Ilustrasi Hikmah Hari ini | Republika
11 Oct 2021, 03:30 WIB

Sosok yang Disukai Allah

Banyak sekali kita temukan objek tentang sosok yang disukai Allah SWT.

OLEH SUPRIANTO

Ketika membuka lembaran-lembaran Alquran, kita akan menemukan firman Allah, innallaha yuhibbu (sesungguhnya Allah mencintai atau menyukai). Banyak sekali kita temukan objek tentang sosok yang disukai Allah SWT. Apakah kita termasuk sosok yang menyandang predikat itu?

Alquran menyebutkan, “Innallaha yuhibbul muhsinin” (sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan) (QS al-Baqarah: 195). Allah menyukai orang-orang yang melakukan ihsan. Ihsan kepada Allah, menurut Nabi SAW, adalah menyembah Allah seakan-akan kita melihatnya. 

Adapun ihsan kepada manusia adalah melihat orang lain seperti melihat sosok diri kita. Sehingga, kalau dia membutuhkan, kita akan memenuhi kebutuhannya karena kita menganggap bahwa dia itu adalah diri kita sendiri. Itulah ihsan.

Asshabirin (orang-orang yang sabar). Sabar adalah salah satu sifat yang amat dicintai oleh Allah SWT. Sosok manusia beriman yang memiliki sifat sabar, kehidupannya akan selalu dijaga dan dibimbing oleh Allah SWT.

Firman-Nya, “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.” (QS al-Baqarah: 153).

Almuttaqin (orang-orang yang bertakwa). Alquran telah menjadikan ketakwaan sebagai kemuliaan terbesar dan menganggapnya sebagai tolok ukur untuk mengetahui nilai-nilai kemuliaan seseorang. Allah berfirman, “Sesungguhnya, Allah beserta orang-orang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS an-Nahl: 128).

Attawwabin (orang-orang yang bertobat). Fitrah manusia ketika dilahirkan dalam keadaan suci. Namun, kecenderungan manusia dalam menjalani kehidupan di muka bumi adalah membuat kerusakan.

Akan tetapi, Allah memiliki sifat Maha Pengampun. Attawwabin berarti kembali ke posisi semula. Sosok attawwabin tercantum dalam kalam-Nya, di antaranya, Surah al-Baqarah ayat 37 serta Annisa ayat 17 dan 31.

Almutathahirin (orang-orang yang menyucikan diri). “Sesungguhnya, Allah mencintai orang yang bertobat dan orang yang menyucikan diri.” (QS al-Baqarah: 222). Kebersihan menjadi hal yang sangat penting saat ini untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. Agama Islam mengajarkan kepada pemeluknya untuk selalu menjaga kesucian Islam adalah agama yang bersih dan suci.

Almutawakkilin (orang-orang yang bertawakal kepada Allah SWT). Tawakal adalah sikap mental yang berserah diri kepada Allah SWT atas segala keputusan dari usaha yang sudah dilakukan sebaik mungkin. Allah SWT menyukai orang yang bertawakal. (QS Ali Imran: 159).

Semoga, objek-objek yang disebutkan dalam Alquran sudah melekat pada diri kita sebagai hamba Allah yang tunduk dan patuh. Amin.


×