Petugas membatu mengisi daya mobil listrik di SPBU Green Energy Station Fatmawati, Jakarta, Rabu (1/9). Green Energy Station (GES) SPBU Berkonsep Ramah Lingkungan merupakan suatu layanan terintegrasi bagi konsumen di SPBU Pertamina dengan empat (4) konsep | Prayogi/Republika.

Otomotif

25 Nov 2021, 09:12 WIB

Ekosistem Mobil Listrik akan Terus Tumbuh

Perusahaan menyiapkan transisi teknologi secara bertahap sebelum beralih ke mobil listrik.

Keberadaan mobil listrik (electric vehicle/EV) di Indonesia makin menjamur. Sejumlah pabrikan pun terus bersiap untuk meramaikan pasar EV, baik berupa kendaraan hibrida maupun battery electric vehicle (BEV).

Salah satu pabrikan yang tertarik untuk terjun dalam pasar EV adalah Morris Garage (MG). Marketing dan PR Director MG Motor Indonesia Arief Syarifudin mengatakan, komitmen itu terlihat dari hadirnya MG 5 EV dalam Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2021.

"April lalu, kami telah memperkenalkan ZS EV. Kini, lewat GIIAS, kami kembali memperkenalkan EV yang disebut dengan MG 5 EV yang hadir sebagai EV station wagon pertama di dunia," kata Arief dalam talkshow yang digelar MG bersama Forum Wartawan Otomotif Indonesia (Forwot) yang digelar di BSD, Tangerang, beberapa waktu lalu.

Dengan pengenalan produk ini, MG sekaligus ingin menyampaikan pesan bahwa perusahaan telah melakukan pengembangan produk yang canggih dan ramah lingkungan. Perusahaan pun siap untuk meramaikan pasar EV di Indonesia.

MG 5 EV merupakan EV yang dibekali dengan motor listrik permanent magnet synchronous motor yang mampu menghasilkan tenaga sebesar 153 daya kuda. Kendaraan ini mampu berakselerasi dari nol ke 100 km/jam dalam waktu delapan detik.

Kapasitas baterai yang dibenamkan dalam mobil ini sebesar 50,3 kWh dan mampu menempuh jarak hingga 380 km. Kemampuan fast charging yang dihadirkan pun membuat pengisian daya dari nol hingga 80 persen bisa dilakukan dalam 40 menit.

Sementara itu, untuk menunjang kenyamanan dan keamanan, mobil ini dibekali dengan stability control system, traction control system, curve brake control, emergency stop signal, hill atart assist system, dan tire pressure monitor system.

Saat ini, MG masih terus melakukan kajian dan persiapan untuk menghadirkan produk ini di Indonesia. Sehingga, setiap produk yang dihadirkan bisa selalu sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pasar.

"Sejak hari pertama booth MG di GIIAS 2021 dibuka untuk umum, kami melihat begitu banyak antusiasme pengunjung yang mengeksplorasi MG 5 EV. Hal tersebut bisa menjadi salah satu indikator yang dapat membuktikan tingginya minat masyarakat Indonesia terhadap kendaraan listrik yang ramah lingkungan," ucapnya.

Selain MG, Lexus juga kembali meramaikan pasar kendaraan elektrifikasi lewat the New Lexus ES 300h yang diluncurkan dalam GIIAS 2021. General Manager Lexus Indonesia, Bansar Maduma, mengatakan, produk yang menerapkan teknologi self-charging hybrid ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan profesional dan kegiatan bisnis konsumen yang dikemas dengan desain modern dan kenyamanan khas Lexus.

"Mobil ini dibekali Lexus Hybrid Drive generasi keempat yang menerapkan teknologi self-charging hybrid yang dapat menghasilkan jarak tempuh yang lebih jauh namun tetap efisien," ucap Bansar Maduma secara virtual, beberapa waktu lalu.

Dalam penyegaran ini, the New Lexus ES 300h hadir dengan ukuran baterai yang lebih kecil sehingga membuat bobot kendaraan menjadi lebih ringan. Meski demikian, kendaraan itu diklaim mampu tetap mempertahankan efisiensi dan performanya.

"Posisi baterai juga mengalami perubahan. Kini, baterai berada di bagian bawah kursi belakang untuk memaksimalkan ruang bagasi dan kabin sekaligus memberikan distribusi bobot yang lebih seimbang untuk meningkatkan driving experience," ujarnya.

Untuk keamanan, produk yang ditawarkan dengan harga sekitar Rp 1,1 miliar itu telah ditunjang oleh fitur pre-collision system (PCS), lane tracing assist (LTA), lane keep assist (LKA), dan dynamic radar cruise control (DRCC). Lewat fitur-fitur ini, mobil dengan mesin 2,5 liter berkemampuan 215 daya kuda ini bisa sekaligus menjadi kendaraan luxury mid-size sedan yang efisien, ramah lingkungan, nyaman, dan aman.

Di satu sisi, selain menawarkan produk hibrida, Lexus juga telah menawarkan BEV lewat produk Lexus UX 300e yang ditawarkan dengan harga sekitar Rp 1,3 miliar. Agar para pengguna BEV bisa lebih fleksibel, Lexus pun menghadirkan infrastruktur penunjang.

Dijelaskan, sebagai langkah nyata dalam menyajikan amazing electrified ownership experience, Lexus Indonesia resmi memperkenalkan electric infrastructure dalam bentuk Lexus Exclusive Charging Network.

"Lexus Exclusive Charging Network adalah lokasi pengisian baterai kendaraan listrik khusus Lexus yang terdapat di berbagai titik di Lexus Exclusive Parking Privilege dan Lexus Galleries. Melalui layanan ini, pelanggan dapat merasakan layanan khas Lexus sambil menunggu pengisian baterai mobil dan tetap dapat beraktivitas dengan nyaman," kata Bansar Maduma saat dijumpai di sela GIIAS 2021.

Dia mengatakan, Lexus Indonesia selalu mendukung pemerintah untuk menciptakan zero emission environment dan carbon neutrality. Ini dibuktikan, antara lain, dengan kehadiran Lexus UX 300e yang telah diluncurkan tahun lalu dan menjadi kendaraan all-electric luxury SUV pertama di Indonesia.

Ke depannya, lanjut dia, Lexus juga akan terus memperluas jangkauan Lexus Exclusive Charging Network. Ini sebagai upaya Lexus Indonesia untuk memberikan amazing electrified ownership experience sekaligus untuk mengantisipasi produk-produk Lexus Electrified yang akan datang.

Sementara itu, Suzuki juga melihat Indonesia memiliki potensi pada pasar kendaraan ramah lingkungan. Asst to Design Development, Engineering Administration, & Homologation Dept Head PT Suzuki Indomobil Motor, Mahardian Ismadi Brata, mengatakan, perusahaan terus melakukan pengembangan green technology yang menjadi jembatan untuk melangkah menuju teknologi elektrifikasi pada masa depan.

Pengembangan green technology itu meliputi pengembangan platform HEARTECT dan SHVS atau Smart Hybrid Vehicle by Suzuki. Keduanya merupakan terapan yang paling tepat guna dan terjangkau untuk konsumen. Ini sekaligus menjadi transisi teknologi secara bertahap sebelum beralih ke fase elektrifikasi secara penuh.

"Kami menghadirkan sistem SHVS melalui riset panjang yang sesuai dengan kebutuhan dan output yang diinginkan masyarakat. Kami sangat berharap, melalui riset-riset berikutnya, sistem SHVS ini dapat diterapkan untuk kendaraan-kendaraan Suzuki, khususnya yang ada di Indonesia, sebagai komitmen kami memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen Suzuki," kata Mahardian dalam diskusi media yang digelar Suzuki dalam GIIAS 2021.

Saat ini, SHVS dibangun dengan kombinasi perangkat ISG atau Integrated Starter Generator serta lithium-ion battery. Kombinasi kedua perangkat ini membuat pengalaman berkendara menjadi jauh lebih baik, kinerja bahan bakar yang efisien, ringan, dan kompak. 


×