Seorang mahasiswa Universitas Budi Luhur mengendarai motor listrik BL-SEVO1 di Mataram, NTB, Sabtu (2/10/2021). Universitas Budi Luhur berhasil melakukan test ride dan test riset motor listrik Budi Luhur - Sport Electric Vehicle 01 (BL-SEV01) karya dosen | ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi
14 Oct 2021, 09:58 WIB

Melirik Motor Listrik

Motor listrik sport ternyata sangat diminati oleh para bikers atau komunitas motor.

Pemasaran dan produksi kendaraan listrik di Indonesia terus berkembang. Secara perlahan, industri sepeda motor pun mulai mengambil peran untuk menghadirkan produk yang lebih ramah lingkungan.

Dukungan untuk mengembangkan kendaraan listrik di Tanah Air juga datang dari institusi pendidikan. Universitas Budi Luhur (UBL), misalnya, memperkenalkan motor listrik dengan nama BL-SEV01 yang merupakan singkatan dari Budi Luhur-Sport Electric Vehicle 01. Motor tersebut telah diuji performa dan ketahananya di Sirkuit Sentul dalam perjalanan dari Jakarta menuju Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Kepala Pusat Studi Kendaraan Listrik UBL Sujono mengatakan, kehadiran BL-SEV01 ini merupakan bukti bahwa Indonesia memiliki potensi untuk bisa menjadi pemain utama dalam pasar motor listrik. "Kita memiliki potensi pasar dan memiliki potensi untuk memproduksi motor listrik yang 100 persen buatan Indonesia," kata Sujono kepada Republika saat dijumpai usai perayaan Welcoming Back BL-SEV01 di UBL, Jakarta, Selasa (12/10).

Dia mengungkap, BL-SEV01 masih mengandalkan impor untuk beberapa komponen, seperti baterai, dinamo, dan controller. Akan tetapi, setelah memahami kebutuhan ketiga komponen itu untuk motor listrik, Indonesia sebenarnya mampu untuk memproduksi seluruh komponen tersebut.

"Indonesia memiliki sumber daya dan kemampuan dalam memproduksi baterai, dinamo, dan controller. Hanya saja, proses produksi itu memang harus memperhatikan skala ekonomi," ujarnya.

Artinya, jika memang nantinya potensi pasar motor listrik bisa digarap dengan optimal, akan mendorong tumbuhnya industri baterai, dinamo, dan controller untuk motor listrik. Sebenarnya, kata dia, saat ini sudah terdapat produsen dinamo atau motor listrik di Indonesia. Tapi, produk itu hadir dalam skala yang digunakan untuk kebutuhan industri. Ini mengingat permintaan dinamo untuk industri cukup banyak.

Menurut dia, jika nantinya permintaan dinamo untuk sepeda motor listrik mulai meningkat, produsen itu bisa mulai melakukan produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar roda dua listrik. Ia menilai, jika digarap dengan serius, motor listrik tentu akan bisa menjadi kendaraan yang sangat diminati. Sebab, produk ini menawarkan beragam kemudahan dari sisi perawatan dan kepraktisan.

Dia mengatakan, pengisian ulang baterai motor listrik bisa dilakukan dengan mudah di rumah dan tak membutuhkan daya listrik sebesar kebutuhan untuk mobil listrik. Pengisian ulang juga bisa dilakukan dengan metode swab atau penukaran baterai.

Motor listrik juga disebut memiliki torsi yang instan. Oleh karena itu, kata dia, motor listrik dengan model sport ternyata sangat diminati oleh para bikers atau komunitas motor.

"Banyak bikers yang tertarik dengan motor listrik karena memiliki performa yang optimal. Oleh karena itu, penerapan motor listrik juga perlu diimbangi dengan event balap khusus motor listrik untuk membuktikan performanya sekaligus jadi wadah bagi bikers yang senang dengan kecepatan," ucapnya.

Dalam perayaan welcoming back untuk motor yang baru saja selesai melakukan perjalanan Jakarta-Mandalika itu, Ketua Badan Pengurus Harian (BPH) Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti, Kasih Hanggoro, menekankan agar potensi pasar kendaraan listrik bisa dioptimalkan dengan baik. "Indonesia jangan hanya jadi penonton. Ini saatnya untuk ikut berperan. Meski dimulai dari hal kecil, tapi itu tetap lebih baik dari pada tidak memberikan peran sama sekali," ujarnya.

Prinsip itulah yang membuat UBL terdorong untuk memberikan kontribusi sebaik mungkin untuk Indonesia lewat pengembangan kendaraan listrik. Ia pun meyakini, lewat sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, perusahaan, dan universitas, Indonesia bisa bangkit menjadi negara yang lebih maju.

Pengembangan motor listrik juga mendapat dukungan dari Ikatan Motor Indonesia (IMI). Ketua Umum IMI Bambang Soesatyo mengatakan, penerapan motor listrik tentu memberikan dampak yang cukup masif dalam sejumlah aspek.

"Saat ini, di Indonesia, terdapat sekitar 147 juta unit motor. Tentu ini berpengaruh terhadap polusi dan besaran subsidi bahan bakar. Oleh karena itu, pengembangan motor listrik merupakan perjuangan dalam mengurangi beban bumi dan beban negara," kata Bambang Soesatyo yang juga hadir dalam perayaan welcoming back tersebut.

IMI juga ingin memberikan kontribusi lewat dorongan pengembangan motor listrik yang dilengkapi dengan uji tipe di Kementerian Perhubungan. Sehingga, setiap motor listrik yang dihadirkan mampu menjadi kendaraan yang aman dalam segala kondisi, terutama saat terjadi kecelakaan atau kebakaran.

Ia menyadari, saat ini, motor listrik masih terkendala harga yang cukup tinggi. Tapi, diyakini, nantinya harga itu bisa terus ditekan karena Indonesia memiliki potensi untuk menjadi negara produsen baterai sehingga komponen kendaraan listrik tak lagi mengandalkan impor.

Di Indonesia, salah satu pabrikan yang telah menunjukkan komitmenya dalam menyambut era kendaraan listrik adalah Honda. PT Astra Honda Motor (AHM) telah menjembatani kebutuhan kendaraan yang lebih ramah lingkungan lewat kehadiran Honda PCX e:HEV.

Presiden Direktur AHM Keiichi Yasuda mengatakan, selama satu dekade kehadirannya di Indonesia, skutik premium Honda PCX dikenal sebagai motor yang memberikan kenyamanan dan kesan elegan bagi pengendaranya. "Dengan berbekal mesin, desain, dan fitur terbaru, Honda PCX diharapkan dapat semakin memenuhi kebutuhan pencinta skutik premium," kata Yasuda.

Honda PCX e:HEV merupakan sebuah motor hybrid yang dibekali dengan mesin 160 cc (15,8 daya kuda) dan motor listrik berkemampuan 1,8 daya kuda. Produk yang ditawarkan dengan harga sekitar Rp 43,6 juta ini juga dibekali dengan sejumlah fitur canggih. Misalnya, Honda Selectable Torque Control (HSTC) dan riding mode dengan pilihan mode normal (D) dan sport (S) untuk memberikan sensasi berkendara yang responsif.

Dalam pasar global, Harley Davidson juga telah menghadirkan motor listrik dengan nama LiveWire. Selain itu, Piaggio pun menjembatani kebutuhan kendaraan listrik lewat produk Vespa Elettrica.

Namun, Presiden Direktur PT Piaggio Indonesia Marco Noto La Diega belum mengungkap kapan Vespa Elettrica akan diboyong ke Indonesia. Mengingat, untuk menghadirkan produk itu, Piaggio Indonesia perlu membekali diri dengan kajian mendalam soal pasar serta persiapan infrastruktur dan teknisi untuk perawatan.

"Kami ingin tiap produk yang kami hadirkan bisa jadi produk yang sesuai dengan pasar dan mampu jadi produk yang ditunjang dengan layanan optimal," kata Marco. 


×