limbah, lingkungan dan sumber daya terbarukan. selain itu, ada pula cabang kompetisi deteksi dan mitigasi bencana; sosial keagamaan; media pembelajaran; astronomi islam atau ilmu falak; robotik dan pemrograman; serta desain arsitektur islam. 

Sementara itu, ada delapan bidang lomba yang digelar secara daring, yakni sains (matematika, fisika, kimia dan biologi); karya inovasi; debat ilmiah; pemilihan dai mahasiswa; rancangan bisnis; qiratul kutub; fahmil qur’an; serta storytelling

Direktur PTKI Kemenag Suyitno menyampaikan terima kasih kepada pihak UIN ar-Raniry sebagai tuan rumah acara tersebut. Ia juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada semua mahasiswa yang terlibat langsung dalam kegiatan OASE PTKI-1.

“Mudah-mudahan para mahasiswa semakin kompetitif dan memberikan kontribusi terhadap PTKI-nya masing-masing,” kata Suyitno, Sabtu (27/11).

Juara umum

Tim dari UIN ar-Raniry Banda Aceh menyabet gelar juara umum dalam OASE PTKI-1. Para mahasiswa dari kampus tersebut berhasil meraih total 7 medali emas, 7 medali perak, dan 4 medali perunggu dalam berbagai ketegori lomba.

Di urutan kedua, terdapat tim dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dengan raihan 4 medali emas, 4 medali perak, dan 2 medali perunggu. Adapun tim UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ditetapkan sebagai juara umum ketiga setelah meraih 2 medali emas, 2 medali perak, dan 1 medali perunggu.

Berdasarkan pantauan Republika, karya-karya para mahasiswa PTKI yang masuk tahapan final dipamerkan di aula kampus UIN ar-Raniry. Di antaranya ialah sabun penetral bakteri air liur anjing karya tim mahasiswa UIN Yogyakarta.

“Ini bagus dan bermanfaat, terutama bagi Muslim yang berisiko kontak dengan anjing,” kata mahasiswa jurusan Kimia Fakultas Saintek UIN Yogyakarta, Alvina Lutviyani, Sabtu (26/11).


×