Seorang petugas berfoto di depan stan UMKM khas Papua di halaman GOR Trikora Universitas Cenderawasih, Jayapura, Papua, Rabu (29/9/2021). Berbagai pernak-pernik khas daerah Papua ditampilkan di sejumlah venue cabang olahraga untuk memeriahkan pagelaran PO | ANTARA FOTO/Indrayadi TH
14 Oct 2021, 11:31 WIB

Pertumbuhan Usaha Melambat

Serapan tenaga kerja belum kembali ke level normal.

JAKARTA – Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Bank Indonesia (BI) mengindikasikan kegiatan dunia usaha pada kuartal III 2021 mulai melambat dibandingkan kuartal sebelumnya. Kendati demikian, kegiatan dunia usaha pada kuartal III 2021 masih mampu tumbuh positif.

Kepala Grup Departemen Komunikasi BI, Muhamad Nur, mengatakan, hal ini tecermin dari nilai saldo bersih tertimbang (SBT) sebesar 7,58 persen. Angka itu lebih rendah dibandingkan SBT 18,98 persen pada kuartal II 2021.

"Sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan, dan perikanan tercatat meningkat sejalan dengan panen komoditas tanaman bahan makanan, perkebunan, dan perikanan di sejumlah daerah," kata Nur dalam keterangan pers, Rabu (13/10).

Sementara itu, perlambatan kinerja antara lain terjadi pada sektor pertambangan dan penggalian, perdagangan, hotel, restoran, serta kegiatan usaha sektor industri pengolahan. Hal itu terjadi di tengah kebijakan pembatasan mobilitas. Sejalan dengan perkembangan kegiatan usaha, kapasitas produksi terpakai kuartal III 2021 tercatat sebesar 73,30 persen. Angka itu lebih rendah dari capaian pada kuartal sebelumnya yakni sebesar 75,33 persen.

Penggunaan tenaga kerja juga diindikasikan turun lebih dalam dan masih dalam fase kontraksi. Sementara itu, kondisi keuangan dunia usaha dalam kondisi normal.

Pada kuartal IV 2021, responden memperkirakan kegiatan usaha cenderung stabil dengan SBT sebesar 7,46 persen. Kinerja beberapa sektor utama diperkirakan meningkat terutama sektor Industri pengolahan, perdagangan, hotel dan restoran, serta pengangkutan dan komunikasi. Hal ini didorong oleh pelonggaran kebijakan pembatasan mobilitas di sejumlah daerah.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Bank Indonesia (bank_indonesia)

Center of Reform on Economics (Core) menilai, data SKDU semakin mengafirmasi pertumbuhan ekonomi pada kuartal III tetap pada jalur pertumbuhan positif. Meski begitu, adanya kenaikan kasus Covid-19 dan juga restriksi pergerakan yang dilakukan pemerintah telah membatasi aktivitas perekonomian. Ekonom Core, Yusuf Rendy Manilet, mengatakan, industri manufaktur juga mengerem laju produksi karena permintaan yang melambat.

 

"Alhasil, saya kira pertumbuhan kuartal III 2021 masih berpeluang tumbuh level positif meskipun akan jauh lebih rendah dibandingkan kuartal II 2021," ujarnya.

Hal yang perlu dicermati, ujarnya, yaitu penggunaan tenaga kerja yang terkontraksi. Menurut Yusuf, hal ini menunjukkan serapan tenaga kerja belum kembali ke level normal atau sebelum pandemi.

"Jika orang yang belum kembali masuk ke tenaga kerja ini di saat yang bersamaan belum kembali bekerja secara formal, tentu ini akan ikut mempengaruhi daya beli mereka," ucapnya.


×