Simulasi penumpang antre di holding area sebelum menuju hotel karantina saat simulasi penerbangan internasional di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Sabtu (9/10/2021) | ANTARA FOTO/Fikri Yusuf
14 Oct 2021, 03:45 WIB

Bali Siap Terima Turis Asing

Di hari pertama pembukaan Bali, turis asing belum akan ramai.

JAKARTA -- Mulai hari ini, Bandara Ngurah Rai Bali mulai menerima turis asing seiring penurunan kasus Covid-19 di Tanah Air. Pembukaan Bali bagi turis asing akan dilakukan dengan prinsip kehati-hatian agar tidak timbulkan klaster Covid-19 baru.

"Bali sudah siap untuk menerima wisatawan mancanegara kembali dengan segala prosedur dan yang kita harapkan bangun bersama antara pemerintah daerah bersama pemerintah pusat," kata Staf Ahli Bidang Manajemen Krisis Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Henky Hotma P Manurung, Rabu (13/10).

Kesiapan Bali salah satunya karena vaksinasi dosis lengkap sudah mencapai 90 persen. Selain itu, mayoritas usaha pariwisata di wilayah Bali telah mendapatkan sertifikasi Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability (CHSE).

Berdasarkan pengecekan langsung dan melihat simulasi pelayanan di terminal kedatangan internasional di Bandara Ngurah Rai, semua proses di bandara disimulasikan dengan detil dan sesuai dengan protokol kesehatan secara ketat.

photo
Peserta simulasi meninggalkan bilik pemeriksaan RT-PCR saat simulasi penerbangan internasional di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Sabtu (9/10/2021). - (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)

Wakil Gubernur Bali Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati mengatakan, sektor pariwisata Bali merupakan sektor utama yang terus diperhatikan. "Sejak awal Pemerintah Provinsi Bali sudah memerhatikan bahwa sektor pariwisata ini merupakan sektor utama yang harus diperhatikan," kata pria yang akrab disapa Cok Ace.

Masyarakat di Bali sudah siap menyambut wisatawan mancanegara lantaran tingginya persentase vaksinasi Covid-19. Vaksin dosis pertama di Bali sudah mencapai 99 persen. Masyarakat Bali juga dinilainya taat menerapkan protokol kesehatan selama masa pandemi.

Meskipun demikian, Ia mengungkapkan bahwa wisatawan yang masuk ke Bali tidak akan langsung ramai penerbangan internasional sudah dibuka. "Jadi saya kira masih menunggu waktu, untuk hal tersebut di Bali kita telah melakukan beberapa kegiatan dan persiapan simulasi penanganan penumpang di bandara," ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata (Dinpar) Provinsi Bali I Putu Astawa mengatakan belum mendapatkan informasi kedatangan pesawat dari luar negeri atau turis asing yang masuk ke Bali hari ini. Belum adanya penerbangan internasional maupun turis asing yang mengonfirmasi akan ke Bali, menurut dia, bisa jadi karena waktu yang terlalu singkat bagi persiapan calon wisatawan yang ingin ke Bali. "Mereka (turis asing) tentu butuh waktu untuk mengurus visa maupun penerbangannya," ucapnya.

Tidak hanya untuk kedatangan pada 14 Oktober saja, Astawa menyebut jadwal kedatangan wisman ke Bali hingga akhir Oktober 2021 juga belum ada. Tetapi pihaknya tetap optimistis jika rencana pembukaan perbatasan dapat tersosialisasikan dengan baik, maka akan mendongkrak kunjungan wisatawan ke Bali.

Salah satu bentuk sosialisasi adalah lewat Buku Panduan Penanganan Wisatawan Mancanegara. Buku mengatur Standar Operasional Prosedur (SOP) mulai dari kedatangan wisatawan di bandara, tiba di hotel tempat menginap sementara, SOP di tempat destinasi wisata, hingga SOP di isolasi terpusat. "Di Bali, ada 35 hotel yang telah disiapkan sebagai tempat penginapan sementara bagi wisman yang baru tiba," ujar Astawa. 

Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito pun menegaskan, pemerintah akan menerapkan skrining pelaku perjalanan internasional secara ketat dan hati-hati untuk mencegah terjadinya penularan kasus. Selain itu, pemerintah juga akan melakukan simulasi sebelum pembukaan perjalanan internasional benar-benar dibuka.

photo
Petugas gabungan menegur warga supaya tertib menggunakan masker saat inspeksi mendadak (Sidak) pendisiplinan protokol kesehatan COVID-19 di kawasan Pasar Badung, Denpasar, Bali, Selasa (12/10/2021). - (ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo)

“Pemerintah akan melakukan simulasi dalam beberapa hari ini sebelum resmi dibuka pada 14 Oktober mendatang. Skrining pelaku perjalanan internasional dilakukan secara ketat dan penuh kehati-hatian,” jelas Wiku saat konferensi pers, Selasa (12/10).

Lebih lanjut, terkait penerapan masa karantina yang dipangkas menjadi lima hari, Wiku menyebut hal itu berdasarkan pada persyaratan administratif yang ketat seperti bukti vaksinasi dosis penuh, kepemilikan asuransi kesehatan, dan juga bukti pemesanan akomodasi karantina yang menjamin orang yang masuk benar-benar sehat.

“Khusus terkait karantina pelaku perjalanan internasional akan diawasi oleh kantor kesehatan pelabuhan dan juga Satgas Covid-19 daerah setempat,” tambahnya.

Pemerintah melalui Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) telah membuat peraturan menteri (permen) mengenai Bali yang menyatakan bisa menerima wisatawan mancanegara (wisman) per 14 Oktober 2021. Nantinya penduduk yang tinggal di 18 negara bisa berwisata ke pulau dewata.

"Hari ini sudah keluar Permen Hukum dan HAM terbaru yang menyatakan bahwa Bali bisa menerima wisman," kata Staf Ahli Bidang Manajemen Krisis Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Hengky Manurung saat mengisi konferensi virtual FMB9 bertema Kesiapan Bali Sambut Wisatawan Mancanegara, Rabu (13/10).

Pemerintah, kata Hengky, memang telah menganalisis warga dari 18 negara yang bakal bisa memasuki Bali. Kendati demikian, belum ada penetapan kebijakan dari mana saja penduduk di 18 negara yang boleh masuk Bali karena di Permenkumham terbaru belum menyebutkannya. 

Kemenparekraf juga masih menunggu keputusan ini. "Mungkin dalam beberapa jam ke depan atau besok pagi akan terlihat negara mana saja sih yang diperkenankan masuk Bali. Tinggal menunggu penetapan kebijakannya," ujarnya.

 
Yang jelas, ungkapnya, warga dari negara-negara ini telah mencapai kekebalan komunal yang sangat kuat. Sebab, pemerintah Indonesia tidak mau nantinya selain membawa kesenangan, kebahagiaan ternyata ada wisatawan asing membawa yang lainnya, termasuk Covid-19. Pihaknya berharap wisman yang masuk ke Bali sudah dites PCR.
 
Untuk mempersiapkan kedatangan wisatawan asing ini, pemerintah pusat dan pemerintah daerah telah bekerja sama. Bahkan, pihaknya juga berkolaborasi dengan berbagai pihak termasuk rumah sakit jika terjadi hal yang tak diinginkan. Kemenparekraf meyakini bangsa Indonesia adalah bangsa kuat dan mampu berkolaborasi dengan sangat baik.
 
Selain menjalin kerja sama, pihaknya berharap tingkat vaksinasi Covid-19 di Bali yang semakin baik, bahkan cakupannya mendekati sempurna. "Sehingga, kami yakinkan Bali siap untuk membuka kembali wisman karena selama ini hanya wisatawan domestik yang dilihat. Kami juga ingin wisatawan internasional muncul," ujarnya.
 
Dengan dibukanya Bali untuk orang asing, pariwisata di sana bisa pulih dan semakin bersemangat. Akhirnya, Bali menjadi tempat berwisata untuk wisman maupun wisatawan lokal.
 

Sumber : Antara


×