Ilustrasi Mitratel | Youtube

Ekonomi

14 Oct 2021, 09:47 WIB

IPO Mitratel Sebelum Akhir 2021

Mitratel akan didorong sebagai pemain tower terbesar di Indonesia.

JAKARTA  — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk bersiap mengantarkan anak usahanya, PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel), untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Mitratel berharap penawaran saham umum perdana atau Initial public offering (IPO) Mitratel bisa terlaksana pada kuartal IV tahun ini.

"Perseroan tentunya akan melihat momentum yang tepat untuk melakukan IPO agar sesuai dan memenuhi ekspektasi pemegang saham dengan harapan dapat terlaksana sebelum akhir 2021," kata Senior Vice President Corporate Communication & Investor Relation Telkom Indonesia Ahmad Reza kepada Republika di Jakarta, Rabu (13/10).

Menurut Reza, saat ini Mitratel tengah bersiap untuk mengoptimalkan value creation melalui aksi korporasi yang lebih besar lagi. Dari sisi proses, IPO Mitratel masih berjalan sesuai rencana dengan tetap mempertimbangkan kondisi market saat ini.

Reza mengatakan, IPO ini akan berdampak positif bagi Mitratel maupun Telkom Indonesia sebagai induk usaha. Untuk itu, TelkomGroup selalu mendukung setiap upaya penguatan fundamental bisnis Mitratel, dalam hal ini, yaitu bisnis tower yang dijalankan anak usahanya tersebut.

Selain mendorong untuk IPO, dukungan lainnya yang diberikan TelkomGroup, antara lain, konsolidasi tower, penguatan bisnis (business enhancement), perbaikan keuangan, dan operasional serta peningkatan kapasitas dan kapabilitas untuk memberikan layanan masa depan, seperti 5G.

"Langkah ini diharapkan semakin memperkuat portofolio menara telekomunikasi TelkomGroup serta memantapkan langkah Mitratel sebagai pemain tower terbesar di Indonesia," ujar Reza.

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, upaya mendorong BUMN atau anak usaha BUMN go public merupakan bagian dalam peningkatan transparansi. Erick menargetkan penawaran umum saham perdana atau IPO BUMN atau anak usaha BUMN dapat terwujud secara bertahap mulai tahun ini.

"Saya tidak bisa spesifik apakah 2021, 2022, atau 2023 karena perlindungan daripada insider trading itu tidak boleh, apalagi saya sebagai menteri," kata Erick.

Erick ingin IPO di anak usaha Telkom mendorong valuasi Telkom semakin baik ke depan. Erick tidak ingin Telkom terpaku sebagai perusahaan komunikasi semata, tetapi bertransformasi sebagai perusahaan digital telco.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga meyakini IPO Mitratel akan sukses mengingat fundamental perusahaan yang kuat di sektornya. "Mitratel kita tahu perusahaan dengan pemilik tower terbesar yang ada sekarang ini. Dan, ini akan menjadi bintangnya perusahaan tower di Indonesia," kata Arya.

Menurut Arya, fundamental yang dimiliki oleh Mitratel dilihat dari aset dan layanan yang dimiliki oleh perseroan dan tidak dimiliki oleh perusahaan sejenis pada sektor bisnis menara telekomunikasi.

Mitratel saat ini memiliki 28 ribu menara telekomunikasi yang tersebar di seluruh Indonesia. Namun, Arya mengatakan, nilai tambah dari Mitratel bukan hanya kepemilikan menara telekomunikasi terbesar di Indonesia, melainkan juga didukung dengan jaringan kabel serat optik.

"Mereka punya kelebihan, dia di-support oleh fiber optik sehingga menara-menaranya punya power yang kuat, tidak hanya sekadar radio. Mitratel kelebihannya di sana. Dari tower memang bisa diimbangi yang lain, tapi dari sisi fiber optiknya, Mitratel ini powerful," kata Arya.

Pengamat BUMN Toto Pranoto meyakini langkah Mitratel melantai pada kuartal IV 2021 sangatlah tepat. Toto memperkirakan, IPO operator menara telekomunikasi ini akan mampu menarik perhatian investor. Di sisi lain, IPO Mitratel akan berdampak baik bagi TelkomGroup.

"IPO ini dapat memicu produktivitas Mitratel sehingga Mitratel bisa tumbuh sebagai operator terbesar pengelola menara telelomunikasi," ujar Toto.

Sumber : Antara


×