Atlet Papua Arnoldus Gawai Kai (ketiga kliri) berselebrasi usai menang dalam final nomor lempar cakram PON Papua di Stadion Atletik Mimika Sport Center, Kabupaten Mimika, Papua, Rabu (13/10/2021). Pemerintah daerah memfasilitasi lokasi karantina bagi atle | ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
14 Oct 2021, 03:45 WIB

Daerah Siapkan Karantina Atlet PON XX

Tujuannya untuk memfasilitasi lokasi karantina bagi atlet yang kembali dari PON Papua.

JAKARTA — Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti, mengatakan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan banyak pihak untuk menyiapkan lokasi karantina bagi kontingen DKI dari Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua. Kontingen DKI Jakarta akan dikarantina di lokasi yang sudah ditetapkan oleh Pemprov DKI.

"Ya satu lokasi, kan para atletnya yang telah berjuang ini kan datangnya bergelombang, Jadi kita sudah siapkan," kata Widyastuti kepada awak media, Rabu (13/10).

Dia menjelaskan, jika atlet DKI nyatanya sudah pulang terlebih dahulu, pihaknya akan tetap melakukan pemantauan. Termasuk, tracing dan testing dengan PCR, selain tes kemungkinan terkena malaria. "Sudah dikoordinasikan antara penjadwalan lokasi yang sudah disiapkan, nanti BUMD dan Jakpro (yang urus)" katanya.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menegaskan, pihaknya telah menyiapkan lokasi karantina atlet DKI di Hotel Grand Cempaka. Karantina akan dilakukan selama lima hari di lokasi tersebut. "Ya, di Hotel Grand Cempaka, karantina sesuai ketentuan kan lima hari," kata Riza saat ditemui awak media, kemarin malam.

Persiapan Pemprov DKI menyoal lokasi karantina ini merupakan arahan dari pemerintah pusat ke daerah. Tujuannya untuk memfasilitasi lokasi karantina bagi atlet yang kembali dari Papua.

Khusus DKI Jakarta, ada sekitar lima orang dari total kontingen yang sempat terpapar Covid-19. Hingga kini, kelima atlet itu diketahui telah sembuh dan diperbolehkan untuk bertolak ke Jakarta.

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Letjen TNI (Purn) Marciano Norman juga meminta setiap KONI provinsi berkoordinasi dengan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 di masing-masing daerah mengenai kepulangan para atlet usai mengikuti PON XX Papua.

"Untuk kontingen, KONI Provinsi berkoordinasi dengan Satgas Covid-19," ujar Marciano dalam temu media di Jayapura, Rabu.

Marciano mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang menyiapkan Hotel Grand Cempaka menjadi lokasi isolasi terpadu atau karantina bagi atlet kontingen DKI yang pulang berlaga dari PON XX Papua. Bagi pemerintah provinsi yang tidak menyediakan fasilitas, Marciano mendorong kesadaran para peserta PON, termasuk atlet dan ofisial juga wartawan, untuk menjaga diri.

Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat, Harisson, juga menyatakan pihaknya akan mengkarantina selama lima hari bagi kontingen PON XX Papua yang tiba kembali di Pontianak. "Pemprov Kalbar telah menerima adendum Surat Edaran Satgas Covid-19 Nasional," kata Harisson di Pontianak, Selasa.

Pelaksanaan karantina bagi kontingen menggunakan gedung LPMP di Jalan Abdul Muis, Pontianak Timur. Di Gedung LPMP itu ditempatkan kontingen yang hasil tes usap PCR negatif atau hasil tes usapnya belum keluar.

Apabila hasil tes usap positif maka akan diisolasi selama 10 hari di fasilitas isolasi terpusat (isoter) di UPELKES Siantan. "Kita bedakan tempat karantina kontingen yang sehat atau negatif tes PCR dengan kontingen yang memang hasilnya positif," katanya.

photo
Seorang petugas kesehatan beraktivitas di KM Tidar, Kota Jayapura, Papua, Jumat (27/8/2021). Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengecek KM Tidar yang menjadi lokasi isolasi terpusat Covid-19 yang sandar di Pelabuhan Jayapura. - (ANTARA FOTO/Indrayadi TH/aww.)

"Karena tiap daerah juga tidak sama dalam arti dukungan kepada tim. Saya minta saudara-saudara juga punya disiplin sendiri dalam arti membatasi dulu, setelah sampai di rumah itu juga dengan keluarganya dijaga dulu, yakinkan dulu saudara dalam kondisi terbaik, baru bisa kembali bersama keluarga," kata Marciano.

Marciano menegaskan bahwa peserta PON yang akan kembali ke daerah masing-masing usai berlaga diwajibkan menjalani tes PCR. Jika hasil negatif, maka mereka dapat kembali ke tempat asal. Meski begitu, Marciano menekankan untuk "tetap ada pengendalian diri yang baik."

Kepala Bidang Penanganan Kesehatan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Alexander Ginting menegaskan isolasi terpusat merupakan tempat untuk menyelamatkan seseorang agar tidak terjadi penularan Covid-19 pada keluarganya, dibandingkan isolasi mandiri. Melakukan isolasi atau karantina merupakan respons tanggung jawab kepada kesehatan masyarakat, bukan sesuatu yang sia-sia dilakukan.

Demikian pula pada orang yang baru datang dari daerah terjangkit Covid-19 harus dilakukan karantina, seperti halnya pada atlet yang berlaga di PON. Data Satgas Covid-19 Provinsi Papua menunjukkan jumlah kasus Covid-19 kabupaten kota pelaksana PON hingga Selasa (12/10) tercatat total 87 kasus konfirmasi Covid-19.

Dengan rincian kota Jayapura 23 kasus, Mimika 16 kasus, Merauke 27 kasus, dan kabupaten Jayapura 21 kasus.PON XX Papua yang dibuka pada 2 Oktober akan ditutup pada Sabtu, 15 Oktober 2021.

Protokol kesehatan

Sejumlah sekolah yang berada di Kabupaten Mimika, Papua telah melangsungkan pembelajaran tatap muka (PTM) dengan menerapkan protokol kesehatan. Untuk memperlancar PTM dan mencegah penularan Covid-19, Subsatgas Prokes PON XX Papua, Kabupaten Mimika melakukan sosialisasi dan membagikan masker kepada siswa dan guru dibeberapa sekolah.

Supervisor Subsatgas Prokes PON XX Kabupaten Mimika Atmound Fire menyatakan, kehadiran BNPB ke Mimika untuk menyukseskan gelaran PON yang diadakan di Papua. Selain itu juga untuk meningkatkan penerapan protokol kesehatan di masyarakat.

"Kami bergerak ke sekolah-sekolah untuk mengajak siswa dan guru untuk turut mengedukasi masyarakat dalam penanganan Covid-19. Guru merupakan contoh terbaik ketika guru memberikan contoh menggunakan masker kepada siswa, siswa akan ikut menggunakan masker dan siswa pun diharapkan mengajak keluarganya untuk menggunakan masker," ujar Atmound dalam keterangan, Rabu (13/10).

Menurut Atmound yang juga menjabat Tenaga Ahli Kepala BNPB menjelaskan, Covid-19 masih ada dan belum diketahui obatnya, maka dari itu perlunya penerapan protokol kesehatan di manapun dan juga melakukan vaksinasi.

"Pandemi ini belum selesai kita belum tahu sampai kapan ini berakhir karena ada kemungkinam virus bermutasi terus. Oleh karena itu perlu pencegahan awal dengan menggunakan masker dan masyarakat harus didorong untuk vaksin Covid," lanjutnya.

photo
Pelajar turun dari perahu dan berjalan menuju daratan di pelabuhan Depapre, Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua, Rabu (13/10). Pelabuhan Depapre menjadi akses utama bagi pelajar dan warga dari Kampung Tablanusu, Kampung Kendate, Kampung Endokisi dan Kampung Demoy yang berada di seberang pelabuhan untuk berangkat sekolah dan berjualan dengan ongkos satu kali berangkat seharga Rp5 ribu. - (Republika/Thoudy Badai)

Gunawan Pakki yang juga Supervisor Subsatgas Prokes PON XX Kabupaten Mimika berpesan agar para guru tidak bosan untuk mengedukasi Covid-19. "Guru jangan jenuh untuk mengedukasi siswa dalam menggunakan masker karena penggunaan masker adalah cara melindungi penularan Covid dari droplet saat berbicara maupun bersin," ucap Gunawan yang juga menjabat Tenaga Ahli Kepala BNPB.

Ia berharap agar siswa selalu taat menjalankan protokol kesehatan karena bukan tidak mungkin siswa yang merasa sehat menjadi pembawa virus kepada orang tua ataupun kelompok rentan lainnya. Hal ini bisa menyebabkan penyebaran Covid-19.

"Orang tua merupakan kelompok rentan, dikhawatirkan siswa menjadi orang tanpa gejala sehingga membawa virus kepada orang lain di rumah. Kita saling jaga, jaga diri sendiri dan jaga orang sekitar kita," tutupnya.

Kasubsatgas Prokes PON Kabupaten Mimika mengungkapkan, telah mendistribusikan ratusan ribu masker kepada masyarakat di Kabupaten Mimika. “Hingga Selasa (12/10) Subsatgas Prokes PON Kabupaten Mimika telah mendistribusikan 38 ribu masker dengan total 405 ribu masker yang telah disebarkan sejak 26 September 2021 yang lalu ke semua venue pertandingan, fasilitas kesehatan, dan tempat-tempat keramaian lainnya,” ungkap Asep.

Dalam pelaksanaan PTM, setiap sekolah mewajibkan setiap orang memakai masker, menjaga jarak antarsiswa di dalam maupun luar kelas dan sering mencuci tangan atau menggunakan sanitizer untuk menjaga kebersihan tangan.

Sumber : Antara


×